Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Terima 83,9 Juta Dosis Vaksin, Masyarakat Diminta Tak Ragu Khasiatnya
    News

    Terima 83,9 Juta Dosis Vaksin, Masyarakat Diminta Tak Ragu Khasiatnya

    May 27, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Terima 83,9 Juta Dosis Vaksin, Masyarakat Diminta Tak Ragu Khasiatnya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Indonesia kembali terima vaksin Covid-19 Sinovac sebanyak 8 juta dosis dalam bentuk bulk. Pemerintah terus menjaga ketersediaan stok vaksin agar pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan target tahapan yang telah ditetapkan.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, vaksin yang sudah diterima pemerintah Indonesia adalah vaksin Sinovac 3 juta dosis, AstraZeneca 6,4 juta dosis, Sinopharm 1 juta dosis. Dia menyebut, dengan kedatangan tahap ke tiga belas vaksin Sinovac 8 juta dosis, maka secara total telah diterima sebanyak 83,9 juta dosis.

    ”Pemerintah selalu memastikan faktor keamanan mutu dan khasiat sehingga tidak perlu ada keraguan bagi masyarakat dalam menerima vaksin-vaksin yang disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM,” kata Airlangga dalam keterangannya, Kamis (27/5).

    Untuk mencapai kekebalan imunitas masyarakat Indonesia diperlukan 181,5 juta vaksin atau 70 persen penduduk Indonesia, yang terdiri dari SDM Kesehatan di tahap pertama, Lansia dan petugas publik yang jumlahnya sekitar 40 juta jiwa di tahap kedua.

    Realisasi vaksinasi sampai saat ini adalah 24,9 juta jiwa dengan rincian SDM kesehatan sudah 1,5 juta jiwa pada dosis pertama dan dosis kedua 1,4 juta jiwa. Lansia dosis pertama 3,1 juta jiwa dan dosis kedua 2,1 juta jiwa. Sementara petugas publik dosis pertama 10,4 juta jiwa dan dosis kedua 6,5 juta jiwa.

    ”Pelaksanaan perlu kita percepat dan beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah aspek kedaerahan atau geospasial berdasarkan basis baik itu zona merah, orange, dan kegiatan perekonomian,” tutur Airlangga.

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Muhammad Ridwan


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePejabat KPK Ini Larang Anggotanya Ikutan Tolak Pelantikan jadi ASN
    Next Article Hektaran Tanam Padi Rusak Direndam Banjir Rob, Petani Rugi Total
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.