Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Terkendala Modal, AMDK Belum Capai Produksi Optimal
    Ekonomi

    Terkendala Modal, AMDK Belum Capai Produksi Optimal

    June 9, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Terkendala Modal, AMDK Belum Capai Produksi Optimal 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Terkendala Modal, AMDK Belum Capai Produksi Optimal 2
    Produksi -Produkai terbatas, AMDK Tirta Sanjiwani perlu didukung penguatan modal. (BP/Wir)

    GIANYAR, BALIPOST.com – Sesuai hasil Monev Komisi III DPRD Gianyar permintaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Sanjiwani tinggi sementara produksi AMDK masih belum optimal. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PAM TS) Gianyar, Made Sastra Kencana didampingi Dirum, Nyoman Darmadiasa, dan Dirtek Wayan Suastika Rabu (9/6) mengatakan belum optimalnya kapasitas produksi AMDK diakibatkan keterbatasan permodalan.

    Made Sastra Kencana mengatakan belum optimalnya produksi AMDK TS karena modal kerja yang terbatas. Keterbatasan permodalan berdampak pada masih terbatasnya persediaan bahan baku. “Pengadaan bahan baku juga terbentur aturan,” ucapnya.

    Sastra Kencana menambahkan di tengah tingginya permintaan be gianyar water, AMDK TS juga masih terkendala dengan lebel cap. “Ini masih dalam proses sehingga pesanan khusus cap belum bisa dilayani,” jelasnya.

    Ketua komisi 3 DPRD Kabupaten Gianyar Putu Gede Pebriantara, mengatakan dari hasil pantauan dewan mengawali produksi unit AMDK perusaahan air minum tirta sanjiwani yang baru mempekerjakan 27 orang. Setelah proses pelatihan dan training, bulan Juni baru bisa lebih optimal dengan kapasitas produksi senilai Rp 341 juta lebih.

    Putu Pebri melihat di tengah kapasitas produksi yang masih rendah pemerintah wajib melakukan penambahan modal pada unit AMDK. Ke depan, AMDK membutuhkan tambahan modal kerja sampai dengan Rp 15 milyar. ” Ini meski dilakukan secara bertahap selama 2 tahun,” ucapnya.

    Setelah Pemerintah Kabupaten Gianyar mengelontorkan modal, AMDK bisa mendatangkan PAD yang nantinya digunakan untuk mensubsidi menggratiskan pemakaian air minum dibawah 10 kubik. ” Dikalkulasikan ada sekitar 7000 KK miskin pelanggan air minum PAM TS yang akan dibantu secara bertahap,” tegas Putu Gede Pebriantara. (Wirnaya/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTimberland Luncurkan Sepatu dengan Sol dari Serat Tebu dan Karet Alami
    Next Article Kasus COVID-19 Nasional Naik di Atas 7.700
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.