The Way of Water, Surat Cinta James Cameron untuk Laut

The Way of Water, Surat Cinta James Cameron untuk Laut

Setitik bintang baru muncul di langit Pandora. Hal itu berarti satu: manusia akan datang lagi ke sana, memicu perang seperti belasan tahun lalu. Na’vi pun dalam ancaman perang dan perpecahan.

JAKE Sully (Sam Worthington) dan Neytiri (Zoe Saldana) kini telah menjadi orang tua. Mereka menjadi ayah dan ibu bagi empat anak: Neteyam (Jamie Flatters) dan Loak (Britain Dalton), si bungsu Tuk (Trinity Jo-Li Bliss), dan Kiri (Sigourney Weaver) yang merupakan anak adopsi. Anak-anak Sully juga dekat dengan Spider alias Miles Socorro (Jack Champion), remaja manusia yang kurang disukai Neytiri.

Namun, Jake dan keluarga tak lantas hidup tenang. Mereka masih menghadapi Resources Development Administration (RDA), pasukan manusia yang berusaha menambang mineral unobtanium. ’’Perang” makin panas karena RDA membangun basis baru dan mendatangkan kembali pasukan baru. Salah satunya, ada Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang), yang dihidupkan lagi dalam bentuk avatar Na’vi. Dia berambisi membunuh Jake.

Pertumpahan darah terjadi. Suku Omaticaya, yang dipimpin Sully, ikut jadi korban. Situasi tersebut memaksa keluarga kecil itu angkat kaki, lalu pindah ke gugus kepulauan karang. Di sana, mereka mencari perlindungan ke suku Meykatina. Namun, kehadiran mereka sempat ditolak. Terutama oleh Ronal (Kate Winslet), istri kepala suku Meykatina Tonowari (Cliff Curtis).

Di tempat baru, keluarga Sully –yang merupakan Na’vi hutan– harus membiasakan diri dengan lingkungan dan orang-orang baru. Di tengah adaptasi yang sulit, RDA kembali datang. Jake pun dijadikan kambing hitam. Situasi makin rumit lantaran serangan juga menewaskan para Na’vi kepulauan karang. Anak-anak Sully yang awalnya jadi ’’prajurit” bagi sang ayah pun ikut terancam.

Avatar: The Way of Water membayar tuntas penantian 13 tahun. Visual maupun cerita yang disuguhkan di next level. Sutradara James Cameron cermat mengemas film tetap menarik dengan durasi 3 jam 12 menit. Dengan visual yang luar biasa dan cerita yang kuat, waktu selama itu tak akan terasa dihabiskan di depan layar.

Walau berlatar fiksi, sekuel Avatar itu tetap membumi. Konflik anak-orang tua, penolakan terhadap hal baru, imperialisme, serta eksploitasi sumber daya alam dikemas rapi. Enak dan mudah disimak, bahkan buat penonton yang belum menyaksikan film pertamanya. Avatar 2 tak sekadar cantik, tapi juga mengaduk-aduk emosi.

Film berbujet fantastis itu pun menjadi surat cinta Cameron dan produser Jon Landau untuk lautan. Landau yakin Avatar 2 akan menjadi penyegar di tengah pandemi. ’’Aku yakin banyak orang rindu keluar rumah dan berkelana di alam. Aku dan Jim (James) sangat beruntung bisa menyelam di lautan dan menyaksikan lanskap indah. Kami ingin membagikan pesona itu kepada penonton yang mungkin belum berkesempatan menyaksikannya,” paparnya dalam wawancara dengan Jawa Pos dua pekan lalu.

Selain perbedaan lanskap, dari hutan ke laut, Avatar 2 menjelajah ’’teritori” baru. Yakni, perubahan peran Jake-Neytiri dari pasangan muda menjadi orang tua. Meski keduanya punya pola asuh berbeda –baik di dunia nyata maupun di film– ada satu kesamaan yang dirasa bakal berlaku universal.

Sam Worthington menilai, menjadi orang tua Na’vi cukup berbeda dengan menjadi ayah di dunia nyata. ’’Orang tua-anak terhubung dan berkomunikasi lewat aroma dan suara. Isyarat mereka sehalus itu,” imbuh pemeran Jake Sully tersebut.

Dedikasi keluarga besar Avatar 2 berbalas manis. Film itu mendapat rating lebih tinggi dibandingkan film pertamanya. Selain itu, proyek yang digarap sejak 2013 tersebut mendapat pengakuan Guillermo del Toro.

Sutradara yang juga sempat ’’mengeksplor” air di The Shape of Water itu memuji Avatar 2 sebagai ’’raja” film dari segala film. ’’Pencapaian mengejutkan – AVATAR TWOW penuh pemandangan dan emosi yang megah dalam skala epik. Seorang master yang ada di puncak kekuatannya,” cuitnya, memuji sang sutradara Cameron.

TRIVIA

• Fans bisa ikut berpartisipasi dalam program konservasi laut global lewat inisiatif Keep Our Oceans Amazing via laman resmi Avatar. Tiap karakter yang diciptakan dan dilepas di ’’samudra virtual” akan dikonversi menjadi donasi senilai USD 5 (Rp 78 ribu).

• Tim produksi melakukan syuting back-to-back untuk Avatar 2 dan 3 serta sepertiga bagian Avatar 4. Karena itu, waktu syutingnya mencapai lebih dari 3 tahun.

• Zoe Saldana ikut berkontribusi dalam soundtrack. Dia menulis dan menyanyikan lagu The Songcord.

• Avatar 2 adalah proyek sekuel kedua di sepanjang karier James Cameron. Sekuel pertamanya adalah Terminator 2: Judgement Day, yang rilis pada 1991.

• Untuk memerankan karakter remaja, Sigourney Weaver mengikuti kelas bersama anak-anak sepantaran Kiri, tokohnya, selama setahun. Weaver juga menghabiskan jeda syuting bersama para cast muda untuk membangun bonding.

AVATAR: THE WAY OF WATER

RATING SENSOR: 13+

DURASI: 192 menit

SUTRADARA: James Cameron

PENULIS NASKAH: James Cameron, Rick Jaffa, Amanda Silver

PEMERAN: Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Stephen Lang, Kate Winslet

IMDB: 8,2/10

ROTTEN TOMATOES: 83%

AVATAR: THE WAY OF WATER DALAM ANGKA

250 ribu galon (946,4 ribu liter): Kapasitas Volume, tank syuting di Manhattan Beach Studios.

7 menit 20 detik: Rekor menahan napas statis Kate Winslet, terlama di antara kru dan cast Avatar 2.

Lebih dari 1.500 halaman: Panjang catatan konsep dan cerita Cameron dan produser Jon Landau untuk empat sekuel film Avatar.

30 kaki (9,14 meter): Kedalaman maksimal Volume.

18 bulan: Lama proses performance capture, berlangsung mulai September 2017.


Credit: Source link

Related Articles