Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Tiba-tiba PPKM Darurat, ini Ramalan PDB Sri Mulyani Sampai Akhir Tahun
    Ekonomi

    Tiba-tiba PPKM Darurat, ini Ramalan PDB Sri Mulyani Sampai Akhir Tahun

    July 7, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tiba-tiba PPKM Darurat, ini Ramalan PDB Sri Mulyani Sampai Akhir Tahun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menyebut bahwa pertumbuhan nasional sangat bergantung pada pengendalian Covid-19. Hingga saat ini, pemerintah masih optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II masih bisa mencapai angka 7 persen.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, rasa optimisme tersebut karena dorongan pada bulan-bulan sebelumnya ditambah momentum Ramadan dan Idul Fitri dimana konsumsi melonjak tajam. “Untuk kuartal II dengan semua indikator yang terlihat di bulan April, Mei, hingga Juni pertengahan kita sebetulnya optimistis pertumbuhan kita bisa di atas 7 persen dan kita berharap pada minggu ke 3 dan 4 Juni (pembatasan) tidak mempengaruhi, sehingga mungkin masih akan bertahan di atas 7 persen,” ujarnya secara virtual, Rabu (7/7).

    Kemudian, untuk kuartal II dan kuartal IV, bergantung pada efektivitas program PPKM Darurat dan berapa lama kebijakan tersebut berlangsung. Dalam hal ini, Sri Mulyani menghitung dua skenario diantaranya skenario berat dan moderat.

    Sri Mulyani menjelaskan, dalam skenario berat dimana pengetatan mobilitas mencapai 30 hingga 50 persen dan berlangsung hingga Agustus maka pertumbuhan ekonomi akan terganggu dan bisa turun di angka 4 persen. “Normalisasi baru terjadi kita bisa turun pada pertumbuhan 4-4,6 persen di kuartal III dan IV,” tuturnya.

    Sementara itu, untuk skenario moderat, lanjutnya, pemulihan ekonomi bisa dilakukan pada bulan Agustus 2021. Sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi menguat ke angka 5 persen.

    “Jika skenarionya moderat, bisa menyelesaikan dan menjaga pemulihan dari mobilitas di mana penyebaran Covid-19 bisa terkendali sampai dengan akhir Juli dan kemudian Agustus bisa normal kembali maka kita berharap pertumbuhan di kuartal III bertahan di atas 5 persen dan menguat kembali di kuartal IV,” jelasnya.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSMI Tegaskan APBN Responsif Hadapi Covid-19 dan Pulihkan Ekonomi
    Next Article Sambut Harpelnas, BPJAMSOSTEK Gelar Lomba Video Pendek Jaminan Perlind
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.