Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Tomat Picu Inflasi Kota Yogyakarta Capai 0,05 Persen – KRJOGJA
    Ekonomi

    Tomat Picu Inflasi Kota Yogyakarta Capai 0,05 Persen – KRJOGJA

    September 1, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tomat Picu Inflasi Kota Yogyakarta Capai 0,05 Persen – KRJOGJA 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    YOGYA, KRJOGJA.com – Perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,05 persen pada Agustus 2021 atau terjadi kenaikan indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,16 pada Juli 2021 menjadi 107,21 pada Agustus 2021.

    “Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi tersebut sebesar 0,00 persen adalah tomat naik 35,27 persen Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan inflasi diantaranya cabai rawit turun 38,55 persen dengan memberikan andil sebesar -0,05 persen,” kata Kepala BPS DIY Sugeng Arianto di Yogyakarta, Rabu (1/9/2021).

    Sugeng mengatakan inflasi terjadi karena naiknya harga yang ditunjukkan oleh kenaikan IHK konsumen kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,02 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,07 persen serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen. Selanjutnya kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,17 persen, kelompok pendidikan 0,43 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,08 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,35 persen.

    “Kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki 0,19 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,08 persen. Adapun kelompok yang relatif stabil yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga,” tuturnya.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleFKL 2021 Mencari Tiga Katagori UKM Terbaik di Lima Destinasi Super Prioritas – KRJOGJA
    Next Article 7 Kepala Daerah Terlibat Kasus Jual Beli Jabatan pada 2016-2021
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.