Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Tumbuh Bagus di Kuartal II 2021, Hati-Hati Kuartal III Bisa Susut Lagi
    Ekonomi

    Tumbuh Bagus di Kuartal II 2021, Hati-Hati Kuartal III Bisa Susut Lagi

    August 7, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tumbuh Bagus di Kuartal II 2021, Hati-Hati Kuartal III Bisa Susut Lagi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Perekonomian Indonesia telah keluar dari resesi berkat pertumbuhan kuartal II 2021 yang naik menembus level 7 persen. Namun, Direktur center of economic and law studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan, pertumbuhan ekonomi dapat kembali minus pada kuartal III.

    Menurutnya, perkiraan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan kasus penularan Covid-19 dan penerapan PPKM level 4 yang mengakibatkan aktivitas masyarakat dan roda ekonomi rakyat menjadi sangat lambat.

    “Jangan keburu senang dulu karena pemulihan semu satu kuartal. Konsumsi rumah tangga bisa melemah lagi, dan motor dari investasi juga terpengaruh dengan adanya PPKM. Realisasi investasi bakal delay atau tertunda, investor wait and see dulu kapan kasus harian turun signifikan juga pelonggaran mobilitas dilakukan,” ujarnya saat dihubungi oleh JawaPos.com, Sabtu (7/8).

    Bhima mengatakan, yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah untuk mengantisipasi kuartal-kuartal selanjutnya agar ekonomi Indonesia bisa selamat dan tetap berada dalam pertumbuhan positif.

    Bahkan, menurutnya, pertumbuhan tinggi yanh dialami pada kuartal II merupakan hal yang wajar karena pada periode yang sama tahun lalu ekonomi RI anjlok sangat dalam yaitu minus 5,3 persen. “Jadi ada sedikit pemulihan saja langsung positif tinggi. Ini disebut low base effect,” imbuhnya.

    Selain itu, lanjutnya, pada kuartal II pemerintah belum melakukan pembatasan secara ketat bahkan melakukan beberapa relaksasi pada aktivitas masyarakat dan mobilitas. Sehingga hal itu mengerek Indeks Keyakinan Konsumen naik menjadi 107,4 karena daya beli masyarakat yang optimis.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKPK Tolak Laksanakan Rekomendasi Ombudsman, Pakar: Alasan Harus Jelas
    Next Article Atlet Berprestasi di Olimpiade Harus Diberi Bonus Besar
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.