Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Tumpas Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata City
    News

    Tumpas Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata City

    August 3, 2018No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Tumpas Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata City

    Ilustrasi prostitusi (Foto: theguardian)

    Jakarta – Kasus prostitusi anak kembali terjadi di tanah air, tepatnya di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Tiga remaja perempuan yaitu NI (17), IF (16), dan ASW (15) asal Depok Jawa Barat diduga telah menjadi korban prostitusi di kawasan tersebut sejak satu tahun yang lalu.

    Mirisnya, dari dua pelaku kejahatan tersebut yaitu NR (20) dan MS (17), salah satunya masih tergolong usia anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyayangkan kembali terjadinya kasus prostitusi anak dan berencana untuk bersurat kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen dalam menindaklanjuti permasalahan tersebut.



    Menteri Yohana juga meminta kepada pihak terkait untuk memberikan ganti rugi (restitusi) serta menyediakan fasilitasi rehabilitasi bagi korban.

    “Kasus ini merupakan bentuk kejahatan eksploitasi seksual pada anak yang tergolong berat, sekaligus bentuk kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” tegas Yohana.

    Baca juga :

    • Menteri Yohana Minta Percepat Sekolah Perempuan
    • Keluarga Berperan Sangat Penting dalam Pemenuhan Hak Anak
    • HAN 2018, Menteri Yohana: Anak Indonesia Anak Genius

    Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Bareskrim Polri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemekumham), Lembaga Perlindungan Saksi dan/Korban (LPSK) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA) serta Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi DKI Jakarta, dalam menangani dan mengawal perkembangan kasus ini.

    Selain itu memberikan penanganan rehabilitasi dan trauma healing bagi para korban, serta membahas langkah preventif yang perlu dilakukan agar kedepan tidak ada lagi kasus serupa terjadi.

    Menteri Yohana menambahkan, bahwa KemenPPPA terus melakukan upaya pencegahan (preventif) seperti menerapkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi serta transaksi elektronik (ITE), atau teknologi informasi, yang secara umum memuat kode etik dalam memanfaatkan teknologi informasi.

    Selain itu melaksanakan program unggulan KemenPPPA,  Three Ends (Akhiri Perdagangan Manusia, Akhiri Kekerasan pada Perempuan dan Anak, dan Akhiri Kesenjangan Akses Perempuan di Bidang Ekonomi), diantaranya dengan membentuk/memperkuat Gugus Tugas Penanganan  Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PTPPO) untuk mengefektifkan dan menjamin pelaksanaan pencegahan dan penanganan TPPO.

    Komisioner KPAI, Ai Maryati mengungkapkan sekitar empat kasus prostitusi anak di Apartemen Kalibata City telah berhasil diungkap Kepolisian sejak 2015-Januari 2017.  

    Pelaku yang kini sedang diproses oleh Polsek Pancoran Jakarta Selatan, mengakui merekrut korban melalui jaringan pertemanan, hubungan asmara hingga teman sepermainan di sekolah. Sebagian besar korban yang direkrutnya berasal dari Depok dan Bogor.

    Laki-laki hidung belang yang menjadi pelanggan mereka pun umumnya dicari dari sejumlah aplikasi media sosial, seperti BeeTalk, Facebook, Lendir.org, dan WeChat. Kasus kejahatan ini adalah sindikat jaringan prostitusi, yang merekrut korbannya hingga ke Indramayu, Sukabumi, Tasikmalaya, Kuningan, dan beberapa daerah lain di Jawa Barat.

    “Kami telah bertemu dengan perwakilan Rukun Tetangga (RT) dan perwakilan warga Apartemen Kalibata City untuk membahas dan merencanakan pembentukan Komunitas Anti Perdagangan Orang (Community Watch) dalam menangani kasus prostitusi anak yang diduga sebagai TPPO,” ujar Ai.

    Pertemuan tersebut menguak apa saja faktor penyebab maraknya kasus prostitusi di apartemen tersebut. Diantaranya yaitu akses masuk apartemen yang tertutup dan hanya bisa diakses oleh pemilik lantai, sehingga warga lain tidak bisa mengawasi siapa saja tamu yang masuk karena akses yang terbatas.

    Faktor lainnya yaitu petugas keamanan yang kurang koorperatif dalam mencegah terjadinya kasus prostitusi. Selain itu banyak kamar apartemen yang disewakan bulanan/mingguan/harian sehingga penyewa sangat mudah berganti-ganti; adanya usaha seperti panti pijat; belum adanya aparat yang masuk untuk berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen; dan bebasnya penggunaan media sosial sehingga mempermudah adanya praktek prostitusi.

    “Pengelola juga kurang menyediakan fasilitas umum dan sosial, seperti tempat bermain anak, posyandu, tempat berkumpul warga, dan lain-lain sehingga baik anak-anak, perempuan, dan warga lainnya kesulitan untuk bersosialisasi.” ungkap Yohana.

    Untuk itu KemenPPPA bersama seluruh pihak terkait sepakat untuk mengambil langkah cepat dalam menyelesaikan kasus ini, yaitu dengan melibatkan Dinas PPPA, UPTD PPA dan Kepolisian, untuk menginformasikan hotline 112, sebagai tempat pengaduan kasus bagi masyarakat. Kemudian tersedianya Pos Pengaduan di 12 lokasi Jakarta selatan, dengan satuan tugas perlindungan perempuan dan anak (Satgas PPA) yang siap membantu. LPSK juga siap memberikan perlindungan bagi warga yang menjadi saksi, korban dan pelapor jika mendapat ancaman. KemenPPPA berencana membentuk “Posko Perlindungan Perempuan dan Anak’’ di Apartemen Kalibata City serta Komunitas Anti TPPO, mengingat banyaknya masalah terkait perempuan dan anak yang terjadi di sana.

    “Kita semua menyadari bahwa anak adalah generasi harapan masa depan, yang akan menjadi pemegang estafet kepemimpinan. Oleh karena itu mari kita lindungi anak-anak kita agar terbebas dari segala bentuk kejahatan eksploitasi yang mengancam. Anak yang sehat lahir batin, cerdas dan berakhlak serta berkarakter agar bisa membawa bangsa dan negara kita ini menjadi lebih baik kelak,” tutup Menteri Yohana.

    TAGS : Prostitusi Anak Yohana Yembise Apartemen Kalibata City

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/38760/Tumpas-Prostitusi-Anak-di-Apartemen-Kalibata-City/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMenang Kasasi di MA, Fahri Temui Anis Matta
    Next Article Fahri Nilai Sohibul Iman Rusak PKS Secara Masif
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.