Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Untuk Fasilitas Kesehatan RI, ADB Setujui Pinjaman Rp 10,1 Triliun
    News

    Untuk Fasilitas Kesehatan RI, ADB Setujui Pinjaman Rp 10,1 Triliun

    December 14, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Untuk Fasilitas Kesehatan RI, ADB Setujui Pinjaman Rp 10,1 Triliun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Untuk Fasilitas Kesehatan RI, ADB Setujui Pinjaman Rp 10,1 Triliun 2
    Ilustrasi – Kantor pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina. (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Pinjaman investasi sebesar 650 juta dolar AS atau setara dengan Rp 10,1 triliun untuk meningkatkan dan memperbaiki fasilitas perawatan kesehatan primer dan laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia telah mendapatkan persetujuan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB).

    Perbaikan fasilitas kesehatan tersebut nantinya akan meningkatkan pencegahan, deteksi, serta pengobatan penyakit menular, penyakit tidak menular, dan kondisi kesehatan lainnya.

    “Ini adalah yang ketiga dari rangkaian dukungan ADB kepada Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan dan melaksanakan Agenda Transformasi Kesehatan Indonesia pascapandemi,” kata Direktur Pengembangan Manusia dan Sosial ADB Karin Schelzig, dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (14/12).

    Karin menyebutkan, proyek Peningkatan dan Penguatan Perawatan Kesehatan Primer dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Primary Healthcare and Public Health Laboratories Upgrading and Strengthening/PLUS) secara langsung mendukung dua proyek pemerintah di bawah Agenda Transformasi Kesehatan Indonesia.

    Kedua proyek tersebut yakni Penguatan Perawatan Kesehatan Primer di Indonesia (Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia/SOPHI) serta Penguatan Sistem Laboratorium Kesehatan Publik di Indonesia (Indonesia-Public Health Laboratory System Strengthening/InPULS).

    Proyek yang sangat penting tersebut, lanjut dia, memiliki investasi total hampir empat miliar dolar AS dan dibiayai bersama dengan tiga bank pembangunan multilateral lainnya, yakni Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Investment Infrastructure Bank/AIIB, Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IsDB), dan Bank Dunia.

    Adapun berbagai proyek itu akan mengatasi sejumlah kesenjangan dan disparitas kritis dalam kesiapan pelayanan fasilitas perawatan kesehatan primer, laboratorium kesehatan masyarakat, dan rumah sakit rujukan di Indonesia dalam upaya mencapai akses universal terhadap layanan kesehatan berkualitas, serta meningkatkan ketangguhan dan kekokohan sistem kesehatan.

    Proyek PLUS akan melengkapi lebih dari 10 ribu fasilitas perawatan kesehatan primer dan lebih dari 500 laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia agar benar-benar dapat memenuhi standar layanan minimum yang ditetapkan pemerintah.

    Dukungan tersebut akan termasuk pengadaan peralatan, pengiriman, pemasangan, pelatihan bagi pengguna, layanan pengoperasian dan pemeliharaan, serta peningkatan kapasitas dalam pengoperasian dan pemeliharaan.

    Sementara itu, Direktur ADB untuk Indonesia Jiro Tominaga menambahkan investasi ADB yang baru saja diberikan akan menjadi pondasi bagi standardisasi layanan perawatan kesehatan primer dan pengurangan kesenjangan akses ke layanan yang memiliki standar, terutama bagi kelompok miskin, penduduk di perdesaan, dan di daerah terpencil.

    “ADB senang dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi kesenjangan kritis tersebut,” ujarnya.

    Di sisi lain, Jiro menilai proyek itu akan berkontribusi signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim di sektor kesehatan melalui peningkatan fasilitas dengan peralatan yang hemat energi.

    Penguatan jaringan laboratorium kesehatan masyarakat juga akan memperkuat ketangguhan dan kesiapsiagaan kesehatan guna menanggulangi ancaman pandemi di masa mendatang, termasuk yang berkaitan dengan perubahan iklim. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDiguncang Gempa, 68 Rumah di Sukabumi Rusak
    Next Article Kapolri Pimpin Sertijab Perwira Tinggi Polri
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.