Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»UPTD BPTPH, Intensifkan Gerakan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pisang
    Ekonomi

    UPTD BPTPH, Intensifkan Gerakan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pisang

    November 10, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    UPTD BPTPH, Intensifkan Gerakan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pisang 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    UPTD BPTPH, Intensifkan Gerakan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pisang 2
    Kepala BPTPH Bali Nyoman Suastika saat memberi bantuan pengendalian OPT dan sosialisasi di Melaya, Jembarana. (BP/Istimewa)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam upaya mendukung visi Gubernur Bali Nangun Sat Kerti Loka Bali, peran UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) terus ditingkatkan. BPTPH berperan dalam mengamankan produksi dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berorientasi pada peningkatan produksi yang berdaya saing dan ramah lingkungan.

    “Jika terjadi kebakaran, biasanya masyarakat memanggil pemadam kebakaran. Sedangkan pada kerusakan tanaman akibat OPT atau hama, masyarakat khususnya petani bisa meminta bantuan ke UPTD BPTH Bali,” ujar Kepala UPTD BPTPH Ir. Nyoman Suastika, Selasa (10/11).

    Belum lama ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melalui UPTD BPTPH menyelenggarakan Gerakan Pengendalian OPT Ramah Lingkungan pada Tanaman Pisang. Gerakan Pengendalian tanaman Pisang telah dilaksanakan di Kelompok Tani Damuh Merta, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, dengan luas gerakan pengendalian 5 hektare.

    Dijelaskan Gerakan Pengendalian OPT Pisang dilaksanakan di beberapa Kabupaten sentra pengembangan produksi, seperti di Jembrana, Karangasem dan Buleleng. Dengan luas pengendalian 15 hektare.

    Bahan pengendalian yang diberikan adalah Pupuk Organik, Agens Pengendali Hayati (APH) Trichoderma sp. dan Pseudomonas fluorescens.

    Ketua Kelompok Tani I Gede Nasa mengatakan saat ini kendala yang dihadapi adalah serangan OPT. Seperti layu fusarium dan Pseudomonas yang umumnya banyak menyerang pisang jenis pisang saba. (Adv/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSiap mengaspal, ini fitur dan penyegaran All New Honda Scoopy 2020
    Next Article Hari Ini, Tambahan Pasien COVID-19 Sembuh Nasional Lebih Sedikit dari Kasus Baru
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.