Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Utak-Atik RUU HIP, BMI: Jangan Permainkan Rakyat di Tengah Krisis
    News

    Utak-Atik RUU HIP, BMI: Jangan Permainkan Rakyat di Tengah Krisis

    July 2, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Utak-Atik RUU HIP, BMI: Jangan Permainkan Rakyat di Tengah Krisis

    Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi

    Jakarta, Jurnas.com – Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi menyesalkan upaya pemerintah yang masih mengutak-atik Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

    Farkhan mengendus ada upaya pemerintah mengelabui masyarakat dengan mengganti judul RUU HIP menjadi RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP).

    “Cara seperti ini sama halnya dengan mempermainkan dan bersikap kurang ajar di tengah rakyat yang masih sibuk melawan Covid-19,” ujar Farkhan, Kamis (2/7/2020).

    Farkhan berharap jangan sampai Pancasila kembali dijadikan alat untuk merusak persatuan bangsa. Sebab bangsa Indonesia sudah punya sejarah kelam tentang benturan idiologi dan azas negara di masa lalu.

    Sebagai sayap Partai Demokrat, jelas Farkhan, BMI menilai upaya perlawanan terhadap RUU HIP adalah sebagai upaya menjaga eksistensi NKRI secara menyeluruh.

    “Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah menjaga Pancasila secara bersama-sama bukan malah menguasai seolah-olah milik kelompok tertentu,” paparnya.

    Farkhan pun menilai akan sia-sia segala rekonsiliasi pasca-pemilu, kalau RUU ini tetap dipaksakan. Apalagi sebelumnya pemerintah membuat polemik besar yaitu RUU KPK beberapa bulan lalu.

    “Seharusnya pemerintah utamanya DPR yang masih ngotot meloloskan RUU ini juga sadar dan memahami situasi, untuk segara keluar dari krisis kita butuh stabilitas sosial dan polituk,” jelas Farkhan.

    Sangat aneh jika RUU HIP ini masih dipaksakan untuk dibahas, padahal dua ormas besar NU dan Muhammadiyah secara jelas menolak.

    “Kalau NU dan Muhammadiyah sudah bereaksi, ditambah MUI, berarti tinggal segelintir yang berada di Pendukung pemerintah terutama menyangkut RUU HIP,” jelasnya.

    “Pemerintah harusnya sadar, melalui ormas dan lembaga inilah sebenarnya stabilitas sosial dan politik bisa terjaga. Kalau masih ga paham, saya khawatir jangan-jangan pemerintah sekarang berjalan dengan gerbong kosong,” tuntas Farkhan.

    TAGS : RUU HIP Bintang Muda Indonesia

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/74787/Utak-Atik-RUU-HIP-BMI-Jangan-Permainkan-Rakyat-di-Tengah-Krisis/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBaleg DPR Sepakat Kurangi 16 RUU dari Prolegnas
    Next Article Hasto: Covid-19 Adalah Masalah Bersama
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.