Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»VW sebut tantangan terbesar transisi EV adalah produksi baterai
    Automotive

    VW sebut tantangan terbesar transisi EV adalah produksi baterai

    July 2, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    VW sebut tantangan terbesar transisi EV adalah produksi baterai 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Chief Financial Officer Volkswagen (VW) Arno Antlitz berpendapat tantangan sebenarnya dari transisi ke kendaraan listrik (EV) di Eropa adalah produksi dan rantai pasok baterai yang cukup untuk memberi daya pada kendaraan.

    “Ini adalah tujuan yang menantang. Kami pikir itu bisa dilakukan. Topik yang paling menantang bukanlah meningkatkan pabrik mobil. Topik yang paling menantang adalah meningkatkan rantai pasokan baterai,” kata Antlitz dikutip dari Reuters, Sabtu.

    Hal tersebut menyusul kesepakatan Uni Eropa untuk menghapus mobil bermesin pembakaran hanya dalam waktu 12 tahun demi memerangi perubahan iklim. Uni Eropa juga mengharuskan mobil baru yang dijual di blok tersebut untuk mengeluarkan nol CO2 mulai tahun 2035.

    Baca juga: VW belum berencana hidupkan kembali pabrik di Rusia

    Kebijakan tersebut akan membuat perusahaan otomotif untuk tidak mungkin menjual mobil bermesin pembakaran internal (ICE).

    Komisi Eropa pertama kali mengusulkan kebijakan tersebut pada musim panas lalu, yang bertujuan untuk memangkas emisi pemanasan planet dekade ini. Terdapat kemungkinan proposal itu akan menjadi undang-undang Uni Eropa.

    VW telah mengatakan akan berhenti menjual mobil bermesin pembakaran di wilayah tersebut sesuai dengan tanggal target, namun, beberapa pembuat mobil yang tertinggal jauh dalam perlombaan untuk mengembangkan kendaraan listrik seperti Toyota, mungkin kesulitan untuk memenuhinya. Pembuat mobil Jepang menolak berkomentar lebih lanjut.

    Fokus pada baterai

    Pembuat mobil besar telah berlomba untuk mengamankan pasokan sel baterai, tetapi menemukan bahan baku baterai yang cukup mungkin menjadi masalah yang lebih besar.

    Kegagalan untuk mendapatkan pasokan lithium, nikel, mangan, atau kobalt yang memadai dapat memperlambat peralihan ke EV, membuat kendaraan tersebut lebih mahal dan mengancam margin keuntungan pembuat mobil.

    Chief Executive Officer Stellantis Carlos Tavares mengatakan bulan lalu dia memperkirakan kekurangan baterai EV akan melanda industri otomotif pada 2024-2025 karena produsen mencoba meningkatkan penjualan EV sambil tetap membangun pabrik baterai baru.

    Tavares mengatakan keputusan UE “bukan kejutan” bagi perusahaan. “Jadi, bagi kami itu bukan kabar baik, juga bukan kabar buruk, itu persis asumsi yang kami miliki dalam rencana kami.”

    Rencana itu menyerukan agar Stellantis hanya menjual EV di Eropa pada tahun 2030.

    Tavares berada di Tremery, Prancis untuk mengumumkan rencana percepatan produksi motor listrik di pabrik yang telah bertahun-tahun menjadi operasi produksi mesin diesel terbesar di dunia.

    Kesepakatan Uni Eropa di Luksemburg dicapai setelah lebih dari 16 jam negosiasi, dengan Italia, Slovakia, dan negara-negara lain menginginkan penghentian itu ditunda hingga 2040.

    Negara-negara akhirnya mendukung kompromi yang mempertahankan target 2035 dan meminta Brussel untuk menilai pada 2026 apakah kendaraan hibrida dapat memenuhi tujuan tersebut.

    Proposal 2035 dirancang agar, secara teori, semua jenis teknologi mobil seperti hibrida atau mobil yang menggunakan bahan bakar berkelanjutan dapat mematuhinya, selama itu berarti mobil tersebut tidak memiliki emisi karbon dioksida.

    Tinjauan Komisi 2026 akan menilai kemajuan teknologi apa yang telah dibuat dalam mobil hibrida untuk melihat apakah mereka dapat memenuhi tujuan pada 2035.

    Baca juga: Aplikasi pihak ketiga mobil terkoneksi rentan pencurian data

    Baca juga: Ducati jalin kerjasama dengan VW untuk pasar Argentina

    Baca juga: Mercedes-Benz, VW optimis penuhi larangan mesin pembakaran di UE 2035

    Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
    Editor: Alviansyah Pasaribu
    Copyright © ANTARA 2022

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBUPDA Desa Adat Unggahan Sediakan Sarana Upakara untuk Krama
    Next Article Lamborghini investasi 1,8 miliar euro untuk transisi EV
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.