Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Wajar Anak Self Talk, Dengan Catatan Konten yang Disampaikan Positif
    Lifestyle

    Wajar Anak Self Talk, Dengan Catatan Konten yang Disampaikan Positif

    March 28, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Wajar Anak Self Talk, Dengan Catatan Konten yang Disampaikan Positif 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Bunda, pernah melihat anak asyik ngomong sendiri (self talk)? Misalnya, tiba-tiba anak seru sekali ngomong sama boneka atau action figure-nya. Nah, parents, kira-kira normal tidak ya? Apa jangan-jangan anak mengidap masalah serius?

    —

    PRINCIPAL child psychologist Tentang Anak Grace Eugenia Sameve mengatakan, self talk adalah ketika anak berbicara sendiri, saat sedang mencoba memecahkan masalah atau mencari cara memanipulasi sebuah benda. Misalnya mainan. Tak jarang, anak juga akan terlihat berbicara “sendiri” dengan benda lain. Seperti dengan boneka atau action figure saat bermain pura-pura.

    Biasanya self talk mulai sering ditunjukkan ketika anak usia 2 tahun, saat jumlah kosakata yang diketahui mulai banyak. Grace menjelaskan bahwa self talk biasanya dilakukan saat anak menghadapi situasi yang menantang atau sulit. “Di situasi menantang, self talk dapat membantu anak meyakinkan diri sendiri, mengelola emosi dan menenangkan diri, mencari solusi atau membuat keputusan,” paparnya.

    Sebetulnya, lanjut Grace, self talk tak jarang mulai muncul ketika anak berusia di bawah 1 tahun. Atau biasa disebut crib talk. Biasanya bayi sudah mulai mengeluarkan suara-suara sendiri. Seperti “aaaaa” atau “uuuuuu” saat diletakkan di tempat tidur bayi dalam kondisi terjaga.

    Lantas, self talk bisa berlanjut hingga anak usia berapa ya? Grace mengungkapkan, umumnya self talk akan mulai “hilang” ketika anak kelas II atau III SD. Di sini definisi “hilang” bukan berarti benar-benar sirna. Umumnya, di usia tersebut, self talk mulai bertransisi menjadi inner speech (berbicara dengan diri sendiri di dalam hati).

    Di saat yang sama, ada beberapa momen anak akan tetap self talk. Nyatanya, bukan hanya anak, tak jarang parents juga secara sadar atau tidak, sesekali akan berbicara dengan diri sendiri juga kan ya? Hehe.

    Meski wajar, mom-dad tetap perlu memperhatikan konten self talk anak. Misalnya jika parents menemukan konten self talk anak yang tidak berarti, seperti pengulangan suku kata yang acak, tidak sesuai dengan konteks, atau yang tidak membangun dan negatif. Misalnya, “Aku bodoh” atau “Aku tidak mungkin bisa”, maka parents harus bertindak.

    Parents juga perlu lebih waspada apabila frekuensi self talk-nya justru meningkat, bahkan hingga mengganggu atau membatasi interaksi sosial, seiring dengan bertambahnya usia anak. Karena itu, sebelum berasumsi langsung bahwa anak self talk karena merasa kesepian, Grace menyarankan parents untuk mencari tahu lebih lanjut dulu tujuan dan konten dari self talk anak.

    Apabila parents khawatir atau tidak yakin dengan penilaian sendiri, Grace merekomendasikan untuk berkonsultasi ke ahli. Terutama apabila konten self talk anak mengarah ke negatif dan berlanjut hingga usia anak bertambah. “Misalnya ditentang anak, bisa tanya ahli by apps juga,” tuturnya.

    ANAK SELF TALK, BAGAIMANA SIKAP PARENTS?

    1. Dilihat dulu usia anak.

    2. Perhatikan konten. Jangan buru-buru negative thinking.

    3. Kalau konteks dan kontennya aman, biarkan saja dulu. Nggak apa-apa kok, Mom.

    4. Jika masih worries, tenang. Parents bisa berkonsultasi kepada ahlinya. Misalnya konsultasi by apps atau call.

    APA YANG PERLU DIHINDARI?

    1. Jangan bilang aneh.

    2. Jangan bilang malu-maluin di depan umum. Anak bisa lebih shock.

    3. Hindari melabeli anak seperti bodoh atau jelek. Dikhawatirkan, anak akan mengadopsi kata-kata itu saat self talk.

    Berbagai sumber diolah


    *) GRACE EUGENIA SAMEVE, Principal Child Psychologist Tentang Anak


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleNaik Trans Jogja, Cuma Bayar Rp 1 Pakai E-Money BNI – KRJOGJA
    Next Article Bertambah Satu Lagi, Rute Penerbangan Internasional Mendarat Perdana di Bandara Ngurah Rai
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.