Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»WHO Selesaikan Rumusan Peta Jalan Sistem Kesehatan Darurat
    News

    WHO Selesaikan Rumusan Peta Jalan Sistem Kesehatan Darurat

    September 9, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    WHO Selesaikan Rumusan Peta Jalan Sistem Kesehatan Darurat 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    WHO Selesaikan Rumusan Peta Jalan Sistem Kesehatan Darurat 2
    Ilustrasi – Badan kesehatan dunia (WHO). (BP/Ant).

    JAKARTA, BALIPOST.com – Perumusan peta jalan tentang keamanan kesehatan dan ketahanan sistem kesehatan untuk keadaan darurat 2023-2027 telah dirampungkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Wilayah Asia Tenggara.

    “Peta jalan ini bertujuan untuk melindungi mereka yang rentan dan ekonomi dari dampak darurat kesehatan masyarakat dengan memperkuat keamanan kesehatan nasional dan regional dan ketahanan sistem kesehatan,” kata Direktur Regional WHO Asia Tenggara Dr Poonam Khetrapal Singh melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (9/9).

    Ia mengatakan peta jalan tersebut telah dirumuskan melalui konsultasi terperinci dengan negara-negara anggota dan para ahli, serta memasukkan prioritas dan rekomendasi global dan regional berdasarkan pengalaman pandemi COVID-19.

    Peta jalan tersebut diharapkan memperkuat sistem jaminan kesehatan untuk mengurangi risiko, mendeteksi dini, mencegah, dan merespons kedaruratan kesehatan masyarakat serta pulih dari dampaknya. “Peta jalan ini juga berupaya untuk memperkuat tata kelola, pembiayaan, dan fungsi pendukung untuk kesiapsiagaan darurat dan respons lonjakan,” katanya.

    Khetrapal Singh mengatakan Dewan Darurat Kesehatan Regional (RHEC) yang terdiri atas kepala negara-negara anggota WHO Wilayah Asia Tenggara, sedang direncanakan sejalan dengan usulan Direktur Jenderal WHO Dr Tedros tentang Dewan Darurat Kesehatan Global.

    Khetrapal Singh memastikan pemimpin politik tingkat tertinggi telah berkomitmen untuk kesiapsiagaan dan respons terhadap keadaan darurat kesehatan dalam upaya menyelamatkan nyawa dan mata pencarian masyarakat.

    Kerangka acuan terperinci dan modal operasional RHEC akan diselesaikan melalui konsultasi dengan negara-negara anggota pada waktunya.

    WHO Asia Tenggara juga meluncurkan peta jalan untuk kesiapsiagaan diagnostik, jaringan laboratorium terpadu, dan pengawasan genomik 2023-2027.

    Peta jalan tersebut dikembangkan melalui strategi berkelanjutan guna meningkatkan laboratorium nasional negara anggota dalam merespons lebih efektif penyakit yang muncul dan muncul kembali, dan potensi kedaruratan kesehatan masyarakat lainnya.

    Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam agenda Health Business Gathering 2022 di Bali mengatakan Indonesia melakukan transformasi sistem kesehatan agar mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan yang sulit untuk diprediksi.

    Oleh karena itu, dibutuhkan kemandirian farmasi dan alat kesehatan melalui transformasi sistem kesehatan, mencakup ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan, dan mengembangkan teknologi, digitalisasi serta bioteknologi. “Kami memiliki enam pilar dan salah satu pilar adalah ketahanan farmasi, alat kesehatan dan bioteknologi, dan itu sudah kami bahas dalam forum (Health Business Gathering) ini,” ujarnya.

    Menurut dr Dante, hal tersebut dapat diupayakan dengan memperkuat perusahaan farmasi dan perusahaan alat kesehatan serta pengembangan teknologi, digitalisasi dan bioteknologi.

    Strategi yang dilakukan antara lain, untuk vaksin, pemerintah Indonesia akan memproduksinya sebanyak 14 jenis antigen untuk program vaksinasi yang akan digunakan tahun depan. Sementara terkait obat, pemerintah memproduksi enam dari sepuluh bahan baku obat terbesar yang paling sering digunakan.

    Selanjutnya untuk fitofarmaka, Dante mengatakan pemerintah mencoba untuk meningkatkan produksi dalam negeri terhadap 16 dari 19 perangkat medis yang paling sering digunakan untuk pemulihan pasien di Indonesia. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBerkas Kepengurusan Baru Partai PPP Masih Dikaji Menkumham
    Next Article Dua Jenasah Penerbang TNI AL Dimakamkan Berdampingan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.