Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»2021, Bali Tak Boleh Hanya Andalkan Pariwisata
    Ekonomi

    2021, Bali Tak Boleh Hanya Andalkan Pariwisata

    December 24, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    2021, Bali Tak Boleh Hanya Andalkan Pariwisata 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    2021, Bali Tak Boleh Hanya Andalkan Pariwisata 2
    Suasana pelaksanaan FGD Tanggap COVID-19 yang membahas ekonomi Bali di 2021. (BP/kmb)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Bali mengalami pertumbuhan -12,28 persen pada triwulan III 2020. Terburuk dibandingkan daerah lainnya secara nasional.

    Kepala Badan Pusat Statisik Bali Hanif Yahya mengatakan, kondisi ekonomi Bali berdasarkan data BPS mengalami kontraksi, terutama disebabkan lapangan usaha akomodasi, makanan dan minuman (akmamin). “Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan PMTB maupun ekspor luar negeri masih mencatat pertumbuhan positif,” ujar Hanif Yahya pada Focus Group Discussion (FGD) Tanggap Covid-19 di Warung 63 Denpasar, Rabu (23/12).

    Menurut Hanif Yahya, ketergantungan terhadap pariwisata yang berdampak pada anjloknya ekonomi Bali tidak bisa dihilangkan, karena Bali sudah identik dengan ekonomi pariwisata. Oleh karena itu, pariwisata harus dipertahankan. Namun harus ada pengembangan-pengembangan yang lebih tajam dan realistis terkait dengan usaha pariwisata ini.

    “Tidak hanya banyak kunjungan, sedangkan devisa yang masuk sedikit. Lebih baik kunjungan sedikit tapi devisa yang masuk banyak,’’ katanya mengingatkan.

    Hanif Yahya menegaskan, Bali tidak boleh hanya mengandalkan pariwisata tetapi harus ada juga sektor lain yang mendukung pariwisata. Berdasarkan data BPS, sektor pertanian pada triwulan III 2020 memberikan kontribusi sangat besar karena pariwisata anjlok.

    Pada triwulan III 2020, sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang paling tinggi sejak 2014. “Ini menjadi peluang masyarakat Bali untuk bisa mengembangkan potensi pertanian. Selain pertanian, ada lapangan usaha yang pertumbuhannya relatif stabil yaitu informatika dan komunikasi, sehingga potensi ini harus diberdayakan,” ujarnya.

    Ia berharap tahun 2021 kondisi Bali sudah mulai pulih. Hal ini diyakini dari sisi pengeluaran pemerintah dengan adanya instruksi dari Presiden bahwa pengadaan-pengadaan barang dan jasa sudah mulai dianggarkan dan pada Januari 2021 sudah bisa direalisasikan.

    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, kondisi ekonomi yang terpuruk tidak hanya terjadi di Bali, tetapi juga di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Di Eropa, Amerika, dan Asia juga menunjukkan model yang sama.

    Bahkan, proyeksi World Bank tahun 2020, pertumbuhan ekonomi dunia tumbuh -3,8 persen. “Thailand yang sumbangan pariwisatanya sebesar 15 persen terhadap PDRB saja susah bangkitnya, apalagi Bali,”’ ujarnya.

    Trisno Nugroho menegaskan, sektor pertanian menjadi hal yang perlu didorong. Ia meyakini, pada 2021 mendatang ekonomi Bali akan mengalami perbaikan. Karena secara qtq tahun 2020 yaitu triwulan II dan III sudah menunjukkan kenaikan yang cukup lumayan, sehingga bottom line sudah terlewati. “Sejak 31 Juli mulai ada kenaikan kunjungan dari 2.500 orang, 5.000 orang bahkan 13.000 orang. Kunjungan lewat Gilimanuk juga bertambah,” katanya memaparkan.

    Menurut Trisno Nugroho, indikator kebangkitan ekonomi Bali juga terlihat dari pengadaan sudah mulai meningkat jika dilihat dari indikator PMI (purchasing manager index). Di China dan Amerika juga sudah mulai bangkit, bahkan China telah mencatatkan pertumbuhan positif. “Di Indonesia, PMI juga sudah mulai naik karena pemesanan dari China sudah mulai banyak. Dengan bersinergi membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional, termasuk ekonomi Bali, saya yakin ekonomi Bali akan segera pulih,” tegasnya.

    Sementara itu, akademisi dari Undiknas Prof. I.B. Raka Suardhana mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bali pada 2021 diyakini positif. Karena perbandingannya adalah 2020 yang menunjukkan pertumbuhan yang negatif.

    Meski triwulan I 2021 akan terkoreksi sedikit dengan adanya pengetatan kunjungan ke Bali, namun akan mampu mengendalikan penyebaran COVID-19 lebih luas di Bali. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePasar Tak Menentu, Posisi Investasi Internasional Menyusut – KRJOGJA
    Next Article Kapolri Keluarkan Maklumat Kepatuhan Prokes saat Nataru, Ini Isinya
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.