Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»7 dari 11 Anak Terkontaminasi Senyawa Pemicu Gangguan Ginjal Akut
    News

    7 dari 11 Anak Terkontaminasi Senyawa Pemicu Gangguan Ginjal Akut

    October 21, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    7 dari 11 Anak Terkontaminasi Senyawa Pemicu Gangguan Ginjal Akut 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Kesehatan semakin menemukan titik terang dugaan penyebab gangguan ginjal akut. Dugaan kuat diakibatkan karena cemaran obat yang mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, dari hasil penelitian di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) terungkap dari 11 anak yang diteliti dalam pemeriksaan toksikologi atau pemeriksaan zat, 7 anak terkontaminasi senyawa kimia tersebut.

    Awalnya, kata dia, tim Kemenkes sempat menduga ketika ada kenaikan kasus mungkin dipicu oleh patogen atau bakteri, virus, dan parasit. Akan tetapi sampai September, tak ada bukti itu atau sangat sedikit virus di dalam tubuh anak setelah diselidiki dengan tes patologi.

    “Barulah saat ada kasus obat di Gambia dengan puluhan anak meninggal, maka mata kami terbuka. Kami mengujinya dengan tes toksikologi,” jelas Menkes Budi secara virtual, Jumat (21/10).

    “Hasil tes ternyata dari semua anak-anak. Dari 11 anak, 7 anak positif memiliki senyawa atau zat kimia senyawa tadi. Konfirm. Itu kan sudah lebih dari 50 persen. Ini disebabkan oleh senyawa kimia tadi,” tambahnya.

    Menurut Menkes Budi, jika senyawa kimia tadi itu masuk ke tubuh kita, maka tubuh akan mengubah metabolisme menjadi asam oksalat. Dan zat itu berbahaya.

    “Jika itu masuk ke ginjal jadi kristal oksalat. Sehingga kalau ada di ginjal balita, ya rusak ginjalnya,” paparnya.

    “Maka setelah kami teliti, oh ternyata ada ya senyawanya, pasti ginjalnya rusak tuh,” jelasnya.

    Setelah itu kembali dilakukan bbiopsi oleh RSCM kepada pasien atau double check. Dan ternyata benar terkonfirmasi.

    “Ternyata ginjal rusak adanya kalsium oksalat itu tadi. Ada kristalnya,” katanya.

    Editor : Eko D. Ryandi

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAncaman Resesi, Wamendag Optimistis Sektor Perdagangan jadi Backbone
    Next Article Waspada Ginjal Akut, Erick Minta KAEF hingga RS BUMN Cek Semua Obat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.