Andalannews.com – Program barak militer Dedi Mulyadi kini menuai sorotan sejumlah pihak. Inovasi ini pun diklaim sebagai salah satu solusi pembinaan anak nakal melalui pendekatan disiplin dan kasih sayang.
Dihimpun dari berbagai sumber, program barak militer adalah inisiatif pembinaan disiplin yang digagas Dedi Mulyadi yang kini menjabat Gubernr Jabar untuk menangani anak-anak yang terlibat kenakalan para remaja.
Setidaknya ada beberapa yang menjadi sasaran dari program barak militer Dedi Mulyadi ini antara lain remaja terlibat geng motor, tawuran, hingga tindakan kriminal yang sulit untuk dinasehati oleh para orang tua.
Latar Belakang Program Barak Militer

Fenomena kenakalan remaja sekarang ini disebut-sebut semakin marak di berbagai daerah khususnya di wilayah urban dan semi-urban Jawa Barat.
Tercatat begitu banyak anak-anak terjerat pergaulan bebas, geng motor, hingga kriminalitas akibat kurangnya perhatian keluarga, lingkungan yang keras, dan lemahnya pengawasan sosial.
Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta dan anggota DPR RI, menginisiasi program barak militer sebagai solusi alternatif terhadap sistem peradilan pidana anak, yang dinilai belum menyentuh akar permasalahan.
Anak-anak remaja yang dinilai bermasalah akan ditempatkan di sebuah barak khusus untuk dididik secara ketat namun dengan pendekatan yang tetap berlandaskan kasih sayang dan moralitas.
Barak militer itu apa?Dalam pengertian umum, barak militer adalah struktur yang dirancang untuk menampung prajurit secara aman dan terorganisasi
Sistem Program Barak Militer
Di barak yang memanfaatkan sarana dan prasarana militer milik TNI, para remaja yang masuk program ini bukan atas dasar paksaan, melainkan hasil kolaborasi dengan pihak keluarga dan pemerintah.
Program barak militer Dedi Mulyadi ini mengedepankan pendekatan pendidikan berbasis kedisiplinan, bukan militerisasi perang.
Kegiatan dalam program ini meliputi olahraga, kesenian, pengembangan minat dan bakat, serta pembiasaan pola hidup sehat, mulai dari keteraturan makan, minum, hingga menjauhkan peserta dari rokok dan obat-obatan terlarang.
Pendekatan Humanis dan Keunikan Program

Berbeda dengan stigma militerisasi yang keras, program ini mengedepankan pendekatan empatik. Dedi Mulyadi kerap terlihat langsung berinteraksi dengan peserta barak, bahkan memberikan motivasi secara personal, seperti:
-
Menyediakan makanan khas Sunda yang mengingatkan suasana rumah
-
Menceritakan kisah inspiratif dari tokoh-tokoh lokal
-
Memberikan hadiah atau penghargaan bagi anak yang menunjukkan perubahan signifikan
Program ini tidak semata-mata mendisiplinkan secara fisik, melainkan menghidupkan kembali rasa kasih sayang dan keterikatan emosional, yang sering kali hilang dari kehidupan mereka.
Dampak Positif di Masyarakat
Sejak digagas, Program Barak Militer telah menuai banyak pujian dari berbagai kalangan: mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, hingga netizen. Beberapa dampak positif yang sudah terlihat antara lain:
-
Penurunan kasus geng motor di wilayah Subang dan sekitarnya
-
Anak-anak yang kembali ke sekolah dan mengubah sikap
-
Meningkatnya peran keluarga dalam mendampingi anak-anak mereka
-
Menjadi rujukan bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa
Kritik dan Tanggapan
Meski banyak yang memuji, program ini tidak luput dari kritik. Beberapa pihak mempertanyakan legalitas dan pendekatan semi-militer yang digunakan.
Namun, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program ini tidak melanggar hukum, karena semua peserta mendapat persetujuan keluarga dan tidak mengalami kekerasan fisik maupun verbal.
Dedi juga menekankan bahwa ini adalah program pembinaan, bukan hukuman, dan justru menjadi bentuk pencegahan kriminalitas anak yang lebih solutif daripada memenjarakan.
Mengenal Dedi Mulyadi Figur di Balik Program Ini

Dedi Mulyadi dikenal sebagai tokoh yang unik, dengan gaya komunikasi yang lugas dan menyentuh akar budaya lokal. Program Barak Militer hanyalah satu dari sekian banyak inisiatif sosial yang telah ia lakukan, seperti:
-
Membagikan sembako dengan cara unik
-
Mengadopsi anak-anak yang kehilangan orang tua
-
Membangun fasilitas umum berbasis nilai budaya Sunda
Melalui media sosial, Dedi kerap mengunggah kegiatan pembinaan ini secara transparan agar masyarakat bisa melihat langsung proses dan hasilnya.
Dedi Mulyadi jabatannya apa?
Pria kelahiran 11 April 1971 ini adalah seorang aktivis dan politikus berkebangsaan Indonesia, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat untuk periode 2025-2030.
Masa Depan Program Barak Militer
Melihat efektivitasnya, banyak yang berharap program ini bisa direplikasi di kota atau kabupaten lain, dengan dukungan pemerintah daerah dan organisasi masyarakat. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada:
-
Komitmen aparat dan tokoh lokal
-
Keterlibatan keluarga peserta
-
Pengawasan publik agar tidak disalahgunakan
Program Barak Militer Dedi Mulyadi menjadi angin segar dalam pendekatan penanganan kenakalan remaja di wilayah Jawa Barat.
Dengan kombinasi antara kedisiplinan ala militer, pendekatan kasih sayang, serta sentuhan budaya lokal, program ini telah menunjukkan bahwa pembinaan karakter bisa dilakukan tanpa kekerasan maupun kriminalisasi.
Program ini bukan hanya soal mengubah anak-anak, tetapi juga tentang menyembuhkan luka sosial di tengah masyarakat yang sering kali abai terhadap generasi muda.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program barak militer untuk remaja bermasalah ini bertujuan membentuk karakter disiplin, mandiri, serta mengembalikan jati diri remaja sebagai generasi penerus bangsa.
Menurut KDM (sapaan akrab Dedi Mulyadi), maraknya perilaku brutal hingga tindak kriminal di kalangan remaja menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua dan negara.
“Kita tidak boleh kehilangan satu generasi yang seharusnya memiliki sifat luhur sebagai manusia Indonesia,” ujar KDM dikutip Andalannews.com dari laman resmi Bappeda.
Lebih lanjut, KDM menekankan keikutsertaan anak-anak dalam program ini harus mendapat persetujuan orang tua, mengingat mereka masih berada di bawah perwalian.
Selain itu, peserta tetap mempertahankan statusnya sebagai siswa di sekolah asal dan mengikuti kegiatan belajar-mengajar di lokasi barak militer.
“Ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama untuk menyelamatkan anak-anak dari ancaman pergaulan bebas, penggunaan gawai yang tidak sehat, serta kekurangan gizi akibat pola makan yang tidak teratur,” katanya menandaskan.




