Andalannews.com – Ide barak militer Dedi Mulyadi diapresiasi banyak pihak karena dianggap sebagai terobosan dalam membina karakter generasi muda, khususnya siswa yang terlibat kasus kenakalan remaja.
Gubernur Jawa Barat ini memutuskan untuk mengambil langkah tegas namun solutif, dengan mengirim siswa bermasalah ke barak militer agar mendapatkan pendidikan disiplin, nasionalisme, dan tanggung jawab. UK automatic cheap rolex Replica Watches uk for men here are at affordable prices. All the collections are available.
Ternyata, program ini bukan hanya menarik perhatian masyarakat, tapi juga mendapat dukungan dari TNI dan tokoh-tokoh nasional yang melihat tujuan utama program barak militer bagi siswa bermasalah.
Breitling Navitimer replica Tak sedikit yang awalnya meragukan efektivitas pendekatan ini. Namun setelah melihat hasil nyatanya di mana para siswa berubah menjadi pribadi yang lebih tertata dan penuh semangat hidup apresiasi mulai berdatangan.
Ide barak militer Dedi Mulyadi diapresiasi oleh tokoh seperti Kak Seto hingga Presiden Prabowo Subianto, karena program ini dianggap mampu menyentuh akar persoalan moral dan karakter pada remaja.
Bukan hanya sekadar ‘hukuman’, pendekatan ini membawa semangat pembinaan yang humanis namun tetap tegas. Melalui pelatihan fisik dan mental di bawah pengawasan TNI, para siswa diajarkan nilai-nilai penting. Quality replica watches online store: UK high quality breitling replica watches are all available.
Tak heran jika kini, ide barak militer Dedi Mulyadi diapresiasi sebagai bentuk inovasi pendidikan karakter yang patut dicontoh oleh daerah lain.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, menilai program Bela Negara langkah sangat gemilang karena mampu menyalurkan potensi setiap anak yang sebelumnya sulit berkembang karena kondisi lingkungan dan keluarga.
“Dari awal ketika saya ditanya, beri kesempatan. Saya lihat sendiri, saya berbicara sendiri dengan anak-anak,” ujar Seto Mulyadi..
“Sampai saat ini saya menyimpulkan bahwa ini adalah satu langkah yang sangat gemilang, ” tambah Seto atau akrab disapa Kak Seto.
Menurutnya, program Bela Negara menyalurkan potensi setiap anak yang pada dasarnya kreatif, energik penuh dengan dinamika, tapi karena lingkungan tidak kondusif akhirnya menyimpang.
Kak Seto akan terus mengikuti perkembangan program Bela Negara dan evaluasi eksternal jika ada kekurangan yang harus diperbaiki.
“Tetap harus dievaluasi sampai akhir, beberapa juga akan kami ikuti sehingga kalau itu hasilnya adalah positif, mohon jangan ragu-ragu. Mohon maaf jangan gengsi untuk dijadikan suatu gerakan nasional,” katanya.
Seto mengingatkan, pendidikan formal dan informal dalam keluarga perlu dilengkapi dengan pendidikan non formal. Bela Negara di Dodik Rindam III/Siliwangi Cikole Lembang, jadi salah satu alternatif.
“Ini salah satu contoh alternatif dan terbukti tadi. Dan saya saja yang lebih tegas, juga terpaksa meneteskan air mata karena terharu, tadi ada ibu yang sampai pingsan,” katanya.
“Pada dasarnya, anak membutuhkan uluran cinta dari orang tua, guru, termasuk dari pemimpin,” ungkap Kak Seto menandaskan.




