Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»JK: Butuh Tegas, Corona Tak Bisa Diajak Damai
    News

    JK: Butuh Tegas, Corona Tak Bisa Diajak Damai

    May 20, 2020No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    JK: Butuh Tegas, Corona Tak Bisa Diajak Damai

    Jusuf Kalla (Istimewa)

    Jakarta, Jurnas.com – Berdamai dengan corona jangan diartikan seolah-olah tidak ada apa-apa. Tapi harus diartikan kita harus waspada. Hal itu diungkapkan Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) pada program Opini AHA!, Rabu, (20/5/2020).

    JK menegaskan, corona tidak bisa diajak berdamai. JK berikan pesan untuk seluruh elemen masyarakat terkait penanganan virus corona. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, sampai media massa.

    Untuk pemerintah pusat, JK mengingatkan supaya pemerintah tegas dalam menjalankan kebijakan yang sudah dibuat untuk menangani penyebaran corona, yaitu PSBB. Menurutnya, kunci keberhasilan tangani corona adalah kecepatan dan ketegasan.

    “Kita memang agak telat memulainya. Maka dari itu butuh ketegasan.” tegasnya.

    Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu mencontohkan kasus di beberapa negara yang dinilai berhasil menangani corona. Seperti Vietnam dan Taiwan. Menurutnya, dua negara itu telah menerapkan kebijakan yang ketat dan tanggap. Berbeda dengan Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Inggris yang dinilai lamban dan tidak tegas. “Meskipun mereka adidaya, mereka tak berkutik.” ujar JK.

    Sementara itu, untuk pemerintah daerah, JK meminta agar para kepala daerah menjalankan aturan dari pemerintah pusat secara tegas. “Pemerintah pusat itu kan buat aturan umumnya. Pelaksanaannya da di daerah karena ada otonomi daerah.” imbuhnya.

    Baca juga.. :

    • Aksi Berbagi Bingkisan Lebaran Perkuat Solidaritas Repdem Kota Bogo
    • Hadir di Rapat Panja RUU Omnibus Law Ciptaker, Begini Alasan PKS
    • Mitsubishi Motors Berikan Berbagai Program Penjualan Menarik di Mei 2020

    Di sisi lain, menurutnya masyarakat juga harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang diinstruksikan pemerintah. Seperti menghindari keramaian, jaga jarak, dan bekerja dari rumah.

    “Ini bukan hanya masalah pemerintah. Semua orang di dunia ini kena, makanya harus saling mengingatkan.” ujar Ketua PMI ini. Untuk masyarakat, menurut JK ada dua cara menghadapi corona. Yaitu menghindari atau membunuhnya.

    JK melanjutkan, pemerintah harus memprioritaskan penanganan kesehatan ketimbang stimulus ekonomi.“Mau pakai stimulus apapun, kita juga tidak ada dananya. Harus mengutang lagi terus. Intinya adalah menghidupkan kembali ekonomi dengan cara membunuh virus ini.” imbuhnya. Menurutnya, bila virus bisa ditangani, otomatis perekonomian akan kembali bergerak. Itu karena masyarakat bisa beraktivitas kembali secara normal.

    Khusus untuk anak muda. JK juga punya pesan. Menurutnya, anak muda harus jalani kehidupan seperti biasa. Soalnya menurut dia, banyak cara kreatif untuk jalani kehidupan di tengah pandemi. “Tetap belajar,. Sekarang banyak caranya belajar. Bisa lewat online. Jangan di rumah hanya main game dan tidur saja.” tegas JK.

    Anak Muda Butuh Ruang Dialog dengan Pembuat Kebijakan

    Minimnya ruang kritik yang sehat anak-anak muda saat ini mendorong Opini AHA! hadir. Anak muda Indonesia butuh ruang bersuara. Ruang ekspresi, berpendapat dan kritik sehat tanpa takut dipidana. Sayangnya, hal itu belum terpenuhi.

    Padahal, kebebasan berekspresi sangat penting untuk anak muda. Hal itu bisa membangun budaya beropini, berdiskusi, menyampaikan pendapat dan kritik yang sehat. Apalagi, sarana untuk menyuarakan itu semua saat ini sangat mudah. Salah satunya lewat media sosial.

    Sayangnya lagi, media sosial lebih banyak digunakan sebagai sarana untuk merundung pengguna serta membuat atau menyebarkan konten tak bermutu. Padahal seharusnya, media sosial bisa jadi media untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan kritik yang membangun.

    Program ini memberi anak muda ruang untuk berekspresi, diskusi, dan menyampaikan kritik yang sehat. Opini AHA! juga jembatani anak muda dengan para pejabat pembuat keputusan sehingga informasi yang didapat tidak terdistorsi. Anak muda bisa mendapat informasi langsung dari para pembuat keputusan.

    Mereka juga akan punya ruang untuk menyampaikan informasi dan sosialisasi kebijakan kepada audience anak muda. “Kami telah menghadirkan banyak tokoh publik dan pejabat pembuat keputusan.

    Seperti Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    “Di program ini anak muda bisa langsung bertanya dan sampaikan pendapat langsung kepada mereka,” ujar Ninin Damayanti, Chief Editor Opini.id.

    Opini.id akan hadir 1 minggu sekali dalam format Live di Youtube Opini.id Pukul 16.00 WIB. Kami yakin Opini AHA! bisa jadi sarana anak muda bertanya, berdiskusi dan menyampaikan masukan langsung kepada pembuat kebijakan.

     

    TAGS : Virus Corona Jusuf Kalla JK pemerintah

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/72645/JK-Butuh-Tegas-Corona-Tak-Bisa-Diajak-Damai/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePresiden Bangga Indonesia Bisa Produksi Rapid Test
    Next Article Hadir di Rapat Panja RUU Omnibus Law Ciptaker, Begini Alasan PKS
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak (Ilustrasi/AI)

    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

    May 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.