Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Malala Serukan Pembelaan Terhadap Etnis Rohingya
    News

    Malala Serukan Pembelaan Terhadap Etnis Rohingya

    September 8, 2017No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Malala Serukan Pembelaan Terhadap Etnis Rohingya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Malala Serukan Pembelaan Terhadap Etnis Rohingya

    Malala Yousafzai

    Jakarta – Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai mendesak masyarakat internasional untuk melindungi hak minoritas etnis Rohingya di Myanmar. Ia meminta pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi untuk berbicara kepada masyarakat Rohingya.

    ”Sekarang, kami tidak bisa tinggal diam. Jumlah mengungsi Rohingya dari hari ke hari kian membengkak,” kata Malala kepada BBC.

    Pada kamis (7/9), badan pengungsi PBB UNCHR mengatakan hampir 150.000 pengunsi. Pejabat lokal di Distrik Cox`s Bazar di perbatasan Bangladesh dengan Myanmar percaya jumlahnya mendekati 200.000 orang. 

    Malala, Aktivis hak asasi manusia (HAM) yang kini ini berkuliah di Oxford ini mengaku prihatin dengan kehidupan yang dihadapi etnis Rohignya. Berbicara di Oxford, ia meminta tanggapan internasional terhadap kekerasan yang terjadi di Myanmar.

    ”Saya pikir Anda tidak bisa membayangkan dalam sesaat tinggal di negara sendiri namun tak diakui sebagai warga negara,” kata Malala.

    ”Ini harus menjadi isu hak asasi manusia. Pemerintah harus bereaksi terhadapnya terhadap nestapa para pengunsi yang menghadapi kekerasan. Anak-anak dirampas pendidikannya, mereka tidak dapat menerima hak-hak dasar dan akan hidup dalam situasi terorisme, bila ada begitu banyak kekerasan di sekitanya, sangat sulit dilakukan. Kita perlu bangun dan meresponsnya,dan saya berharap Aung Sang Suu Kyi meresponsnya juga,” tambahnya.

    Malala, sekarang berusia 20 tahun, akan menjadi sarjana di Universitas Oxford. Mengambil jurusan filsafat, politik dan ekonomi. Jurusan ini salah satu jurusan populer yang banyak ditekuni para politikus. Dikutip dari BBC, mantan perdana menteri Pakistan, Benazir Bhutto juga lulus dari jurusan ini saat berkuliah di Oxford pada 1970-an.

    TAGS : Rohingya Bangladesh Myanmar Malala

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/21470/Malala-Serukan-Pembelaan-Terhadap-Etnis-Rohingya/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKPK Perpanjang Penahanan Dirut PT Aquamarine Divindo
    Next Article Diperiksa Pekan Depan, KPK Minta Setya Novanto Tak Mangkir
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.