Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Penyebab Kantor Kemenkes jadi Klaster Covid-19 Tertinggi Perkantoran
    News

    Penyebab Kantor Kemenkes jadi Klaster Covid-19 Tertinggi Perkantoran

    September 17, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Penyebab Kantor Kemenkes jadi Klaster Covid-19 Tertinggi Perkantoran 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan kantor Kementerian Kesehatan menjadi kasus terbanyak di klaster perkantoran. Kondisi ini disorot publik sebab Kemenkes menjadi contoh untuk menerapkan kepatuhan protokol kesehatan kepada publik.

    Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menilai banyak faktor yang bisa menyebabkan hal itu. Klaster perkantoran secara umum terjadi karena masih adanya celah atau kelalaian secara personal. Dia meminta semua individu mulai sekarang menganggap orang lain adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

    “Mungkin berpikir sebagai orang kesehatan mengerti segala macam. Tapi memang harus diakui ada kalanya kita abai. Merasa teman kita itu tak positif. Makanya saya declare, jika di manapun kita berada, anggap saja semua orang adalah OTG,” katanya secara daring dalam Live Instagram, Kamis malam (17/9).

    Lalu mengapa di kantor Kementerian Kesehatan paling banyak? Menurutnya, tentu saja pegawai yang saat ini bersentuhan langsung dengan kesehatan adalah yang paling berjibaku dengan lingkungan menjadi garda terdepan. Orang-orang di bidang kesehatan itu menurutnya turun langsung melakukan surveilens dan berinteraksi.

    “Mereka itu yang memang mesti masuk ke masyarakat. Di puskesmas, RS, dan lainnya. Orang-orang lain kerja di rumah, tapi orang di Kemenkes atau bidang kesehatan lain mesti datang, analisis data,” jelasnya.

    Kondisi itu menurut dr. Ari kemungkinan membuat masing-masing individu lengah. Interaksi di antara pegawai Kemenkes cukup tinggi. “Mungkin suatu saat lengah kerja, buka, minum, teman sama-sama minum. Begitu kejadiannya. Semua orang di kesehatan, nakes, Kemenkes, sekarang mereka jungkir balik semuanya,” katanya.

    “Lalu dokter saja bisa kena. Dokter semua ketemu pasien, makanya mereka berisiko. Justru didoain ya, mereka paling berisiko untuk kena kalau kebetulan jumlah virusnya banyak. Saya juga sedih ternyata di kantor-kantor kesehatan banyak, tapi saya maklum, karena mereka berjibaku,” jelasnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Mohammad Adib Khumaidi menilai secara umum klaster di perkantoran bisa terjadi karena 3 hal. Pertama, yaitu fasilitas kantor harus sesuai protokol kesehatan dari mulai ruangan dan gedungnya, ventilasi udara, physical distancing, hingga air purifier, dan AC yang tersedia.

    Kedua, adalah kepatuhan terhadap semua protokol kesehatan. Bagaimana protokol saat rapat, saat istirahat atau di ruang kerja. Ketentuan-ketentuan untuk menghindari makan bersama di warung atau kantin apakah sudah menjalankan protokol dengan jaga jarak. Perlu ada evaluasi pengelola kantor.

    Ketiga yaitu riwayat perjalanan dinas pegawai yang kemudian bisa menjadi satu pemicu munculnya beberapa kasus. Sesuai ketentuan, evaluasi harus dilakukan oleh komite pengawasan yang menilai regulasi standarisasi protokol di perkantoran.

    “Ada SOP enggak, di perkantoran. Tak cukup sekadar cek suhu atau hand sanitizer saja,” jelasnya.

    Oleh sebab itu, dia menyarankan agar kasus yang ditemukan di sejumlah perkantoran memang ada baiknya membuat kantor ditutup sementara. Sehingga bisa melakukan pelacakan kontak atau tracing dengan optimal.

    “Divisi apa yang kena? Apakah hanya satu divisi, lebih mudah lagi tracing di internalnya, habis dari perjalanan dinas dan lainnya. Harus di-tracing ditelusuri terus,” katanya.

    Atau seorang pegawai bisa saja tertular saat perjalanan pulang pergi dari rumah ke kantor. Jika itu yang terjadi, menurut dr. Adib hal itu sudah tanggung jawab individu atau personal.

    “Pulang ke rumah, itu personal ya. Sebagai tenaga kesehatan kita jadi role model juga. Maka kita harus jadi role model di tempat kita kerja. Jika di RS patuh, maka saat berinteraksi dengan teman atau saat pulang ke rumah seperti apa protokolnya juga harus patuh,” tandasnya.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Edy Pramana

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGrab Bubarkan Kerumunan Pengemudinya dengan Teknologi ini
    Next Article Game Online ala Nusantara, Meramaikan Industri Game Online
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak (Ilustrasi/AI)

    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

    May 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.