Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»BI Janjikan “2 Ramuan Jamu Manis” Dukung Pemulihan Ekonomi Tahun Ini
    Ekonomi

    BI Janjikan “2 Ramuan Jamu Manis” Dukung Pemulihan Ekonomi Tahun Ini

    January 22, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    BI Janjikan "2 Ramuan Jamu Manis" Dukung Pemulihan Ekonomi Tahun Ini 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) terus mendorong pemulihan nasional melalui berbagai kebijakan untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku, ada dua jamu manis yang diberikan bank sentral untuk perekonomian.

    “Jamu manis, pokoknya jamu manis BI di tahun ini,” ujarnya dalam acara Early Year Forum 2021, Jumat (22/1).

    Perry memaparkan, ramuan jamu manis pertama adalah mempertahankan suku bunga acuan di level yang tetap rendah yakni 3,75 persen. Kemudian ramuan kedua adalah likuiditas yang tetap longgar.

    Perry mengungkapkan, pihaknya bakal tetap mempertahankan kebijakan tersebut hingga terdapat tanda-tanda adanya tekanan inflasi di tahun ini. Seperti diketahui, sepanjang 2020 inflasi sebesar 1,68 persen atau terendah sepanjang sejarah Indonesia. Selain itu, BI juga telah melakukan injeksi likuiditas.

    “Kami pertahankan sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi. Itu jamu manis yang kami lakukan,” tuturnya.

    Baca Juga: Jokowi: Komentar Injak Gas Dan Rem Mudah, Tapi Praktiknya Sulit

    Seperti diketahui, BI telah menahan bunga acuan di level 3,75 persen. Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas eksternal yang terjaga.

    Untuk likuiditas, BI telah mengguyur likuiditas (quantitative easing) ke perbankan sebesar Rp 726,57 triliun selama 2020.

    Sementara itu, injeksi likuiditas itu terdiri dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar Rp 155 triliun dan ekspansi moneter bank sentral Rp 555,77 triliun. Bahkan di awal tahun ini, BI telah menginjeksi likuiditas ke perbankan dengan melakukan ekspansi moneter sekitar Rp 7,44 triliun hingga 19 Januari 2021.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMercedes-Benz Indonesia luncurkan dua kendaraan sedan C-Class
    Next Article Kasus COVID-19 Nasional Tambah di Atas 13.600
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.