Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sudah Saatnya Lebih Ketat, Terserah Apa Namanya
    News

    Sudah Saatnya Lebih Ketat, Terserah Apa Namanya

    February 1, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sudah Saatnya Lebih Ketat, Terserah Apa Namanya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Presiden Joko Widodo mengakui kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak efektif dalam mengurangi kurva kasus Covid-19. Padahal Maret 2021 nanti tepat 1 tahun pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Sayangnya grafik belum menunjukkan puncaknya dan terus naik.

    Menanggapi hal ini, Ahli Spesialis Penyakit Dalam yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menilai, masalah yang dihadapi Indonesia sebetulnya juga dihadapi negara lain. Misalnya Inggris sudah melakukan lockdown dua kali. Setelah lockdown pertama, masyarakatnya kemudian lebih bebas beraktivitas. Namun ketika kasus menanjak lagi, Inggris melakukan kebijakan lockdown kembali.

    Prof Zubairi melanjutkan lalu begitu juga negara-negara lain di Eropa melakukan lockdown beberapa kali. India juga memutuskan di negara bagiannya memberlakukan lockdown.

    Baca Juga: Jokowi: PPKM Tidak Efektif!

    “Artinya jika Pak Presiden menilai PPKM atau PSBB atau rem darurat atau apalah istilahnya, maka sudah waktunya diperkuat yang dirasa tak cukup sekarang ini. Terserah pemerintah apa namanya,” katanya kepada JawaPos.com, Senin (1/2).

    “Yang penting jaga dengan amat sangat ketat, jaga perpindahan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain,” lanjutnya.

    Menurutnya, seperti yang saat ini dikerjakan di Tiongkok meski merasa terbukti sukses menangani pandemi, terbukti Tiongkok sekarang kembali lagi melakukan penanganan ketat. Begitu pula memberlakukan karantina mandiri.

    “Swabnya juga tak menyenangkan seperti ditingkatkan lewat swab anal yang juga dikerjakan di Tiongkok. Tujuannya agar tepat, cepat dan pasti. Walaupun tak enak bagi kita diswab anal namun upaya Tiongkok membuktikan inovasi terus ditambah untuk mencegah dan meningkatnya kasus baru sekarang ini,” katanya.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Nurul Adriyana Salbiah

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDorong UMKM ‘Melantai’ di Bursa Saham,BEI DIY Bangun Dua Inkubator Bisnis – KRJOGJA
    Next Article Turun Lagi, Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Kini di Bawah 11.000
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak (Ilustrasi/AI)

    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

    May 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.