Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Sistem ”Outsourcing” Buat Masa Depan Naker Tak Pasti
    Ekonomi

    Sistem ”Outsourcing” Buat Masa Depan Naker Tak Pasti

    June 16, 2022No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sistem ”Outsourcing” Buat Masa Depan Naker Tak Pasti 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pekerjaan
    Ilustrasi. (BP/dok)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Pada 2023 pemerintah mengganti tenaga honorer di kementerian/lembaga (K/L) atau instansi pemerintah dengan tenaga outsourcing. Kebijakan ini dinilai akan semakin membuat masa depan tenaga kerja Indonesia tidak pasti.

    Ketua Federasi Serikat Pekerja Pariwisata SPSI Badung, Slamet Suranto, Rabu (15/6) mengatakan sejak awal pihaknya tidak setuju dengan adanya sistem outsourcing, tenaga kontrak, maupun honorer. Alasannya, sistem ini membuat masa depan naker jadi tidak pasti karena tiap tahun mereka akan memikirkan mencari tempat kerja baru.

    Kondisi ini juga berkaitan dengan kualitas pekerjaan mereka. Yang diharapkan serikat pekerja adalah tenaga kerja diberi kesempatan menunjukkan kemampuannya dalam bekerja lebih optimal.

    Dimulai dari masa percobaan kerja, kontrak, kemudian diangkat menjadi karyawan tetap. Dengan demikian pekerja akan memacu diri bekerja lebih baik agar dapat menjadi karyawan tetap.

    Sementara itu, jika outsourcing diberlakukan, masa
    depan pekerja menjadi tidak pasti. Belum lagi, perusahaan yang merekrut mereka, tidak sedikit
    yang melanggar ketentuan ketenagakerjaan, misalnya
    memberikan gaji tidak sesuai UMK.

    Terkadang hak-hak mereka tidak diberikan seperti
    jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan, jaminan
    pensiun, jaminan kecelakaan kerja, dll, serta pemutusan hubungan kerja secara sepihak.
    Tekait permasalahan tersebut, diakui memang ia tidak
    memiliki data namun keluhan terkait hal tersebut kerap ia dapatkan.

    Meski tenaga outsourcing dibatasi pada pekerjaan-pekerjaan tertentu,nseperti satpam, gardener, artinya
    persentase penggunaan tenaga outsourcing kecil dibandingkan tenaga kerja secara keseluruhan di perusahaan tersebut. Namun tetap saja akan memberikan dampak pada kesejahteraan secara umum.

    Sistem outsourcing ini juga akan memicu pengangguran karena ketika masa kerja atau kontrak kerjanya habis atau diputus sepihak, untuk mencari pekerjaan baru dengan usia yang sudah tidak muda lagi akan terbatas. “Sementara jika sistem outsourcing dilakukan pada intansi pemerintah, maka yang menjadi pertanyaan apa mau tenaga kerja yang bekerja di instansi pemerintah memiliki bos orang swasta? Karena kan outsourcing ini adalah sistem ketenagakerjaan yang disiapkan oleh perusahaan lain atau pihak ketiga, di luar instansi pemerintah. Jika pemerintah menggunakan sistem outsourcing pada tenaga kerja yang selama ini menggunakan sistem honorer, maka mereka harus siap dipimpin atau memiliki bos orang swasta, yang gaji dan pengelolaan ketenagakerjaannya dilakukan orang swasta,” jelasnya.

    Sementara itu, Akademisi Kependudukan Universitas
    Udayana I Gusti Wayan Murjanayasa mengatakan, rencana pemerintah terkait penghapusan tenaga honorer digantikan sementara oleh tenaga outsourcing merupakan bentuk efisiensi anggaran. Hal ini guna mempersiapkan masa depan tenaga kerja yang lebih baik nantinya di tengah bonus demografi.

    “Pengurangan tenaga honorer ini atau tidak menambah tenaga honorer ini dimaksudkan agar terjadi efisiensi anggaran. ASN yang ada di pemerintah diharapkan merupakan ASN yang benar-benar memenuhi kebutuhan SDM pemerintah,” ujarnya.

    Tenaga honorer yang sekarang bekerja di pemerintah menempati berbagai posisi, termasuk posisi strategis seperti perencanaan, keuangan, dll. Sementara tenaga
    outsourcing identik dengan tenaga dengan posisi relatif rendah seperti cleaning service dan satpam.

    Pemerintah dikatakannya akan mencari solusi terkait tenaga honorer. Meski dihapus, dikatakan pemerintah perlu dengan tenaga honorer tersebut.

    Jika dihapus, nantinya akan ada pola-pola rekrutmen yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah. Bentuknya bisa menempuh ujian ASN atau model
    PPPK.

    Tenaga honorer tersebut mungkin saja tidak terekrut. Maka dari itu dampaknya dari tenaga honorer yang tidak terekrut ini, tergantung dari solusi yang akan diberikan pemerintah dalam rekrutmen tenaga honorer yang selama ini sudah menjalani kontrak di pemerintahan. “Jika tenaga honorer ini tidak terekrut, maka harus ada solusi berikutnya misalnya diberikan pelatihan kewirausahaan agar menjadi wirausaha,”
    ujarnya.

    Sejalan dengan itu pula upaya-upaya untuk meningkatkan kesempatan kerja harus dilakukan. Untuk optimalisasi pemanfaatan bonus demografi ada dua sisi yang harus dilakukan yaitu harus memperbaiki sisi penawaran tenaga kerja dengan peningkataan kualitas mereka.

    Selama ini orientasi dari para pencari kerja adalah menjadi ASN perlu direorientasi kembali agar mau menjadi membuka usaha sendiri atau bekerja
    di sektor swasta. “Kencenderungan ini dengan rekrutmen PPPK guru honorer ini sudah kelihatan.
    Perbaikan kondisi ketenagakerjaan, khususnya menyeimbangkan antara gaji dan kondisi ketenagakerjaan di pemerintahan dan sektor swasta, memang harus selaras. Dalam artian, agar sektor swasta menjanjikan karier mereka dan juga penerimaan gaji, dan sebagainya bisa bersaing dengan pegawai negeri,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleFord tarik 3,3 juta kendaraan di Amerika Utara
    Next Article Potensi Pasar Besar, Persaingan Garap Online Food Delivery Kian Ketat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.