Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Situasi Lagi Sulit, Industri Mamin Pilih Pangkas Margin Keuntungan
    Ekonomi

    Situasi Lagi Sulit, Industri Mamin Pilih Pangkas Margin Keuntungan

    July 6, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Situasi Lagi Sulit, Industri Mamin Pilih Pangkas Margin Keuntungan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor penting yang menunjang kinerja industri pengolahan nonmigas. Pada kuartal I 2022, mamin menyumbang lebih dari sepertiga atau 37,77 persen dari PDB pengolahan nonmigas.

    “Peran sektor industri makanan dan minuman ini akan memberikan dampak signifikan terhadap industri pengolahan nonmigas maupun PDB nasional,” ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika di kantor Kementerian Perindustrian Selasa (5/7).

    Putu menambahkan, industri mamin tumbuh 3,75 persen pada kuartal I 2022 atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal I 2021 yang terkerek 2,45 persen. Ditinjau dari sisi perdagangan internasional, ekspor di tiga bulan pertama menembus USD 10,92 miliar (termasuk minyak kelapa sawit) dan mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor pada periode yang sama sebesar USD 3,92 miliar.

    “Dari sisi investasi, realisasinya mencapai Rp 19,17 triliun, terdiri atas PMDN sebesar Rp 9,34 triliun dan USD 684,98 juta untuk PMA,” bebernya.

    Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan bahwa saat ini kondisi sektor mamin belum bisa kembali ke titik normal. Di tengah upaya pemulihan, pasar masih mendapatkan berbagai tekanan, mulai peningkatan tarif energi, logistik, hingga bahan baku dan sebagainya.

    “Kalau dari penghitungan mekanisme pasar, seharusnya harga produk sudah ada penyesuaian. Tapi, industri saat ini memilih untuk memangkas margin keuntungan karena kami sadar saat ini daya beli masyarakat juga sedang tertekan. Sehingga penyesuaian harga tidak serta-merta dapat dilakukan,” paparnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDihukum Kasus Prostitusi, Cynthiara Alona Akhirnya Bebas
    Next Article PPATK Blokir Puluhan Rekening ACT
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.