Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Puluhan Koperasi di Buleleng Gagal RAT
    Ekonomi

    Puluhan Koperasi di Buleleng Gagal RAT

    July 25, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Puluhan Koperasi di Buleleng Gagal RAT 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Puluhan Koperasi di Buleleng Gagal RAT 2
    Dewa Made Sudiarta. (BP/Mud)

    SINGARAJA, BALIPOST.com – Tingkat disiplin pengurus gerakan koperasi di Buleleng untuk melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) sebenarnya sudah tergolong baik. Hanya saja, masih ditemukan koperasi yang kurang disiplin dengan sengaja tidak menggulirkan RAT yang memang wajib untuk digelar setiap tahun.

    Berdasarkan data di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UKM) Buleleng hingga bulan ini sebanyak 97 koperasi tak menggelar RAT.

    Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kadisperindagkop-UKM) Dewa Made Sudiarta di ruang kerjanya, Senin (25/7), mengakui hal tersebut. Masa RAT sesuai regulasi sebenarnya berakhir pada Juni 2022 yang lalu.

    Dari 318 koperasi yang digolongkan sebagai koperasi wajib RAT hingga deadline menggelar RAT, tercatat sebanyak 231 koperasi yang telah melangsungkan RAT kepada anggotanya. Secara persentase koperasi yang telah menunaikan kewajibannya ini mencapai 72, 64 persen.

    Sedangkan, sisanya sebanyak 97 koperasi atau secara persentase 27,36 persen gagal RAT. “Untuk golongan koperasi primer RAT itu berakhir Maret 2022 dan golongan koperasi sekunder RAT berakhir Juni 2022. Sampai batas akhir masih ada puluhan koperasi yang belum RAT. Padahal, sebelum masa RAT ini dimulai kita sudah menghimbau karena ini sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan,” katanya.

    Menurut Dewa Made Sudiarta, dari pendekatan yang dilakukan, alasan koperasi tidak bisa melangsungkan RAT karena kebetulan pada masa RAT itu masih pada situasi puncak penularan wabah pandemi Virus Corona. Pengurus beralasan tidak bisa menggelar RAT secara tatap muka langsung melibatkan banyak orang, sehingga terpaksa tak RAT.

    Selain itu, karena faktor sumberdaya manusia (SDM) dan manajemen pengurus dan pengawas koperasi yang maish kurang juga membuat adanya puluhan koperasi yang nekat tidak melaksanakan RAT tepat waktu. “Alasnanya kebanyakan tidak bisa melangsungkan RAT secara virtual karena saat itu maish puncak penularan Covid-19, dan ada juga sebab lain yang memang karena SDM dan menejemen yang kurang baik, sehingga tak disiplin mengikuti aturan waktu melaksanakan RAT itu sendiri,” katanya.

    Dewa Made Sudiarta menambahkan, ini selain menjadi kewajiban oleh setiap pengurus koperasi, RAT sendiri adalah forum penting dalam eveluasi dan menyusun program pengembangan koperasi untuk tahun buku berikutnya. Taat dengan regulasi dan menjadikan forum RAT untuk menyusun program ke menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi akan semakin baik. Di samping itu, konsep perkoperasian akan semakin dipahami dengan baik oleh pengurus dan anggota.

    Pentingnya melaksanakan RAT ini mendorong, Disperindagkop berupaya untuk memfasilitasi dan menyarankan agar koperasi yang belum RAT melaksanakan pertangungjawaban kendati sudah melewati batas akhir yang ditentukan. Di samping itu, langkah ini menghindari jangan sampai koperasi yang tak RAT ini menambah banyak daftar koperasi tidak aktif yang dapat diusulan pembubaran.

    Apalagi, kalau tiga kali berturut-turut tidak melangsungkan RAT, pemeirntah bisa saja memubarkan koperasi yang bersangkutan. “Nanti kita fasilitasi dan yang lain ini kita minta RAT walau terlambat. Sebab kita tidak ingin koperasi yang tak RAT ini akan menjadi koperasi bermasalah dan kalau tiga kali tidak RAT akan dikenakan sanksi pembubaran izian badan hukum,” tegasnya. (Mudiarta/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleRespons Mabes Polri soal Pengakuan Vera Simanjuntak Pacar Brigadir J
    Next Article Kritikus Mode Bicara soal Citayam Fashion Week, Happening Moment
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.