Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Stagflasi Mengancam, Warga Berpenghasilan Rendah Makin Terjepit
    Ekonomi

    Stagflasi Mengancam, Warga Berpenghasilan Rendah Makin Terjepit

    October 15, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Stagflasi Mengancam, Warga Berpenghasilan Rendah Makin Terjepit 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Stagflasi Mengancam, Warga Berpenghasilan Rendah Makin Terjepit 2
    Suasana di kawasan bedeng yang ada di Denpasar. Warga berpenghasilan rendah akan makin terjepit dengan ancaman stagflasi. (BP/eka)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Lebih dari resesi, stagflasi juga diprediksi akan terjadi pada 2023. Yaitu penurunan pertumbuhan ekonomi akan dibarengi dengan inflasi yang tinggi. Warga berpenghasilan rendah makin terjepit karena pendapatan akan mengalami penurunan, sementara harga-harga terutama kebutuhan pokok semakin tinggi. Demikian dikemukakan Pengamat Ekonomi Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M., saat diwawancarai, Jumat (14/10).

    Ia mengatakan, ancaman stagflasi lebih berat daripada resesi. “Kalau resesi kan hanya perlambatan ekonomi dua kuartal berturut-turut dengan adanya pengangguran lebih banyak,” ungkapnya.

    Dengan terjadinya stagflasi, Prof. Raka mengatakan,
    masyarakat berpenghasilan rendah dihadapi dengan
    harga-harga kebutuhan yang tinggi akibat inflasi. Kondisi
    ini membuat pendapatan real masyarakat akan semakin
    menurun. “Karena biasanya uang Rp12.000 dapat 1 kilogram beras, namun saat ini harga satu kilogram beras
    Rp14.000, jadi dia berkurang pendapatannya,” terang Guru
    Besar Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) ini.

    Inflasi yang tinggi menurutnya, akan memberi dampak besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
    Menghadapi situasi stagflasi, dikatakannya, kondisi di Indonesia tidak akan terlalu parah, mengingat dapat
    menghasilkan pangan sendiri. Tidak seperti negara lain
    yang impor pangannya terlalu tinggi.

    Hanya, ia memprediksi kondisi dunia akan terdampak pada pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan. Kondisi ini akan membuat bisnis baru tidak muncul, karena suku bunga mengalami peningkatan untuk menekan inflasi.

    Meningkatnya suku bunga membuat bisnis lesu, bisnis baru pun tidak muncul serta berdampak pada kebutuhan tenaga kerja menurun sehingga terjadi peningkatan pengangguran. Menghadapi kondisi tersebut, menurut Prof. Raka pemerintah harus cermat dan butuh kerja sama dari berbagai pihak dengan kebijakan fiskal. “Proyek-proyek harus jalan. Bisa dalam bentuk pengerjaan saluran, infrastruktur dan lainnya. Dengan demikian orang-orang memperoleh pendapatan, kemudian akan berbelanja. Pedagang mendapatkan pendapatan, kemudian belanja kagi. Akan terjadi multiplier efek,” jelasnya.

    Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak mutlak BLT (Bantuan Langsung Tunai), melainkan berbentuk Natura
    sesuai kebutuhan masyarakat. “BLT bisa diberikan kepada yang memang benar-benar tidak mampu,” imbuhnya. (Widi/bisnisbali)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSelain Teddy Minahasa, Ada Sejumlah Anggota Polri Ditetapkan Tersangka Narkoba
    Next Article Sudah Bikin Masalah, Rizky Billar Minta Maaf ke Lesti dan Masyarakat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.