Andalannews.com – Musisi Acil Bimbo berpulang meninggalkan duka mendalam. Berikut biografi singkat, karya abadi, dan kenangan bersama sang legend Indonesia itu
Pemilik nama lengkap Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah atau Acil Bimbo berpulang pada Senin, 1 September 2025 malam di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kepergian almarhum tentu meninggalkan duka bukan hanya bagi keluarga besar, tapi bagi para penggemar musik yang sudah puluhan tahun menemani perjalanan Bimbo.
Apalagi nama Bimbo memang sudah melekat erat dalam sejarah musik Tanah Air, terutama lewat lagu-lagu religi dan balada yang begitu membekas di hati masyarakat.
Dengan suara khasnya, Acil Bimbo menjadi bagian penting dari harmoni indah yang membuat grup ini tetap relevan lintas generasi. Tidak heran, warganet ramai menyampaikan belasungkawa.
Kabar kepergian Acil Bimbo berpulang pertama kali disampaikan oleh sang cucu, Adhisty Zara, melalui akun Instagram pribadinya.
Unggahan itu penuh dengan nuansa haru dan kesedihan mendalam, di mana Zara menulis bahwa kakeknya kini “sudah tidak lagi merasakan sakit.”
Dia pun mengajak followers untuk mendoakan sang Aki agar mendapatkan tempat mulia di sisi-Nya.
Kabar duka ini mendapatkan respons luas dari berbagai elemen masyarakat. Banyak tokoh penting, pejabat, serta sesama musisi turut berduka dan menyampaikan belasungkawa di rumah duka.
Nama-nama besar seperti Melly Goeslaw, Armand Maulana, hingga Rhoma Irama ikut mengenang sosok Acil dengan kenangan manis serta doa terbaik untuk almarhum.
Kepergian Acil Bimbo berpulang tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tapi juga komunitas musik dan penggemar Bimbo.
Rumah duka di Cigadung, Bandung, menjadi saksi hadirnya banyak peziarah mulai dari tokoh seni hingga warga biasa yang datang memberi penghormatan terakhir.
Jenazah kemudian disalatkan di masjid sekitar lokasi sebelum dimakamkan di TPU Cipageran, Cimahi, Jawa Barat.
Siapa Sosok Acil Bimbo?
Acil Bimbo adalah bagian penting dari grup musik Bimbo, yang didirikan bersama saudara-saudaranya—Sam, Jaka, dan kemudian bergabung adik mereka, Iin Parlina.
Sejak tahun 1966, mereka menciptakan karya yang tak hanya populer secara komersial, tetapi sarat dengan pesan spiritual dan sosial.
Lagu-lagu seperti “Sajadah Panjang,” “Tuhan,” dan “Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya” masih terus dinyanyikan oleh generasi penerus hingga kini.
Acil juga dikenal sebagai sosok aktif di dunia budaya dan sosial. Ia pernah menjabat sebagai ketua LSM Bandung Spirit dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial maupun advokasi lingkungan.
Bahkan di akhir hayatnya, meski dalam kondisi tubuh menurun, semangatnya tetap tinggi—menjalani terapi serta menerima kunjungan rekan dan keluarga dengan hangat.
Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan Acil terus menurun. Ia sempat menjalani opname intensif selama lebih dari satu bulan di RSHS Bandung.
Manajer sekaligus keponakan, Fathir, mengungkap bahwa meski sakit keras, Acil tetap semangat menjalani pengobatan.
Namun dalam 1–2 minggu terakhir sebelum berpulang, kondisinya makin drop sehingga akhirnya pergi menghadap Sang Pencipta.
Di tengah kesedihan, proses pemakaman berlangsung dengan khidmat dan penuh penghormatan. Acil disemayamkan di rumah duka sebelum dikebumikan di makam keluarga di Cimahi.
Beberapa anggota keluarga, termasuk Adhisty Zara yang tengah syuting, rela mendesak pulang untuk mengiringi prosesi pemakaman.
Unggahan duka cita oleh Adhisty Zara langsung menuai banjir komentar penuh empati. Banyak netizen mengucapkan salam perpisahan penuh haru, mewakili kerinduan atas karya dan kehangatan yang pernah ia rasakan.
Penulis lagu Melly Goeslaw menyampaikan doa agar almarhum diterima di surga. Armand Maulana menyebut Acil sebagai sosok hangat dengan energi positif yang luar biasa.
Sementara Rhoma Irama juga berdoa semoga amal baiknya diterima di sisi-Nya. Lebih dari sekadar akhir hayat, kepergian Acil Bimbo berpulang adalah momen untuk menilik kembali warisannya:
-
Lirik dan harmoni yang menggetarkan hati
Lagu-lagu Bimbo seperti Sajadah Panjang telah menjadi soundtrack spiritual bagi banyak orang. Pesan moral dan religius tertuang mendalam di tiap baitnya. -
Figur teladan pengabdian
Siapapun mengenalnya sebagai figur yang rendah hati, aktif berkegiatan sosial, dan peduli lingkungan. -
Simbol harmoni antar generasi
Adhisty Zara yang sekarang berkecimpung di dunia hiburan modern kini mengenang kakeknya dengan penuh cinta menyatukan generasi dalam cinta musik.
Meninggalnya Acil Bimbo berpulang tak hanya menandai berakhirnya satu babak dalam sejarah musik Indonesia, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi kita semua.
Karya almarhum adalah bukti nyata bahwa musik bisa menyentuh hati, menyatukan yang berbeda, dan menyuarakan sesuatu yang abadi.
Lewat karya, dedikasi, dan kepribadian yang penuh kasih, Acil telah menorehkan jejak yang akan terus dikenang. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga diberikan ketabahan.




