Andalannews.com – Pengacara kondang Hotma Sitompul meninggal dunia Rabu 16 April 2025 pukul 11.15 WIB. Kabar duka ini tutur disampaikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron yang merupakan salah satu binaannya.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya @lbhmawarsaronjakarta, diutarakan jika sang advokat senior yang memiliki nama lengkap Hotma Padan Dapotan Sitompoel itu menghembuskan nafas terakhir di RSCM Kencana, Jakarta.
“Berita Dukacita. Telah Berpulang Bapak Pembina Kami Bapak DR. HOTMA PADAN DAPOTAN SITOMPOEL, S.H., M.HUM. pada Hari Rabu, 16 April 2025 pada pukul 11.15 WIB di RSCM Kencana di usia yang ke-75 tahun,” cuit akun Instagram LBH Mawar Saron dikutip Andalannews.com.
“Kami mohon doanya agar keluarga yang ditinggalkan di berikan kekuatan serta penghiburan,” tulis akun tersebut melanjutkan.
Mendengar kabar Pengacara Hotma Sitompul meninggal dunia, sejumlah netizen yang menjadi pengikut akun LBH Mawar Saron Jakarta pun ramai-ramai mengucapkan belasungkawa dan mengungkapkan duka cita yang mendalam.
Profil Lengkap Hotma Sitompul
Dihimpun dari berbagai sumber, mendiang Dr. Hotma P.D. Sitompul, S.H., M.Hum., merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia hukum Indonesia.
Lahir pada 6 Desember 1949, Hotma dikenal sebagai pengacara senior yang sangat dihormati karena integritas, ketegasan, dan pengalamannya dalam menangani berbagai kasus besar, baik yang bersifat perdata, pidana, maupun kasus publik yang melibatkan tokoh-tokoh ternama di Indonesia.
Dia tidak hanya dikenal sebagai praktisi hukum, tetapi juga sebagai seorang pendidik, mentor, dan pemikir hukum yang produktif. Kehidupan dan karier Hotma menjadi cerminan dari dedikasi dan komitmen terhadap keadilan dan supremasi hukum di tanah air.
Hotma menyelesaikan pendidikan hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), sebuah institusi pendidikan tinggi ternama yang telah melahirkan banyak tokoh nasional.
Di sana, ia mengasah pemahaman hukumnya dan menunjukkan ketertarikan besar terhadap dunia litigasi. Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana dan berhasil meraih gelar Magister Humaniora (M.Hum) serta gelar Doktor, menjadikannya salah satu praktisi hukum yang juga kuat dalam sisi akademis.
Kombinasi antara kecakapan intelektual dan pengalaman praktis membuatnya menjadi sosok yang dihormati di pengadilan dan ruang diskusi akademik.
Hotma memulai kariernya sebagai jaksa, namun kemudian memutuskan untuk beralih menjadi pengacara. Keputusan itu membawanya pada jalur panjang dan menantang, hingga ia mendirikan Hotma Sitompoel Law Firm, firma hukum yang dikenal menangani kasus-kasus besar nasional.
Di bawah kepemimpinannya, firma ini tidak hanya menjadi tempat berkarya bagi banyak pengacara muda, tetapi juga menjadi simbol profesionalisme dan integritas dalam praktik hukum.
Hotma secara konsisten menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika profesi, keadilan substantif, dan perlindungan terhadap hak-hak klien, tanpa harus mengorbankan nilai-nilai moral.
Sepanjang kariernya, Hotma menangani berbagai kasus yang melibatkan tokoh publik dan selebritas, seperti perselisihan rumah tangga Rizky Billar dan Lesti Kejora, serta sengketa pribadinya dengan sang istri, penyanyi senior Desiree Tarigan, yang sempat menyita perhatian publik dan media.
Meskipun menghadapi berbagai tekanan dan kontroversi, ia tetap berdiri kokoh dengan prinsip-prinsip hukumnya. Ia dikenal sebagai pengacara yang tidak mudah goyah oleh opini publik, dan lebih memilih untuk bertarung di ruang sidang dengan argumentasi hukum yang kuat.
Tak hanya dalam praktik, Hotma juga aktif dalam dunia pendidikan hukum. Ia dikenal suka berbagi ilmu kepada generasi muda, memberikan kuliah umum, serta menjadi pembicara dalam berbagai seminar hukum.
Ia percaya bahwa masa depan hukum Indonesia bergantung pada kualitas pendidikan hukum dan integritas para calon profesional di bidang tersebut. Tak heran jika banyak pengacara muda mengaku menjadikannya sebagai panutan dan mentor.
Dalam kehidupan pribadinya, Hotma merupakan sosok ayah, kakek, dan suami. Ia sempat menjadi perbincangan karena konflik rumah tangganya yang terbuka ke publik, namun ia tetap menjaga martabat dan reputasinya sebagai profesional hukum.
Hotma juga memiliki hubungan kekerabatan dengan pengacara dan politisi Ruhut Sitompul, yang sama-sama dikenal publik sebagai figur yang vokal dan berani menyuarakan pendapat.
Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga bagi dunia hukum Indonesia yang kehilangan salah satu tokoh terbaiknya.
Semasa hidup, Hotma banyak mendapat penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya terhadap perkembangan hukum di Indonesia.
Ia sering menjadi narasumber di media dalam memberikan analisis terhadap isu-isu hukum aktual. Gayanya yang lugas, berani, namun tetap santun, membuatnya menjadi sosok yang dipercaya dan disegani di berbagai kalangan.
Kini, setelah kepergiannya, warisan intelektual dan moral yang ditinggalkannya akan tetap hidup dalam kenangan para kolega dan generasi muda yang terinspirasi oleh perjuangannya.
Hotma Sitompul bukan hanya sekadar pengacara, tapi juga simbol dari komitmen panjang terhadap pencarian kebenaran dan keadilan.




