Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Ajarkan Anak Disiplin Tanpa Kekerasan, Simak 3 Tipsnya
    Lifestyle

    Ajarkan Anak Disiplin Tanpa Kekerasan, Simak 3 Tipsnya

    December 12, 2021No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ajarkan Anak Disiplin Tanpa Kekerasan, Simak 3 Tipsnya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Orang tua kerap putus asa saat anak tidak bisa diam, tantrum, dan berbagai ulah lain yang sulit dikendalikan. Ini adalah salah satu hal yang normal dalam tahapan tumbuh kembangnya.

    Namun, bukan berarti anak lantas tidak diajarkan disiplin sejak dini. Yang terpenting, janganlah memakai kekerasan terhadap anak jika ingin mereka disiplin..

    Dalam diskusi daring bersama Teman Parenting lewat Instagram Live bertajuk ‘Mendisiplinkan Anak Ada Triknya!’, dokter yang mendalami ilmu cognitive neuroscience, dr. Putu Ayuwidia Ekaputri, M. Sc., menjelaskan mendisiplinkan anak dapat dilakukan sejak ia lahir. Pasalnya, sejak lahir, anak sudah memiliki otak yang mampu bekerja, walaupun fungsi dan kerjanya belum begitu kompleks serta optimal.

    Oleh karenanya, menjadi catatan penting bagi orang tua, bahwa dalam mendisplinkan anak perlu disesuaikan dengan tahapan usianya.Tak hanya itu, ekspektasi orang tua terhadap anak juga perlu dikontrol dengan baik ketika ingin mengajarkan soal kedisiplinan.

    Menurur Widia, sapaannya, ketika anak baru lahir, bagian otak yang berfungsi secara dominan adalah bagian lower brain atau primitive brain. Bagian otak ini memiliki tugas dalam pengaturan emosi anak dan berkembang sangat pesat sebelum anak menginjak usia 3 tahun. Setelah usianya mencapai 3 tahun, perlahan otak bagian logika akan mulai terbentuk dan bekerja, sehingga mencapai tingkat kematangan di usia 25-30 tahun.

    “Dengan memahami perkembangan otak anak ini, diharapkan orang tua akan lebih mudah mencari metode paling efektif saat mengajarkan disiplin pada anak, sejak awal kehidupannya,” katanya secara daring baru-baru ini.

    Lalu bagaimanan caranya mendisiplinkan anak?

     

    1. Pendekatan Emosional

    Kekerasan bukanlah cara yang tepat dalam mengajarkan kedisiplinan pada anak. Sebaliknya, agar anak memahami ketika diajarkan untuk disiplin, orang tua perlu melakukan pendekatan emosional.

    Menurut Widia, karena di usia balita dan anak-anak, otak emosional masih dominan, maka cara terbaik untuk orang tua adalah mengambil kesempatan tersebut untuk menarik hatinya. Di usia bawah 3 tahun, berikan anak perhatian yang penuh cinta. Misalnya, ketika anak menangis, gendong dan tenangkan. Ketika anak emosional dan mengamuk, tenangkan dan beri pelukan.

    “Cobalah pererat bonding dengan anak, buat anak merasa cinta mati dengan orang tuanya. Ketika anak merasa dicintai, mereka akan menyadari dan percaya bahwa setiap aturan serta omongan yang terucap dari orang tuanya, merupakan yang terbaik untuknya. Jika anak sudah merasa nyaman dengan aturan yang diterapkan, lakukan secara konsisten,” ungkapnya.

     

    2. Jangan Sampai Anak Trauma

    Lebih lanjut, Widia juga mengatakan bahwa ketika mengajarkan anak untuk disiplin, orang tua sebaiknya jangan terlalu keras. Seringkali orang tua terlalu keras ketika mengajarkan anak, namun anak sebenarnya belum memahami tujuan dari orang tua. Hal ini akhirnya hanya akan menimbulkan perasaan takut dan trauma pada diri anak.

     

    3. Jangan Pakai Kekerasan Verbal atau Nonverbal

    Rasa marah dan tantrum yang timbul dari anak bukanlah tanpa sebab. Ada berbagai alasan yang mendasari kemarahan si Kecil, sayangnya ia belum bisa mengungkapkannya dengan baik secara verbal.

    Oleh karena itu, penting juga bagi orang tua untuk mengobservasi apa penyebab anak merasa emosional, kemudian barulah mencari cara untuk menenangkannya.

     

    Widia pun memaparkan dampak yang dialami anak jika orang tua mendidik mereka dengan kekerasan:

     

    1. Takut Pada Orang Tua

    Apabila orang tua terlalu keras terhadap anak, ada 2 kemungkinan yang mungkin terjadi pada diri anak. Pertama, anak menjadi takut dan menghindari orang tuanya. Jika sudah begini, bonding yang sudah terbangun mungkin akan perlahan memudar dan anak menjadi semakin jauh dengan orang tua. Akibatnya, anak akan semakin sulit untuk menuruti perintah orang tua.

     

    2. Anak Semakin Memberontak

    Anak justru akan semakin memberontak karena merasa emosionalnya tidak bisa tersalurkan serta dipahami oleh orang tuanya. Dalam jangka panjang, apabila orang tua terlalu sering membentak anak, sangat mungkin terjadi kerusakan komponen di otak anak dan menimbulkan trauma berkepanjangan.

    “Prinsipnya, perlakukan anak sebagaimana kita ingin diperlakukan. Kalau anak marah, tanyakan kenapa dia marah, beritahu kalau misalnya kita mengerti kenapa dia marah. Namun, bukan berarti juga kita langsung memberikan apa yang dia mau. Ada perbedaan tipis antara mengerti dan memberikan. Yang harus kita lakukan adalah mengerti, karena anak masih punya banyak keterbatasan untuk mengungkapkannya” tutup Widia.

    Editor : Banu Adikara

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article4 Zodiak ini Dikenal Paling Sering Terburu-buru dan Ceroboh
    Next Article Ngopi di Kedai Kopi Tidak Lagi Jadi Barang Mahal
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.