Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Angkutan Udara Alami Deflasi, Inflasi Bulanan DIY Melambat – KRJOGJA
    Ekonomi

    Angkutan Udara Alami Deflasi, Inflasi Bulanan DIY Melambat – KRJOGJA

    July 3, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Angkutan Udara Alami Deflasi, Inflasi Bulanan DIY Melambat – KRJOGJA 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    YOGYA, KRJOGJA.com – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY pada Juni 2022 tercatat 0,52% (mtm). Dengan capaian tersebut, secara tahunan inflasi DIY pada 2022 berada pada level 5,33% (yoy) atau berada di atas sasaran inflasi yang ditetapkan pada 3 ± 1% (yoy). Pada akhir triwulan II 2022, Inflasi DIY tercatat melambat dibandingkan capaian pada bulan sebelumnya (0,75%, mtm).

    Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Tantan Heroika mengatakan inflasi terutama bersumber dari berlanjutnya kenaikan harga komoditas hortikultura seperti aneka cabai dan bawang merah akibat faktor cuaca serta komoditas telur ayam akibat faktor cost-push. Meski demikian, penurunan harga tiket penerbangan seiring berlalunya puncak festive season HBKN Idul Fitri menahan kenaikan inflasi lebih tinggi.

    “Upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dalam membangun diskusi dengan maskapai terkait tren kenaikan harga komoditas angkutan udara pada awal triwulan II yang lalu berdampak positif terhadap penambahan frekuensi penerbangan,” ujarnya di Yogyakarta, Minggu (3/7/2022).

    Berdasarkan disagregasinya, Tantan menyampaikan inflasi DIY pada Juni 2022 didorong oleh kelompok inflasi inti (core inflation) dan kelompok harga pangan bergejolak (volatile food). Sementara itu, kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) mengalami deflasi. Peningkatan daya beli masyarakat mendorong peningkatan inflasi kelompok inti (core inflation).

    “Dari kelompok volatile food, andil inflasi terbesar berasal dari komoditas hortikultura, yakni cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit, yang masing-masing menyumbang andil 0,10% (mtm), 0,10% (mtm), dan 0,09% (mtm). Komoditas pangan hortikultura sangat sensitif terhadap curah hujan yang tinggi karena secara langsung berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil panen,” paparnya.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIsi Saldo MyPertamina Hanya Gunakan LinkAja
    Next Article Pengganti Tjahjo Kumolo untuk Menteri PAN-RB Masih Gelap
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.