Andalannews.com – Apakah Transmart punya Trans7? Yuk cari tahu hubungan sebenarnya antara dua perusahaan besar ini yang sama-sama berada di bawah CT Corp.
Kamu mungkin pernah dengar kabar atau diskusi di media sosial apakah Transmart punya Trans7 bukan sih? atau Transmart dan Trans7 satu group?
Pertanyaan ini jadi ramai diperbincangkan terutama setelah aksi demo santri terhadap konten tayangan Trans7 yang viral, dan aksi itu bahkan dilakukan di outlet Transmart.
Untuk meluruskan, yuk kita bedah satu per satu relasi bisnis mereka berdasarkan data publik terbaru. Transmart adalah bagian dari PT Trans Retail Indonesia, unit bisnis ritel milik CT Corp.
CT Corp sendiri adalah konglomerasi milik Chairul Tanjung yang memiliki berbagai lini usaha yakni media, ritel, keuangan, properti, dan lainnya.
Sementara itu, Trans7 berada di bawah unit media dari grup tersebut, melalui Trans Media, sebuah sub-holding yang mengelola bisnis penyiaran dan media digital dalam CT Corp.
Dengan struktur itu, meskipun Transmart dan Trans7 berada dalam naungan kelompok keuangan dan bisnis CT Corp yang sama, keduanya bukanlah satu entitas yang saling mempunyai dalam arti langsung mereka bergerak di bidang usaha yang berbeda: satu di ritel, satu di media.
Belakangan ini, aksi demo santri di Jember menjadi titik sorot publik soal relasi antara Transmart dan Trans7.
Aksi ini bermula dari protes terhadap program Xpose Uncensored di Trans7 yang dianggap melecehkan pesantren. Menariknya, demonstrasi dilakukan di depan pusat perbelanjaan Transmart Jember.
Beberapa peserta aksi menyebut bahwa Transmart dipilih sebagai lokasi demo karena dianggap masih satu grup usaha dengan Trans7.
Berdasarkan informasi, bahwa Transmart dan Trans7 sama-sama milik CT Corp meskipun masing-masing berada di unit bisnis berbeda.
Namun, laporan juga menyebut bahwa lebih tepatnya Trans7 berada di Trans Media (unit media CT Corp) sementara Transmart berada di Trans Retail (unit ritel CT Corp).
Ketika aksi demo berlangsung, ada klaim bahwa demonstran “salah alamat” karena menyasar Transmart sementara yang mereka protes adalah konten Trans7.
Untuk memperjelas soal apakah Transmart punya Trans7 bukan sih, simak ulasannya:
-
Transmart adalah jaringan pusat perbelanjaan / supermarket / ritel modern. Unit bisnis ini bertanggung jawab atas operasional toko, distribusi produk konsumen, aktivitas retail.
-
Trans7 adalah stasiun televisi (free-to-air) dan bagian dari unit media, dengan tugas penyiaran, produksi konten, dan operasional media.
Jadi dalam praktiknya, saham, operasional, manajemen, dan kebijakan media Trans7 tidak secara langsung diurus oleh manajemen Transmart meskipun induknya (CT Corp) berada di atas keduanya.
Meski terlihat punya nama depan yang sama, Transmart dan Trans7 sebenarnya tidak saling memiliki.
Kedunya memang bernaung di bawah satu induk besar bernama CT Corp, tapi dijalankan oleh unit bisnis berbeda. Transmart dikelola oleh Trans Retail Indonesia, sedangkan Trans7 dikelola oleh Trans Media.
Jadi, kalau kamu selama ini mengira keduanya satu perusahaan, bisa dibilang itu hanya setengah benar mereka bersaudara bukan saling memiliki.
Keduanya tumbuh di bidang yang sama sekali berbeda. Transmart fokus di dunia ritel dan kebutuhan harian masyarakat, sedangkan Trans7 berkiprah di dunia media, hiburan, dan informasi.
Namun yang menarik, keduanya sama-sama memperkuat citra CT Corp sebagai grup yang punya pengaruh besar di Indonesia, baik dalam aspek ekonomi maupun media massa.
Fenomena orang mengira Transmart punya Trans7 sebenarnya wajar. Nama Trans yang digunakan di berbagai lini bisnis CT Corp.
Di antaranya Trans Studio, Transvision, Transmart, dan Trans7 memang membuat banyak orang berpikir semua berada di bawah satu perusahaan operasional yang sama.
Padahal, itu hanyalah strategi branding agar semua unit bisnis mudah dikenali publik. Selain branding, kesamaan identitas visual dan gaya promosi juga membuat hubungan keduanya tampak semakin dekat.
Misalnya, logo berwarna oranye khas CT Corp yang muncul di berbagai unit bisnis. Hal-hal kecil seperti ini memperkuat kesan bahwa Transmart dan Trans7 punya hubungan yang sangat erat, meskipun secara struktur perusahaan berbeda.
Kalau dilihat dari sisi bisnis, pembagian unit seperti ini justru menguntungkan. Setiap entitas bisa fokus mengembangkan sektor masing-masing tanpa saling membebani.
Transmart bisa fokus meningkatkan layanan pelanggan dan jaringan ritel, sementara Trans7 bisa memperkuat program-program unggulan seperti On The Spot atau Mata Najwa.
Semua tetap di bawah pengawasan grup besar CT Corp yang memayungi keduanya. Selain itu, hubungan antara Transmart dan Trans7 juga menunjukkan bagaimana diversifikasi bisnis CT Corp bekerja.
Chairul Tanjung membangun kerajaan bisnisnya bukan hanya di satu bidang, tapi di berbagai sektor strategis: mulai dari media, perbankan, transportasi, hingga pariwisata.
Jadi, meskipun dua merek ini berbeda bidang, keduanya tetap berperan besar dalam memperluas ekosistem CT Corp di Indonesia.
Dengan memahami struktur ini, masyarakat bisa lebih bijak ketika menanggapi isu yang melibatkan salah satu unit bisnis CT Corp.
Contohnya, jika ada pemberitaan atau kontroversi di Trans7, itu bukan berarti Transmart ikut bertanggung jawab secara langsung begitu juga sebaliknya.
Kesadaran publik tentang hal ini penting agar tidak terjadi salah paham seperti yang beberapa waktu lalu ramai di media sosial.
Kesimpulannya kalau masih bertanya apakah Transmart punya Trans7 bukan sih? Intinya tidak secara langsung, tapi mereka berada di bawah satu payung besar yang sama, yaitu CT Corp.
Hubungan keduanya ibarat dua saudara dalam satu keluarga besar bisnis: berbeda peran, tapi punya tujuan yang sama menghadirkan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia.
Dan lewat sinergi keduanya, CT Corp semakin kokoh sebagai salah satu grup bisnis paling berpengaruh di negeri ini.




