Andalannews.com – Jagat maya diramaikan dengan banyaknya pertanyaan Diwali apakah libur nasional di Indonesia? Simak penjelasan lengkap soal festival cahaya yang dirayakan oleh umat Hindu tahun 2025 itu.
Hari raya Diwali atau dikenal sebagai Deepavali atau Dipawali) kini makin populer di Indonesia bukan hanya komunitas Hindu India tapi masyarakat umum lewat budaya populer, film Bollywood, hingga festival lampu.
Perayaan Diwali di Indonesia memang ada dan dirayakan oleh sebagian umat Hindu, khususnya komunitas keturunan India atau di kawasan tertentu.
Untuk tahun 2025 misalnya, perayaan Diwali diperkirakan jatuh pada tanggal 21 Oktober namun tanggal itu tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional maupun cuti bersama yang ditetapkan lewat SKB 3 Menteri.
Jadi meski maknanya penting bagi sebagian umat, secara hukum libur nasionalnya belum ada. Mengapa bisa demikian?
Latar belakangnya mengarah ke dua hal. Pertama, penetapan hari libur nasional di Indonesia dilakukan lewat mekanisme resmi (SKB 3 Menteri) yang harus memasukkan hari tersebut ke dalam daftar.
Kedua, tradisi Diwali di Indonesia tidak se-masif atau mendapatkan pengakuan penuh seperti hari raya mayoritas lainnya (misalnya Idul Fitri, Natal, Nyepi).
Ini semua membuat Diwali sampai sekarang tetap berstatus sebagai hari peringatan keagamaan, bukan menjadi hari libur umum.
Supaya tidak hanya memahami status liburnya, menarik juga tahu apa Diwali itu. Diwali berasal dari bahasa Sanskerta dīpāvali yang artinya deretan lampu atau pelita.
Festival ini dalam tradisi Hindu, Sikh, dan Jain dirayakan sebagai simbol kemenangan cahaya atas kegelapan, kebaikan atas kejahatan, dan harapan atas kemakmuran.
Beberapa tradisi yang sering dilakukan pada Diwali antara lain: menyalakan lampu atau pelita kecil di rumah, menghias rumah dengan rangoli atau seni lantai, doa bersama, berbagi makanan manis, hingga petasan pada malam puncak.
Kendati di Indonesia sebagian komunitas merayakan dengan caranya sendiri seperti di kota dengan komunitas keturunan India perayaan di skala nasional belum kampanye luas.
Menelisik data resmi, daftar hari libur nasional dan cuti bersama tiap tahun diatur melalui SKB 3 Menteri (Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi).
Dalam daftar tahun 2025 yang tersedia secara publik, tanggal perayaan Diwali tidak muncul sebagai hari libur nasional maupun cuti bersama.
Media berita Indonesia seperti Detik menegaskan: meski perayaan Diwali penting bagi sebagian umat, di Indonesia tidak termasuk hari libur nasional.
Oleh karena itu, pada hari perayaan Diwali, aktivitas sekolah, perkantoran, dan layanan publik tetap berjalan seperti biasa kecuali jika pemerintah daerah memberi himbauan lokal atau dispensasi khusus.
Kenapa Diwali belum jadi libur nasional? Ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa hingga saat ini Diwali belum ditetapkan sebagai libur nasional. Antara lain:
-
Jumlah umat yang merayakan Diwali dalam skala nasional belum sebesar hari raya mayoritas lainnya (misalnya Idul Fitri atau Natal). Indonesia juga memiliki mayoritas Muslim dan budaya Hindu yang mayoritas di Bali merayakan hari raya seperti Galungan dan Kuningan, bukan Diwali;
-
Usulan libur fakultatif pernah muncul (khusus komunitas Hindu yang merayakan Diwali), namun belum diubah menjadi libur nasional; serta
-
Penetapan hari libur memang harus melalui mekanisme resmi yang melibatkan SKB 3 Menteri dan pertimbangan nasional, termasuk implikasi ekonomi, pendidikan, dan administrasi.
Bagi umat Hindu di Indonesia yang merayakan Diwali, fakta bahwa hari tersebut bukan libur nasional berarti beberapa hal:
-
Mereka tetap merayakan seperti biasa ibadah, menghias rumah, berkumpul keluarga namun aktivitas kerja atau sekolah tetap berjalan jika tak ada dispensasi khusus di daerah masing-masing;
-
Di beberapa kota dengan komunitas Hindu India yang cukup besar (seperti Medan, Jakarta kawasan Little India), perayaan bisa lebih terasa secara sosial atau kekeluargaan;
-
Bahkan tanpa status libur nasional, beberapa organisasi komunitas atau swasta bisa memberi izin khusus atau fleksibilitas bagi pekerja/perusahaan yang merayakan Diwali, meskipun ini sifatnya lokal dan bukan aturan nasional.
Kalau kamu seorang umat Hindu yang merayakan Diwali di Indonesia atau bekerja di perusahaan yang punya kolega atau teman merayakan, bisa melakukan beberapa hal agar perayaan tetap terasa nyaman:
-
Pastikan kamu tahu bahwa hari itu tidak otomatis libur. Jadi atur jadwal kegiatanmu sendiri sebelumnya jika ingin beribadah atau berkumpul.
-
Jika perusahaan atau kantor setuju, ajukan pengajuan cuti atau izin khusus supaya bisa merayakan dengan tenang.
-
Jelaskan ke manajemen bahwa Diwali penting secara budaya atau spiritual dalam beberapa kasus perusahaan memberikan izin khusus atau mengakomodasi fleksibilitas kerja.
-
Jika ingin mengajak teman dengan latar berbeda, gunakan momen ini untuk berbagi budaya: sedikit cerita tentang arti Diwali bisa mempererat rasa kebersamaan di lingkungan kerja.
Dari paparan di atas sudah terjawabkan Diwali apakah libur nasional di Indonesia? Walau Diwali merupakan festival besar bagi umat Hindu dan komunitas lainnya, hingga saat ini belum menjadi hari libur nasional atau tanggal merah di Indonesia.
Masyarakat tetap bisa merayakan, namun aktivitas normal tetap berjalan kecuali ada dispensasi khusus lokal.
Siapa tahu di masa depan, jika komunitas yang merayakan makin besar atau ada perubahan regulasi, status liburnya bisa berubah.
Untuk sekarang, kuncinya adalah: tahu fakta, harap fleksibel, dan hargai tradisi bersama tanpa salah paham.
Jika kamu merayakan Diwali di Indonesia, selamat merayakan semoga cahaya festival ini membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi kamu dan orang-terdekatmu.




