Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Aroma Daging Tak Sedap Merambah Bea Cukai
    News

    Aroma Daging Tak Sedap Merambah Bea Cukai

    August 1, 2017No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Aroma Daging Tak Sedap Merambah Bea Cukai 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Aroma Daging Tak Sedap Merambah Bea Cukai

    Petugas Bea dan Cukai mengawasi penumpang kapal yang turun membawa gula impor dari kapal penyeberangan KMP BRR NAD-Nias di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam melakukan penyelidikan atas dugaan kongkalikong antara pengusaha impor daging Basuki Hariman dengan sejumlah oknum Bea Cukai. Kongkalikong itu terkait persoalan kepabeanan yang menerpa perusahaan milik Direktur CV Sumber Laut Perkasa itu.

    Penyelidikan itu dibeberkan Jaksa KPK saat pembacaan surat tuntutan terhadap terdakwa Basuki Hariman dan sekertarisnya, Ng Fenny, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (31/7/2017). Dalam uraiannya, jaksa menyebut penyelidikan itu berangkat dari pengaduan masyarakat pada 28 Maret 2016. Dalam aduan tersebut diduga terjadi penyelundupan 7 kontainer daging yang sudah dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Priok ke suatu gudang importir di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

    “Kami sampaikan bahwa adanya kasus penyelundupan 7 kontainer daging yang sudah dikeluarkan dari pelabuhan Tanjung Priok ke suatu gedung importir di Cileungsi Bogor,” ungkap jaksa Nanang Sunaryadi.

    Namun, hingga saat ini belum juga dilakukan pemeriksaan karena menunggu situasi tenang. Padahal, daging impor tersebut telah disegel oleh Bea Cukai.

    “Diduga, daging impor selundupan itu akan dilepas karena sudah ada kesepakatan kolusi antara oknum di Bea Cukai dengan Basuki Hariman,” ujar dia.

    Karena diduga keras ada keterlibatan Basuki selaku pemberi suap pada oknum Bea Cukai, maka dilakukan penyadapan atas Basuki sejak 29 April 2016. Selain Basuki, KPK juga menyadap anak buah Basuki, Kamaludin yang juga kolega mantan hakim MK, Patrialis Akbar.

    “Karena menunggu situasi tenang yang selanjutnya akan dilepas sehubungan sudah 86 oleh oknum Bea Cukai yang berkolusi dengan improtir bernama Basuki,” ditambahkan jaksa.

    Penyelidikan dan penyadapan itu disampaikan Jaksa merespon keberatan tim kuasa hukum Basuki yang menyatakan keberatan. Dimana pengacara Basuki sebelumnya merasa keberatan lantaran penyelidik KPK sudah melakukan penyadapan terhadap Basuki sebelum adanya surat perintah penyelidikan (Sprinlidik).

    Nah dalam proses penyelidikan itu, tim penyelidik KPK secara tidak sengaja mendapatkan temuan lain. Yakni kasus suap terkait uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi. Setelah ditelusuri, kasus suap tersebut ternyata melibatkan Patrialis Akbar.

    Dalam penelusuran itu terkuak bahwa Basuki dan stafnya Ng Fenny diduga menyuap Patrialis Akbar sebesar 50.000 dollar AS, dan Rp 4 juta kepada Patrialis.
    Basuki dan Ng Fenny juga menjanjikan uang sebesar Rp 2 miliar kepada Patrialis.

    Suap tersebut berasal dari Basuki kepada Patrialis Akbar yang disampaikan melalui Kamaludin. Dari temuan itu, kemudian diterbitkan Sprinlidik baru pada 7 Oktober 2016.

    “Dalam kegiatan penyadapan, tidak dapat dicegah pihak lain ikut tersadap. Namun, terbatas dan semata-mata, dikarenakan menghubungi  atau dihubungi oleh nomor telepon pihak yang diduga melakukan korupsi,” tandas jaksa.

    TAGS : Bea Cukai KPK

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/19558/Aroma-Daging-Tak-Sedap-Merambah-Bea-Cukai/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSatgas Perempuan dan Anak Masih Terkendala Koordinasi
    Next Article Indonesia Masih Butuh Program KB
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.