Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»AS Mesti Kembali ke JCPOA jika Ingin Dialog dengan Iran
    News

    AS Mesti Kembali ke JCPOA jika Ingin Dialog dengan Iran

    August 28, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    AS Mesti Kembali ke JCPOA jika Ingin Dialog dengan Iran

    Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi (Foto: Majid Hagdoist)

    Teheran, Jurnas.com – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araqchi, mengatakan, Iran tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), kecuali Washington kembali pada kesepakatan nuklir multilateral 2015, yang dikenal JCPOA.

    “Kami hanya berbicara dengan negara-negara Eropa mengenai 11 tuntutan spesifik kami berdasarkan JCPOA dan kami tidak akan bernegosiasi dengan AS,” kata Araqchi, Rabu (28/9).



    Ia menambahkan, tidak ada negara akan menerima untuk melakukan negosiasi sementara berada di bawah tekanan maksimum. Hal itu sama saja menyerah.

    Araqchu juga menegaskan, pertemuan dengan AS dalam kerangka JCPOA hanya akan terwujud seandainya Washington mencabut semua sanksi terhadap Iran.

    Baca juga.. :

    • China Desak AS Hentikan Hoaks soal Laut Cina Selatan
    • Iran Kembali Minta Pencabutan Sanksi ke AS
    • Trump Lewatkan Pertemuan Darurat Iklim dan Kebakaran Amazon di Jerman

    Pernyataan itu muncul sehari setelah Presiden Iran, Hassan Rouhani menolak permintaan Presiden Prancis, Emmanuel Macron untuk pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, dengan dalih Washington akan mencabut semua sanksi jika keduanya bertemu.

    Lebih lanjut Araqchi mencatat, Iran menerima undangan Perancis untuk pergi ke kota Biarritz mengadakan pertemuan puncak G7 baru-baru ini dengan syarat tidak boleh ada pembicaraan atau pertemuan, bahkan yang tidak disengaja, dengan delegasi AS.

    Ia memperingatkan. jika Eropa gagal untuk sepenuhnya memenuhi komitmen mereka berdasarkan perjanjian nuklir, Teheran nembak akabln mengurangi kewajiban JCPOA-nya yang ketiga.

    Sejak Mei, Iran sudah menangguhkan beberapa komitmennya di bawah JCPOA, yang diraih antara negara itu dan kelompok negara-negara P5 +1, AS, Inggris, Prancis, Rusia, Cina, ditambah Jerman di Wina pada 2015.

    Teheran telah mendukung komitmen nuklirnya dua kali sesuai dengan pasal 26 dan 36 dari perjanjian itu.

    Iran mengatakan, keputusan itu dapat dengan mudah dicabut begitu Eropa menemukan cara praktis untuk melindungi ekonomi Iran dari sanksi AS sepihak yang diberlakukan tahun lalu saat Trump menarik diri dari perjanjian itu.

    Sejauh ini, negara Eropa gagal menegakkan komitmen mereka. Mereka telah menyatakan dukungan vokal untuk kesepakatan tersebut tetapi gagal memberikan insentif ekonomi yang berarti seperti yang dipersyaratkan dalam perjanjian nuklir.

    Eropa melewatkan tenggat 60 hari yang ditetapkan Teheran. Hal itulah yang mendorong Iran untuk melanjutkan pemotong komitmen keduanya pada 7 Juli.

    Sebagai langkah pertama, Iran meningkatkan persediaan uranium yang diperkaya hingga melebihi 300 kilogram yang ditetapkan JCPOA.

    Pada langkah kedua, Teheran mulai memperkaya uranium dengan tingkat kemurnian di luar batas JCPOA sebesar 3,76 persen.

    Iran memperingatkan, pihaknya mungkin mendorong maju dengan pengayaan uranium 20 persen dan melanjutkan kegiatan sebelumnya di reaktor nuklir air berat Arak dalam penahanan komitmen nuklir ketiga.

    TAGS : Kesepakatan Nuklir Amerika Serikat Seyyed Abbas Araqchi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/58366/AS-Mesti-Kembali-ke-JCPOA-jika-Ingin-Dialog-dengan-Iran/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMegawati Berharap Pendekatan Budaya dan Ekonomi Dikedepankan dalam Upaya Perdamaian Korea
    Next Article Nasib Jakarta Jika Ibukota Pindah? Megawati: Perlu Tim Khusus untuk Mengkaji
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.