Bakar 3.000 Produk, Tasya Farasya Akui Makin Belajar Bisnis Makeup

Bakar 3.000 Produk, Tasya Farasya Akui Makin Belajar Bisnis Makeup

JawaPos.com – Membangun bisnis atau usaha memang tidak mudah. Hal itu pula yang diungkapkan beauty influencer Tasya Farasya, yang saat ini tengah membangun bisnis di dunia kosmetik.

Dalam peluncuran produk eyeshadow palette dari brand makeup-nya Mother of Pearl, Tasya mengungkapkan, namanya membangun atau membuat produk pasti ada saja tantangannya. Namun, ia enggan mengungkapkan detail apa saja tantangan yang sudah dilaluinya.

Baginya, ketimbang mempertontonkan perjuangan saat membuat produk dalam brand-nya, lebih baik fokus dengan hasil yang sudah ada. “Makin ke sini, makin belajar. Gak mungkin lancar-lancar saja, tapi aku tidak mau melimpahkan perjuangan-perjuangan aku, tapi lihat saja produknya,” ujar Tasya.

Kendati tidak ingin orang tahu perjuangannya membangun brand makeup, Tasya ternyata sempat membakar 3.000 produk makeup-nya yang sudah jadi. Ini terjadi saat dirinya mempersiapkan produk eyeshadow MOP yaitu Haute Holochrome Palette.

“Setiap develop memang ada tantangannya. 3.000 dibakar,” tuturnya.

Eyeshadow Palette dengan Packaging Kupu-kupu

Eyeshadow MOP Haute Holochrome Palette resmi meluncur dalam gelaran Hari Jadi Sociolla yang ke-8 di Kota Kasablanka. Menggandeng desainer ternama Tex Saverio, Tasya mengeluarkan 3 koleksi untu produk eyeshadow-nya. Yakni Popping, Blazing, dan Vibing, yang memiliki warna ciri khas.

Memiliki masing-masing 15 warna, eyeshadow palette MOP pun tampil dengan kemasan menarik berupa kupu-kupu. “Aku memang awalnya mau fokus ke eyeshadow. Nah untuk desainnya aku angkta tangan, makanya aku ajak ka Tex untuk kolaborasi,” terang Tasya.

Packaging kupu-kupu yang ditampilkan memang sesuai dengan brand image dari MOP sendiri. Bentuknya terlihat seperti kristal dengan siku-siku yang tegas.

Dilengkapi dengan kaca, uniknya pada bagian tengah terdapat lubang. Sehingga kubang ini bisa mempermudah para beauty enthusiast saat memegang palette sambil berhias.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah


Credit: Source link

Related Articles