Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Bali Jadi “Pilot Project” Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik
    Ekonomi

    Bali Jadi “Pilot Project” Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

    December 13, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Bali Jadi "Pilot Project" Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Bali Jadi "Pilot Project" Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik 2
    Bali menjadi pilot project pengembangan ekosistem kendaraan listrik. MoU “Piloting Electric Vehicle Systems and Developing a Green Transportation Investment Roadmap for Bali Project” dengan Pemerintah Korea digelar Rabu (13/2). (BP/may)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Indonesia mempunyai misi net zero emision di 2060 dan Bali berambisi dapat tercapai 2045. Guna merealisasikannya, Pemerintah Indonesia menggandeng Korea untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik bagi layanan transportasi publik di Bali.

    Menurut Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPn/Bappenas, Dr. Vivi Yulaswati, M.Sc., penandatangan MoU “Piloting Electric Vehicle Systems and Developing a Green Transportation Investment Roadmap for Bali Project” dengan Pemerintah Korea digelar Rabu (13/2). Kesepakatan dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding oleh Vivi bersama Country Representative GGGI di Indonesia sekaligus Deputy Regional Director for Northeast Asia, Jaeseung Lee.

    “Sektor transportasi diproyeksikan berkontribusi hingga 9,93 persen untuk penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Maka dari itu, Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan mitra internasional mendorong kolaborasi antar K/L/P/D untuk transisi energi melalui penyediaan ekosistem dan infrastruktur transportasi e-bus tanpa emisi,” ujar Vivi.

    Kemitraan antar pemerintah ini menjadi bagian upaya Indonesia mendorong transisi energi menuju visi Indonesia Emas 2045. Melalui mitra pelaksana Global Green Growth Institute (GGGI), proyek Uji Coba Sistem Kendaraan Listrik dan Pengembangan Peta Jalan Investasi Transportasi Hijau di Bali senilai KRW 11 miliar (setara USD 8,8 juta) yang dijalankan hingga Desember 2027.

    Proyek ini mencakup feasibility study, pelaksanaan, finansial, dan penyediaan bus elektrik dan ekosistem pendukung seperti stasiun pengisian daya untuk area Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) dan Klungkung. Berfokus pada transisi energi, Indonesia bertekad memenuhi komitmen di tingkat global untuk menurunkan emisi GRK 32 persen hingga 43 persen pada 2030 dan target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Kebijakan ditujukan pada transisi energi bersih serta energi yang adil, inklusif dan berkelanjutan.

    Dalam skenario NZE, pihaknya mengarahkan kendaraan listrik bagi kendaraan pribadi roda 4 dan roda 2, serta energi hidrogen untuk kendaraan berat seperti bus dan truk. Dari data, wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan (Sarbagita), penggunaan transportasi publik kurang dari 1 persen sedangkan kendaraan pribadi roda dua mencapai 75 persen. Hal ini bisa menjadi indikasi transportasi publik belum memenuhi kebutuhan perjalanan di wilayah Sarbagita yang mencapai 1 juta perjalanan per harinya.

    Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, diantaranya kapasitas di bidang institusional, kapasitas manusia dan fiskal karena urban mass transportation perlu berbagai dukungan. “Saat ini, dunia fokus pada adopsi teknologi tanpa emisi, termasuk di sektor transportasi. GGGI berupaya mendukung pemerintah untuk adopsi e-bus, mulai dari Provinsi Bali dan nantinya direplikasi ke kawasan lain di Indonesia,” jelas Jaeseung Lee.

    “Kerja sama ini menjadi salah satu bagian kemitraan strategis yang telah terjalin selama 50 tahun antara Pemerintah Republik Korea dan Indonesia. Di sektor lingkungan, kami percaya program ini dapat mendukung capaian target pengurangan emisi global hingga 45 persen pada 2030 dan capaian nol emisi global pada 2050,” kata Direktur Biro Perubahan Iklim dan Kerja Sama Internasional Kementerian Lingkungan Hidup Republik Korea, Suy Hyun Lee. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKondisi Transportasi Indonesia Memprihatinkan, Kerugian Capai Puluhan Triliun Setahun
    Next Article Kelonggaran target TKDN beri ruang industri mobil listrik berkembang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.