Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Bali Perlu Waspadai Kenaikan Bahan Pangan
    Ekonomi

    Bali Perlu Waspadai Kenaikan Bahan Pangan

    September 7, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Bali Perlu Waspadai Kenaikan Bahan Pangan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Bali Perlu Waspadai Kenaikan Bahan Pangan 2
    Prof. Wayan Ramantha. (BP/dok)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Inflasi Bali pada Agustus 2022 mencapai 6,38% (yoy). Meski inflasi Bali di atas range target Bank Indonesia yaitu 3,5% plus minus 1%, namun inflasi Bali tersebut tergolong inflasi ringan. Hanya saja pertumbuhan ekonomi Bali belum menembus angka 6 persen.

    Guru Besar Universitas Udayana Prof. Wayan Ramantha, Senin (5/9) mengatakan, inflasi ringan adalah inflasi di bawah 10%, sedang 10-30%, berat di atas 30%. Sehingga Bali masih tergolong inflasi ringan. Penyebabnya, kenaikan harga BBM dan beberapa bahan makanan.

    Sementara BBM diyakini tidak akan mengalami kenaikan lagi karena Presiden telah menjamin harga BBM hingga akhir tahun ini tidak akan mengalami kenaikan lagi. Dengan demikian inflasi yang merupakan definisi kenaikan harga secara terus menerus, tidak akan lebih tinggi di bulan-bulan yang akan datang.

    Ramantha mengatakan inflasi komponen inti dan administered price pada Juli 2022 cukup rendah. Inflasi inti hanya 2,86%, sedangkan inflasi yang tinggi
    adalah dari komponen harga bergejolak (bahkan pangan) yang mencapai 11,47%. Ramantha mengungkapkan Bali perlu mewaspadai kenaikan harga pangan meskipun harga BBM tidak akan naik lagi. Mengingat dalam biaya produksi pangan mengandung komponen transportasi yang berkaitan dengan BBM, kenaikan harga pangan juga akan terpengaruh dengan naik- turunnya harga BBM.

    Inflasi makanan atau bahan pangan secara umum selain disebabkan ongkos produksi juga bisa disebabkan permintaan meningkat. Menurutnya permintaan juga tidak akan terjadi peningkatan karena daya beli masyarakat seiring kondisi ekonomi belum
    membaik dan masih dalam pengaruh masa COVID-19 sehingga tidak akan terjadi peningkatan. “Harga yang naik jika tidak ada daya beli, kan orang akan menurunkan harga,” tandasnya.

    Selain itu, jika harga makanan mengalami kenaikan terlalu tinggi, masyarakat bisa mencari substitusi penggantinya seperti kenaikan harga telur, masyarakat bisa beralih ke sumber protein lain. Kalaupun ada alasan penimbunan bahan pangan untuk menaikkan harga menurutnya pun akan kecil terjadi karena bahan pangan mudah rusak sehingga
    orang akan berpikir untuk melakukan penimbunan demi harga tinggi.

    Dengan melihat kondisi itu menurutnya inflasi ringan yang terjadi saat ini, dinilai tidak akan mencapai inflasi sedang atau di atas 10%. Hanya saja pertumbuhan ekonomi Bali yang belum mencapai 6%, menjadi
    kekhawatiran Bali mengalami stagflasi.

    Menurut Ramantha, stagflasi banyak karakteristiknya, salah satunya pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari inflasi, seperti saat ini pertumbuhan ekonomi tidak mencapai 6% tapi inflasi 6%. “Stagflasi
    syaratnya cuma satu, salah satu inflasi yang melebihi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

    Syarat kedua terjadi stagflasi adalah inflasi secara tetap, tidak mengalami penurunan atau deflasi. Ketiga, menyebabkan angka pengangguran karena daya beli masyarakat tidak memungkingkan akhirnya produksi terhenti lalu terjadi pengangguran. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTak Perlu Nangis Seperti Elit PDIP!
    Next Article Brankas Dicuri ART, Rugi Hampir Rp 1 Miliar, Dara Arafah Lapor Polisi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.