Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Berapa Batasan Penggunaan MSG yang Aman untuk Anak?
    Lifestyle

    Berapa Batasan Penggunaan MSG yang Aman untuk Anak?

    August 5, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Berapa Batasan Penggunaan MSG yang Aman untuk Anak? 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Usia seribu hari pertama paling penting untuk tumbuh kembang anak. Artinya sejak usia anak nol di dalam kandungan, hingga ia berusia 2 tahun, pemenuhan nutrisi harus tepat. Salah satunya menjamin agar mereka nafsu makan dengan rasa yang menggugah selera makannya. Salah satunya adalah rasa gurih atau umami serta bijak garam sejak dini.

    Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO), konsumsi garam harian yang ideal adalah 5 gram setiap hari. Namun, 5 dari 10 masyarakat Indonesia mengonsumsi garam lebih dari 5 gram.

    Dalam kampanye Bijak Garam, Grant Senjaya dari PT Ajinomoto Indonesia menjelaskan diet bijak garam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam memasak. Salah satu faktor kendala sulitnya mengurangi garam dalam masakan adalah membuat rasanya tetap lezat dan tidak hambar.

    “Kampanye Bijak Garam ini bisa menjadi solusi cermat dalam mengurangi penggunaan garam dalam setiap masakan dengan mempertahankan cita rasa yang tetap seimbang. Pengurangan asupan garam atau diet rendah garam dapat diganti dengan penggunaan garam dengan bumbu umami seperti MSG,” kata Grant Senjaya kepada wartawan dalam webinar bersama Katadata Indonesia, baru-baru ini.

     

    Bolehkah Penggunaan MSG Pada Masakan Untuk Anak?

     

    Dokter Spesialis Anak dari RS Kasih Ibu Surakarta dr. MN Ardi Santoso, Sp.A., M.Kes mengatakan fakta 1000 hari pertama kehidupan dihitung dari janin usia nol hingga 9 bulan sampai anak lahir sampai usia 2 tahun. Ini adalah periode penting di mana seluruh organ vital anak berkembang pesat, dari mulai otak, hati, jantung, dan ginjal. Maka masa ini disebut juga dengan golden age.

    “Nutrisi harus optimal, masa-masa seribu hari harus dipenuhi dengan gizi yang baik. Terutama masalah makannya. Itu karena 80 persen otak manusia berkembang saat seribu hari pertama kehidupan. Caranya dengan nutrisi optimal, jangan sampai berat badannya turun. Harus naik tak boleh flat atau turun, jadi risiko gagal tumbuh,” jelasnya.

    Saat anak tak selera makan, kata dia, ibu-ibu rata-rata khawatir, bolehkah menambahkan cita rasa umami atau MSG ke dalam masakan? Menurut dr. Ardi, jawabannya adalah boleh.

    “Ingin kasih rasa ke makanan, boleh nggak ya pakai MSG? Berbahaya gak sih? Di satu sisi anak butuh makanan lezat, butuh cita rasa enak. Kan ada pantangan ya, gula garam, itu harus dibatasi. Dan jawabannya boleh,” katanya.

     

    Apa itu MSG?

     

    MSG disebut juga dengan micin atau Monosodium Glutamat. Ini salah satu dari 20 asam amino yang berperan penting dalam tubuh manusia. Kadar natrium dalam MSG lebih rendah dibanding garam dapur.

    “MSG mengandung 12 natrium. Garam dapur 39 persen. Natrium di MSG lebih sedikit dibanding garam dapur. Resiko hipertensi lebih rendah,” katanya.

    MSG menurutnya membantu mencerna usus, kontrol nafsu makan, diet rendah garam. Dan MSG digunakan sebagai penguat rasa.

     

    Berapa Batasan yang Aman Untuk Anak?

     

    Menurut dr. Ardi mengutip data BPOM, kadar aman penggunaan MSG sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) penguat rasa diizinkan dengan penggunaan maksimum atau secukupnya. Tak ada batasan.

    “Kata-kata BPOM hanya menulis ‘secukupnya’ tak ada batasan. Maka tak perlu khawatir. Semua ini kan hanya untuk penguat rasa. Berlebihan juga rasanya tak enak. Dari Badan Dunia tak ada batasan intake, dengan batas maksimum secukupnya. Tak ada batasan dan aman untuk anak, bahkan boleh untuk bayi. Sebab sejak bayi, sebetulnya sudah diperkenalkan dengan MSG di dalam ASI. ASI ibu mengandung 44,17 persen MSG dari total protein. Maka MSG boleh digunakan dengan batasan secukupnya,” tegasnya.

    Editor : Banu Adikara

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKebutuhan mobil bekas diprediksi terus meningkat
    Next Article Kinerja Keuangan Membaik, PPA Dapat Pengakuan Dua Lembaga Pemeringkat Internasional – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?
    • Sarah Gibson Diselingkuhin? Ini Kronologinya hingga Direspons Tengku Dewi
    • Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.