Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Berhasil Bertahan dari Pandemi Covid-19, Reddorz Menatap IPO
    Ekonomi

    Berhasil Bertahan dari Pandemi Covid-19, Reddorz Menatap IPO

    December 11, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Berhasil Bertahan dari Pandemi Covid-19, Reddorz Menatap IPO 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – RedDoorz, Perusahaan teknologi yang bergerak di bidang perhotelan dan hospitality mampu bertahan saat pandemi Covid-19. Bahkan, selama dua tahun ini mereka terus memperbanyak portfolio penginapan serta berekspansi di lebih dari 190 kota. Mereka kini sedang menunggu momentum stabilnya perekonomian untuk bisa initial public offering (IPO).

    Keinginan itu disampaikan oleh CEO RedDoorz Amit Saberwal. Dia mengatakan IPO selalu menjadi ambisinya untuk perusahaan yang memiliki logo pintu merah itu. Namun, pandemi membuat rencana itu harus tertunda dua atau tiga tahun. “Itu (IPO) adalah bagian dari rencana kami,” ujarnya saat wawancara khusus dengan JawaPos.com.

    Amit belum bisa memastikan apakah pada 2023 bisa mengumumkan rencana IPO atau tidak. Peluang pada 2023, asalkan pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 bisa konsisten. “Saya pikir jika pemulihan ekonomi pada 2023 sangat baik, kami akan berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk menentukan kapan IPO dilakukan,” imbuhnya.

    Rencana untuk IPO sangat mungkin dilakukan. Apalagi, bisnis RedDoorz terus tumbuh. Termasuk di Indonesia. Meski RedDoorz adalah perusahaan startup asal Singapura, namun Amit mengakui kalau Indonesia adalah pasar nomor satunya. Baginya, jika ingin memiliki posisi bisnis yang kuat di ASEAN, harus kuat di Indonesia terlebih dahulu.

    Secara khusus, Amit mengatakan sangat optimistik dengan peluang RedDoorz di Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari bangkitnya lagi sektor pariwisata. Ketika orang-orang mulai berwisata, mereka butuh tempat untuk menginap. “Mereka ingin tinggal bersama teman dan kerabat di hotel kecil yang dikelola secara profesional. Itu adalah titik awal dari pariwisata,” terangnya.

    Lebih lanjut Amit mengatakan, pemulihan ekonomi Indonesia setelah pandemi Covid-19 masih belum sepenuhnya. Namun, dia melihat Ramadan 2023 akan jadi titik balik. “Indonesia masih belum pulih sepenuhnya. Saya pikir pasca Ramadan tahun depan, pemulihan secara penuh akan terjadi. Saya kira demikian,” tuturnya

    Bagaimana dengan isu resesi pada 2023? Amit memilih untuk tetap optimistik. Apalagi, dia telah belajar dari pandemi Covid-19. Untuk tidak mengkhawatirkan apapun yang tidak bisa dia kendalikan. Bisnis RedDoorz di Indonesia diyakini tetap bagus karena memiliki banyak rekan dan selama pandemi berhasil menggandakan jumlah hotel.

    “Saya tidak bisa mengendalikan resesi. Faktanya, bahwa di seluruh Asia Tenggara, terutama di Indonesia pertumbuhannya lebih tinggi daripada inflasi. Jadi, ketakutan akan resesi itu sah-sah saja, tetapi kita seharusnya tidak terlalu mengkhawatirkannya,” urainya.

    Bertahan Saat Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang memukul industri pariwisata memang berdampak pada RedDoorz.  Amit mengakui jika kondisi dua tahun ke belakang sangat sulit. Dia beruntung, di tengah situasi sulit itu ResDoorz memiliki tim yang solid.

    “Seluruh pujian untuk tim dan mitra, mereka bisa bersatu. Kami memangkas biaya, mengambil keputusan dengan sangat cepat. Dan mulai menghasilkan uang,” jelasnya.

    Amit juga mengatakan, terdampak pandemi Covid-19 bukan berarti berhenti ekspansi. Justru saat pandemi itulah RedDoorz bergerak makin lincah. Buktinya, hotel-hotel baru terus ditambahkan sebagai mitra dan berekspansi ke 190 kota di Indonesia. “Kami gandakan jumlah hotel kami, dan kami survived,” terangnya

    Saat ini, RedDoorz juga memperbanyak lini bisnisnya. Mulai dari Sans untuk anak muda, KoolKost untuk kos-kosan, hingga Sunerra bagi yang ingin menginap di hotel bintang 4. Strategi multibrand itu ikut membantu performa positif RedDoorz saat menghadapi pandemi Covid-19.

    “KoolKost memang sangat Indonesia. Ini untuk yang ingin ngekost dengan standar yang baik. Bisnis ini sedang naik daun karena setelah pandemi, kampus mulai dibuka, pekerja kembali ke kantor. Setelah periode yang lambat itu, bisnis ini sangat menarik,” terangnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasak Kocak Bersama Chef Hideki dan Haruka Nakagawa
    Next Article Bupati Meranti Gusar Soal Alokasi DBH Migas, Kemenkeu Beberkan Fakta
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.