Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Cuaca Panas, Petani Jamur Marga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pasar
    Ekonomi

    Cuaca Panas, Petani Jamur Marga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pasar

    February 20, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Cuaca Panas, Petani Jamur Marga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pasar 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Cuaca Panas, Petani Jamur Marga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pasar 2
    Petani Jamur Tiram menunjukkan hasil panennya yang sudah dikemas dan siap dipasarkan. (BP/Istimewa)

    TABANAN, BALIPOST.com – Empat kali gagal mencari komposisi yang pas untuk media tanam pembibitan jamur tiram, tak menyurutkan niat Made Wira, warga Desa Petiga, Kecamatan Marga, Tabanan untuk terus berupaya mengembangkan potensi jamur tiram yang kini justru menjadi salah satu sumber pendapatan melalui BUMDes Tri Buana Mesari. Namun, akibat faktor cuaca panas belakangan ini, pesanan jamur tiram segar di pasaran tak sepenuhnya bisa terpenuhi.

    Ditemui di stan saat agenda Bupati Ngantor di Desa Petiga, Senin (19/2), Made Wira yang juga Ketua Bumdes Tri Buana Mesari, Desa Petiga, Kecamatan Marga Tabanan ini pun menceritakan jika terobosan Bumdes bergerak dalam pembibitan jamur tiram dimulai sekitar tahun 2022 silam. Dimana Desa Petiga yang saat itu dikenal dengan potensi tanaman hias dengan pemasaran tergantung sektor pariwisata ini pun sempat lesu akibat Covid-19.

    Melihat kondisi itu, ia pun mencari solusi alternatif agar perekonomian di wilayah Petiga bisa tetap menggeliat, dan memutuskan untuk budidaya jamur tiram. Karena tidak seluruhnya ilmu budidaya jamur tiram khususnya komposisi baglog untuk pembibitan ia dapatkan, ia pun mengaku empat kali gagal mencari komposisi media tanam.

    “Saya serching, tetapi karena mungkin ibaratnya rahasia perusahaan untuk konposisi tak banyak yang dijelaskan, jadi saya otodidak mencari konposisi sampai akhirnya menemukan yang pas, sehingga hasilnya jamur tiram segar dan bagus,” jelasnya.

    Bagi Made Wira, alasannya, selain bahan baku gampang dicari dan saat itu cuaca mendukung, serta mudah dikerjakan bagi segala usia, dan tidak memerlukan banyak waktu untuk pemeliharaan. “Untuk pembibitan dilakukan tiga orang,” jelasnya.

    Dimana untuk proses pembibitan sampai tumbuh jamur yang memerlukan waktu 25-30 hari, dibutuhkan tenaga yang sangat telaten. Karena, meski perawatan mudah dan tidak perlu banyak tenaga namun ketelatenan menjaga kelembaban dan sanitasi di area pembibitan sangat penting, karena rentan terkontaminasi.

    “Kami punya ribuan baglog jamur, satu baglog dalam rentang waktu 3 bulan bisa tumbuh 3-4 kali, dengan rata rata 100-110 gram sampai 1 kali panen, karena bisa tiga kali panen, maka dalam satu periode panen satu log bisa menghasilkan sekitar 300 gram jamur,” terangnya.

    Sejatinya, kata Made Wira ia mendapat banyak pesanan jamur tiram segar, seperti di wilayah Tabanan, Kediri dan Mengwi. Bahkan, pesanan bisa sampai ratusan kilogram, hanya saja karena cuaca kering dan panas saat ini, Bumdes tidak bisa memenuhi pesanan itu sepenuhnya, karena kapasitas produksi jamur segar yang dihasilkan hanya maksimal 35 kilo.

    “Salah satu kendala tidak tercukupinya kebutuhan jamur tiram karena faktor cuaca yang kurang menentu. Bila terlalu panas atau terlalu basah sangat mempengaruhi pertumbuhan jamur,” katanya.

    Tak hanya jamur tiram, Wira juga mengakui ada juga pemesanan bibit jamur (baglog) seperti di Kerambitan, Pacung Baturiti, dan Karangasem. Permintaan dalam bentuk bibit ini tahun lalu bahkan sampai 10 ribu, dan awal tahun 2024 atau sampai bulan Februari ini sudah ada permintaan sebanyak dua ribu baglog.

    Dengan mulai stabilnya produksi dan pemasaran, kini pun pengembangan diarahkan juga untuk produksi kripik jamur dengan menggandeng ibu-ibu dari warga setempat. Produksi kripik jamur ini baru dimulai tahun 2023, dengan pemasaran ke Tabanan kota sampai dengan Jimbaran. “Keripik jamur kita hargai Rp10 sampai 20 ribu,” ucapnya. (kmb28)

     

     

    Bali Post/bit

    TIRAM – Warga Desa Petiga, Kecamatan Marga Tabanan untuk terus berupaya mengembangkan potensi jamur tiram yang kini justru menjadi salah satu sumber pendapatan melalui Bumdes Tri Buana Mesari.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleStellantis umumkan kemudi i-Cockpit di Peugeot akan integrasi ChatGPT
    Next Article Dikurangi, Kuota Elpiji 3 Kg untuk Bali
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.