Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Dampak Pandemi, Penjualan Dandang Turun 60 Persen
    Ekonomi

    Dampak Pandemi, Penjualan Dandang Turun 60 Persen

    August 5, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dampak Pandemi, Penjualan Dandang Turun 60 Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Dampak Pandemi, Penjualan Dandang Turun 60 Persen 2
    Dandang- Perajin saat memproduksi dandang. Akibat pandemi penjualan dandang menurun hingga 60 persen. (BP/Ist)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Pandemi Covid-19 yang melanda selama 1,5 tahun membuat perekonomian menurun. Daya beli masyarakat mengalami penurunan. Salah satunya berdampak pada perajin alat dapur “dandang” di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Selama pandemi, penjualan dandang mengalami penurunan hingga 60 persen dari situasi biasanya.

    Seorang perajin dandang Kasmiun menuturkan, pasca dilanda pandemi Covid-19, tingkat penjualan dandang mengalami penurunan yang cukup signifikan yang mencapai sekitar 60 persen. “Penjualan dandang anjlok. Kini penjualan hanya 30-40 dandang yang bisa terjual dalam satu kali pemesanan. Jumlah ini masih kalah jauh dibanding hari normal sebelum pandemi, yang mampu terjual 100 barang. Jadi, sekitar 60 persen penurunan,” ucapnya.

    Tapi, jelas Kasmiun, belakangan ini dirinya mulai merasakan angka penjualan di pasar-pasar tradisional lokal yang mulai sedikit mengalami peningkatan. Meski, jumlah dandang yang terjual di masa pandemi ini tidak sebanyak dulu. “Hasil produksi saya jual di Pasar Rubaya dan Tukad Ling di Kecamatan Kubu, sampai Pasar Pesangkan di Kecamatan Selat, pasar Kita Amlapura. Termasuk daerah terdekat seperti Klungkung, dan Buleleng,” katanya.

    Dia menjelaskan, saat ini untuk memproduksi dandang pihaknya terkendala bahan baku. Pasalnya, plat aluminium mulai sulit diperoleh. Sebab, sisa plat yang dipakai percetakan rata-rata dikirim balik ke Jawa. Sehingga pemesan plat di Bali jarang kebagian.

    “Dulu satu bulan bisa mendapatkan seribu plat. Tapi, sekarang ini sebulan hanya dapat 100 lembar saja. Karena saya pakai plat aluminium bekas percetakan. Saya menduga oplah koran turun sehingga pemakaian plat cetak menjadi tidak banyak,” jelasnya. (Eka Prananda/Balipost).

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleEkonomi DIY Triwulan II 2021 Tumbuh 11,81 Persen – KRJOGJA
    Next Article Gaikindo optimistis penjualan mobil penuhi target 750 ribu unit
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.