Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Ditolak Masyarakat, Pembangunan Pabrik Limbah Medis Perlu Disosialisasikan Lagi
    Ekonomi

    Ditolak Masyarakat, Pembangunan Pabrik Limbah Medis Perlu Disosialisasikan Lagi

    May 25, 2021No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ditolak Masyarakat, Pembangunan Pabrik Limbah Medis Perlu Disosialisasikan Lagi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ditolak Masyarakat, Pembangunan Pabrik Limbah Medis Perlu Disosialisasikan Lagi 2
    Warga memasang spanduk penolakan pembangunan limbah medis pada Januari 2021. (BP/Dokumen)
    Ditolak Masyarakat, Pembangunan Pabrik Limbah Medis Perlu Disosialisasikan Lagi 3

    NEGARA, BALIPOST.com – Komisi III DPRD Jembrana, Senin (24/5) menggelar rapat koordinasi (rakor) berkaitan dengan pembangunan pabrik limbah medis di Pengambengan, Kecamatan Negara. Hal ini menyikapi adanya penolakan masyarakat yang disampaikan melalui Fraksi PDI Perjuangan tentang proyek itu.

    Dari pembahasan diputuskan dilakukan sosialisasi menyasar warga yang menolak. Rakor dipimpin Ketua Komisi III, Dewa Putu Mertayasa melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Di antaranya Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan.

    Mertayasa mengatakan pihaknya merekomendasikan agar dikaji ulang atau sosialisasi ulang. “Kita tidak menolak pabrik medis, di awal untuk kepentingan daerah diperlukan. Tapi aspirasi masyarakat terkait titik koordinat yang di dekat rumah warga. Ini yang kita koordinasikan. Dan ternyata memang diakui masih kurang sosialisasi. Karena itu kami minta dikaji ulang atau dilakukan sosialisasi ulang,” kata Mertayasa.

    Anggota Komisi III yang juga Ketua Fraksi PDIP Jembrana, I Ketut Sudiasa, menekankan jarak pabrik yang terlalu dekat dengan permukiman masyarakat. “Ini kan pabrik khusus pengolahan limbah, semestinya tempat yang representatif dan bila perlu digeser tidak menganggu perumahan warga tanpa mencemari lingkungan,” katanya.

    Pengambengan, menurutnya, identik dengan pengolahan makanan. Sehingga ketika ada pabrik limbah harapannya tidak mempengaruhi kualitas produk olahan itu. (Surya Dharma/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSudah Babak Belur, Nasib Subak di Bali Bagai “Kerakap Hidup di Batu”
    Next Article Kampanye Kesehatan, AXA Mandiri Dukung IBL 2021 – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.