Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Dorong Ekonomi Mikro, BRI Berdayakan UMKM Hingga Siapkan Desa BRILian
    Ekonomi

    Dorong Ekonomi Mikro, BRI Berdayakan UMKM Hingga Siapkan Desa BRILian

    October 30, 2020No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Dorong Ekonomi Mikro, BRI Berdayakan UMKM Hingga Siapkan Desa BRILian 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Bank BRI (BBRI) menyatakan tidak hanya fokus menyalurkan dana stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional, pada saat yang bersamaan menjalankan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) secara komprehensif dan terukur.

    Pemberdayaan pelaku usaha menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan potensi dan kapasitas pelaku UMKM di Indonesia, mengingat segmen ini memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan. Di satu sisi, UMKM saat ini menjadi sektor yang paling terdampak atas krisis akibat pandemi Covid-19.

    Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, mengatakan Perseroan saat ini fokus pada pemberdayaan UMKM yang konsepnya terintegrasi dengan seluruh kementerian/lembaga. “Konsep pemberdayaan kami jalankan secara  komprehensif dan sangat terukur, dan dapat dimonitor dengan baik,” ujar Supari dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Jumat (30/10).

    Program pemberdayaan UMKM yang dijalankan BRI memiliki tiga fase, yakni fase dasar, integrasi dan interkoneksi. Di fase dasar, BRI melakukan mapping UMKM dengan sistem self-assesment naik kelas menggunakan indikator yang sudah difasilitasi oleh Bank BRI. Selanjutnya, fase integrasi, BRI mengintegrasikan sistem dan database dengan kementerian/lembaga terkait sehingga menjadi data center UMKM. Terakhir, BRI melakukan integrasi antara sistem dan database yang dimiliki Perseroan, kementerian/lembaga terkait serta koneksi dengan instansi eksternal yang terkait perizinan, sertifikasi halal, UMKM ekspor.

    “Konkritnya, kami mencoba menghitung kembali aktivitas ekonomi pada level grass root. Saat ini yang terjadi, bagaimana kami bisa menghubungkan pedagang dengan pembeli, yang tadinya tutup tidak ada aktivitas karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” tukas Supari.

    Dalam pemberdayaan UMKM, BRI memberikan literasi dasar, bisnis dan digital yang diberikan secara berjenjang sesuai dengan level entrepreneurship yakni unfeasible-unbankable, feasible-unbankable dan feasible-bankable. Literasi dasar mencakup inklusi keuangan (pengenalan produk dan jasa perbankan), manajemen keuangan dasar (akuntansi sederhana).

    Literasi bisnis berupa peningkatan kapasitas manajerial, legalitas/kepatuhan, budaya inovasi, pemahaman industri dan pasar, kepemimpinan, pola pikir jangka panjang, skala usaha. Adapun, literasi digital diberikan kepada UMKM Literasi kepada UMKM dengan tujuan berupa go modern, go digital, go online, go global.

    “Untuk pemberdayaan ini, BRI melibatkan 176 expertise dan 104 mentor tersertifikasi serta kementerian dan asosiasi. Mengenai progres pemberdayaan UMKM, BRI telah menyelenggarakan 1.043 pelatihan yang diikuti sebanyak lebih dari 24 ribu peserta” kata Supari.

    Supari menambahkan, BRI juga mengembangkan Desa BRILian, yang sekarang sedang berlangsung bekerja sama dengan Kementerian Desa. “Kami akan bangun desa-desa yang suatu ketika mereka tidak butuh dana desa, yang kepala desanya visioner, dan bisa menghidupi desanya sendiri,” papar Supari.

    BRI menilai para pelaku UMKM di sektor pertanian dan peternakan di wilayah perdesaan menyimpan potensi yang luar biasa untuk didorong berkembang. Diakui Supari, hal tersebut didapatinya saat kunjungan ke sebuah desa di Kediri Jawa Timur, yang mayoritas mata pencaharian warganya beternak sapi penghasil susu dan bekerja sama dengan perusahaan skala besar.

    “Mantri saya ada di sana, dia bercerita, seluruh nasabahnya tidak ada yang direstrukturisasi. Inilah sektor yang luar biasa, ke depan harus kita lakukan pemberdayaan. Dan nyatanya mereka tangguh di beberapa klaster. BRI selama pandemi ini lebih banyak mengalokasikan resources-nya ke desa – desa,” ungkap Supari.

    Di sisi lain terkait dukungan pembiayaan, hingga September 2020, BRI telah menyalurkan KUR kepada lebih dari 3,3 juta debitur dengan plafon sebesar Rp 90,10 triliun. Adapun penyaluran kredit atas penempatan dana Pemerintah (PMK No.70) sebesar Rp 10 triliun di mana BRI berkomitmen me-leverage tiga kali lipat, BRI telah menyalurkan dengan total Rp30,1 triliun per 7 Agustus 2020. Dana tersebut disalurkan kepada 695 ribu debitur. Segmen mikro menjadi segmen penerima terbesar dengan nilai Rp 21,64 triliun kepada 679 ribu debitur. Segmen kecil menjadi penerima kedua terbesar, dengan nilai kredit 4,54 triliun kepada lebih dari 14 ribu debitur. Sedangkan segmen ritel menengah sebesar Rp 3,78 triliun kepada 1.941 debitur.

    Selain penempatan deposito, BRI juga menyalurkan subsidi bunga dari Pemerintah atas Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hingga 25 September, BRI memberikan subsidi bunga sebesar Rp 2,64 triliun dengan outstanding Rp 270 triliun kepada 6,5 juta pemilik rekening.

    Tidak hanya itu saja, BRI juga telah menyalurkan kredit khusus kepada segmen ultra mikro. Per 4 Oktober lalu, menurut Supari, BRI telah memberikan kredit sebanyak Rp 2,08 triliun kepada 240 ribu pelaku usaha. Sementara itu, hingga 25 September 2020, BRI telah menyalurkan Rp 12,2 triliun Bantuan Produktif Usaha Mikro kepada 5,08 juta rekening.

    Dia menilai UMKM merupakan penopang ekonomi negara ini, karena sektor ini mampu menanggulangi kemiskinan, mengatasi permasalahan pemerataan dan sumber devisa masa depan. Dalam hal penyerapan tenaga kerja, ada 61 juta pengusaha mikro, dan masing-masing unit usaha tersebut menyerap 1,7 tenaga kerja. “Mari kita sama-sama untuk melihat UMKM ini agar menjadi penopang perekonomian negara di masa depan,” tutupnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKasus Baru Covid-19 Melandai, Hari Ini Tercatat 2.897 Kasus
    Next Article MUI Keluarkan 7 Sikap, Salah Satunya Ajakan Boikot Produk Prancis
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.