Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Generasi Muda dan Aplikasi Jadi Duta Batik di Tengah Arus Zaman
    Lifestyle

    Generasi Muda dan Aplikasi Jadi Duta Batik di Tengah Arus Zaman

    October 2, 2022No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Generasi Muda dan Aplikasi Jadi Duta Batik di Tengah Arus Zaman 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kini Semakin Luwes, Padu Padan Jadi Lebih Mudah

    Batik itu formal. Batik itu kuno. Batik itu bikin kelihatan tua. Eits, siapa bilang. Sejak 2 Oktober 2009, pamor batik kian naik. Kesan formal, kuno, dan tua perlahan menguap. Dengan berbagai kreasi, anak masa kini mampu tampil trendi dalam balutan batik.

    —

    NAMANYA Swara Gembira. Sejak 2017, komunitas anak-anak muda penyuka batik itu gencar meremajakan pemakai kain tradisional tersebut. ’’Tujuan kami adalah mengindonesiakan anak muda,” ujar Vianka Svetlana, pegiat Swara Gembira, saat Jawa Pos temui di M Bloc, Jakarta, pada Rabu (28/9).

    Dia mengatakan, diakui atau tidak, ada stereotipe yang tidak pas tentang batik di kalangan anak muda. Dan, kecenderungan itu juga terjadi pada hampir semua produk kain Nusantara. Anak-anak muda merasa berjarak dengan tradisi memakai kain. Pada benak mereka, berkain adalah urusan orang tua, tidak ada hubungannya dengan mereka. Apalagi, memakai batik itu biasanya butuh effort lebih. Ribet.

    Menangkap berbagai persepsi yang tidak tepat itu, Swara Gembira pun hadir sebagai jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan generasi sebelumnya. Tentu tidak sebatas mengimbau atau menyerukan. Namun, menawarkan sentuhan-sentuhan baru dalam batik. Kain-kain tradisional yang mereka usung punya desain dan motif yang pas dengan anak muda. Bahkan, pemakaiannya juga tidak sulit, sesuai karakter anak zaman now yang maunya serbapraktis.

    ’’Bisa dipakai sehari-hari,” ucap Vianka. Hari itu, perempuan yang menjabat brand director Pasar Wastra tersebut memakai kain yang dia fungsikan sebagai rok. Padanannya? Atasan dan sepatu kasual. ’’Jadi gak masalah kain pakai atasannya kaus, pakai sepatunya sneakers,” terangnya. Yang penting, imbuh dia, kombinasinya harus pas.

    Swara Gembira yang kini berumur lima tahun sudah berkembang dengan sangat pesat. Saat ini, Swara Gembira punya tiga subkomunitas. Yakni, Pasar Wastra, Kain Gembira, dan Remaja Nusantara. Ketiganya lahir dari proses dialektika organisasi untuk mengefektifkan kampanye generasi muda cinta kain.

    Pasar Wastra, menurut Vianka, lahir setelah anak-anak muda yang peduli pada kelestarian kain Nusantara bertanya-tanya tentang lokasi pembelian batik. ’’Ya udah kita kasih wadah aja,” ungkapnya.

    Pasar Wastra pun lantas hadir sebagai jujukan para pemburu batik. Seperti namanya, pasar itu juga menjadi ajang pertemuan penjual dan pembeli. Maka, selain membuka stan jualan, para produsen batik menggunakan kesempatan itu untuk memamerkan kain-kain mereka.

    Selain Pasar Wastra, Swara Gembira punya subkomunitas Kain Gembira. Gagasan itu muncul dari keinginan yang sangat kuat untuk melestarikan tradisi sekaligus mempertahankan kualitasnya. Kain Gembira bertugas memproduksi kain-kain batik yang dinilai cocok dengan selera pasar.

    Sementara itu, Remaja Nusantara dibentuk sebagai ekosistem sekaligus ajang pamer gaya padu padan terbaru. ’’Karena kalau hanya kampanye berkain tapi gak punya orang-orang yang mencontohkannya, ya susah juga,” urai Vianka.

    Berbeda dengan gerakan budaya lainnya yang kerap membuat acara di museum atau rumah-rumah budaya, Swara Gembira justru mendekati tongkrongan anak muda. Seperti M Bloc atau SCBD. ’’Kita datengin. Biar relevan,” jelasnya.

    Dengan semangat yang sama dengan Swara Gembira, Puspita Ayu Permatasari pun tak pernah kendur mengampanyekan batik. Bukan di Indonesia, melainkan di Eropa. Perempuan yang baru saja menamatkan studi S-3 di University of Paris 1 Pantheon-Sorbonne itu identik dengan batik. Dia pula yang menggagas lahirnya aplikasi iWareBatik.

    Generasi Muda dan Aplikasi Jadi Duta Batik di Tengah Arus Zaman 2
    DINAMIS: Untuk memikat kaum muda, Swara Bahagia sengaja mengusung kain-kain batik berwarna cerah dengan motif yang sederhana. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

    Bukan sekadar fashion atau bahan sandang, kain batik juga bagian dari identitas bangsa. Corak batik di setiap daerah, menurut Ayu, biasanya merefleksikan kultur dan budaya masing-masing. ’’Jadi, orang Indonesia bisa cerita banyak hal lewat batik,” ungkap dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STPT) Jakarta tersebut.

    Ayu menambahkan, para leluhur yang menciptakan batik selalu menyematkan pesan dalam setiap motif ciptaan mereka. Ada motif untuk mencerminkan kesembuhan, kesuksesan, keteladanan, kepemimpinan, dan cinta. Berbagai cerita dan sejarah dari tiap motif batik diulas dalam iWareBatik. Saat ini, aplikasi itu sudah dikunjungi 140 ribu user internet dan diunduh lebih dari 4.000 kali.

    Lebih dari itu, diplomasi Ayu sebagai duta batik di Benua Biru berkontribusi bagus terhadap popularitas batik. Dalam kesehariannya, dia selalu menyelipkan batik dalam penampilannya. Jika bukan bawahan atau atasan, batik hadir dalam bentuk syal, tas, atau dompet. ’’Batik sangat diapresiasi di sini. Itu terlihat dari pandangan mata mereka,” tegasnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKemenkes Perbarui Data Korban Tragedi Kanjuruhan
    Next Article Melandai, Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Masih Seribuan Orang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.