Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Gus Nabil: Negara Kita Pancasila, Jangan Impor Konflik Timur Tengah ke Indonesia
    News

    Gus Nabil: Negara Kita Pancasila, Jangan Impor Konflik Timur Tengah ke Indonesia

    June 30, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gus Nabil: Negara Kita Pancasila, Jangan Impor Konflik Timur Tengah ke Indonesia

    Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen

    Jakarta, Jurnas.com – Politikus PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen mengingatkan kepada kelompok oknum untuk tidak mengimpor konflik Timur Tengah ke Indonesia. Mengingat, Indonesia merupakan negara Pancasila.

    Menurutnya, ada sekelompok orang yang meniru cara-cara devide at impera. Sebagaimana diketahui, HTI telah dibubarkan di banyak negara, termasuk mayoritas negara Islam.

    “Di belakang HTI ada kepentingan asing yang menyamar gunakan agama. Jadi yang harus kita lawan intrik politik dari HTI. Waspadai partai dan kelompok tertentu yang menggunakan narasi, simbol dan manuver intrik politik dari HTI,” kata Gus Nabil sapaan akrab Muchamad Nabil Haroen, melalui rilisnya, Selasa (30/6).

    Hal itu menanggapi aksi demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang berujung pada pembakaran bendera PDI Perjuangan dan upaya mendelegitimasi Bung Karno.

    Gus Nabil mengatakan, kelompok Soekarnois dan PDI Perjuangan telah menunjukkan komitmen kebangsaan bersama Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu terbukti dengan gerakan bersama wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang berasal dari NU.

    Baca juga.. :

    • Ketua DPR: Pelayanan Kesehatan Harus Menjangkau Seluruh Rakyat Indonesia
    • Komisi III DPR Usulkan Revisi UU Kejaksaan Masuk Prolegnas Prioritas 2021
    • Atensi Kasus Narkoba Pejabat Bea Cukai, Jaksa Agung Minta Kejati DKI Tindaklanjuti

    “Ibu Megawati juga sangat membela Palestina dan menolak keras aksi unilateral Amerika Serikat terhadap Irak. Kita harus melihat catatan sejarah bangsa ini secara komprehensif,” tegas Anggota Komisi IX DPR itu.

    Ia menerangkan, Nahdliyyin dan kelompok Soekarnois itu saudara. Dimana, keduanya sama-sama berjuang mendirikan Republik Indonesia. Karena itulah, menurutnya, mengapa Bung Karno sangat dekat dengan NU, demikian halnya PDI Perjuangan.

    “Bung Karno juga mendapat pengukuhan dari NU sebagai waliyyul amri ad-dharuri bis-syaukah. Yakni, pemimpin negara di masa transisi yang punya legitimasi untuk memimpin bangsa,” terangnya.

    Bung Karno juga dikukuhkan sebagai Pahlawan Islam melalui Konferensi Islam Asia Afrika pada 6-14 Maret 1965 di Bandung. Tanpa dukungan, Bung Karno tidak akan ditemukan makam Imam Buchori di kawasan Uzbekistan, yang saat itu berada di wilaya Soviet yang dipimpin Nikita Krushchev.

    “Bung Karno banyak membantu kemerdekaan bangsa Islam seperti Aljazair, Palestina, dan kemudian juga pembela kemerdekaan Pakistan. Jadi jangan sampai ada yang memutar balikkan sejarah. Kalau mereka terus memecah belah bangsa, mereka melawan demokrasi dan konsesus kebangsaan, harus ada tindakan tegas melawan itu,” jelas Gus Nabil.

    Untuk itu, Gus Nabil mengingatkan, agar jangan sampai ada upaya memecah belah bangsa dan mengadu domba umat Islam dengan kelompok nasionalis. Menurutnya, bendera itu simbol kehormatan dan jati diri.

    “Saya yakin orang-orang yang melakukan aksi provokasi itulah yang membawa bendera PKI dan membakarnya bersama bendera PDI Perjuangan itulah yang memiliki aksi tersembunyi. Pihak kepolisian harus berani menangkap para provokator tersebut,” tegas Gua Nabil.

    TAGS : Warta DPR Komisi IX DPR Gus Nabil RUU HIP Pembakaran Bendera PDIP HTI

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/74606/Gus-Nabil-Negara-Kita-Pancasila-Jangan-Impor-Konflik-Timur-Tengah-ke-Indonesia/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKejahatan Meningkat, Narkoba Dilibas Abis Oleh Polda Metro
    Next Article Ajaran Bung Karno Lahirkan Sinergi antar-Anak Bangsa
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.