Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Harga Minyak Mentah Dunia Naik, Pertamax Bisa Jadi Tambah Mahal
    Ekonomi

    Harga Minyak Mentah Dunia Naik, Pertamax Bisa Jadi Tambah Mahal

    October 9, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Harga Minyak Mentah Dunia Naik, Pertamax Bisa Jadi Tambah Mahal 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Harga minyak mentah dunia naik sekitar 4 persen ke level tertinggi lima minggu pada Jumat (7/10). Kenaikan harga minyak ini masih disebabkan kesepakatan Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC+ untuk memangkas produksi hingga 2 juta barel per hari.

    Selain itu juga, menguatnya harga minyak disebabkan kekhawatiran tentang kemungkinan resesi dan kenaikan suku bunga yang diprediksi naik 75 basis points (bps) pada November mendatang.

    Mengutip Reuters, minyak mentah Brent berjangka naik 3,7 persen atau USD 3,50 menjadi USD 97,92 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) naik USD 4,19 atau 4,7 persen dibanderol menjadi USD 92,64 per barel.

    Terkait kenaikan harga minyak mentah dunia, Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, jika kemudian pemangkasan produksi menyebabkan harga minyak terus melonjak. Maka, menurutnya PT Pertamina (Persero) pasti akan menaikan harga BBM. Terutama harga BBM jenis Pertamax yang mekanisme penetapan harganya mengikuti pasar.

    “Kalau pemangkasan produksi OPEC mampu menaikkan harga, Pertamina pasti akan menaikkan harga BBM Pertamax ke atas. Pasalnya, harga jenis BBM tersebut ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar,” kata Fahmy Radhi kepada JawaPos.com, Minggu (9/10).

    Meski begitu, ia mengatakan pemangkasan produksi OPEC tidak serta merta menurunkan harga minyak dunia. Sebab, kenaikan harga justru sangat tergantung pada pasokan minyak Rusia di pasar.

    Meski begitu, Fahmy memastikan kenaikan atau penurunan harga minyak dunia sangat berpengaruh terhadap harga BBM di Indonesia. Salah satunya bagi harga BBM non subsidi milik Pertamina.

    “Kenaikan dan penurunan harga minyak dunia sudah pasti mempengaruhi harga BBM,” jelasnya.

    Lantas, menilik tren kenaikan harga minyak mentah dunia, per Jumat (7/10) lalu yang menyentuh level 97-an dollar AS, mungkinkah harga BBM Pertamax naik kembali?

    Terkait hal ini, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyatakan bahwa harga BBM non subsidi akan terus disesuaikan mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus.

    Penyesuaian harga jual tersebut akan berlaku bagi jenis bahan bakar umum (JBU) atau BBM non subsidi, yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Perta Dex. Adapun evaluasi dan penyesuaian harga BBM Non Subsidi, kata Irto, akan dilakukan secara berkala di setiap bulannya.

    “Evaluasi dan penyesuaian harga untuk BBM non subsidi akan terus kami lakukan secara berkala setiap bulannya,” kata Irto dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (9/10).

    Artinya dengan begitu, penyesuaian harga bbm Pertamax terkait tren kenaikan harga minyak mentah dunia kemungkinan akan diumumkan Pertamina Patra Niaga pada awal November mendatang.

    Sebab, pada awal Oktober 2022, pihaknya mengumumkan penurunan harga bbm non subsidi seiring dengan tren penurunan harga minyak mentah dunia.

    Saat ini, untuk Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 14.950 dan untuk Pertamax (RON 92) menjadi Rp 13.900. Sedangkan untuk Dexlite (CN 51), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 17.800 dan Perta Dex (CN 53) harganya menjadi Rp 18.100 per liternya.

    Harga ini berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah DKI Jakarta.

    “Seluruh harga baru ini sudah sesuai dengan penetapan harga yang diatur dalam Kepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi. Pertamina juga terus berkomitmen untuk menyediakan produk dengan kualitas yang terjamin dengan harga yang kompetitif diseluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.

    Editor : Eko D. Ryandi

    Reporter : R. Nurul Fitriana Putri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleNasional Catat Tambahan Kasus COVID-19 di Bawah Seribu
    Next Article Amsterdam, Proyek Penuh Bintang yang Gagal Benderang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.