Andalannews.com – Sedang mencari tahu berapa harga sapi kurban 2025 di Bandung milik Presiden Prabowo. Sapi jumbo seberat 1 ton lebih ini mencuri perhatian warga dan jadi simbol kepedulian pemimpin di Hari Raya Idul Adha.
Menjelang Hari Raya Idul Adha pada tahun ini banyak orang di sejumlah daerah termasuk di Bandung mulai membicarakan hewan kurban terutama yang berasal dari para tokoh nasional.
Salah satu yang paling menyita perhatian tentunya mengenai berapa harga sapi kurban 2025 di Bandung milik Presiden Prabowo Subianto sebenarnya?
Ini bukan tanpa alasan, setiap tahun presiden memang selalu menyumbangkan sapi berkualitas tinggi ke berbagai daerah, termasuk kota Bandung, dan bobotnya pun tidak main-main selalu di atas 1 ton.
Warga Bandung pun dibuat penasaran. Bukan cuma soal jenis sapi dan beratnya, tapi juga soal berapa kira-kira harga sapi kurban 2025 milik orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Berdasarkan kabar yang beredar harga sapi kurban 2025 di Bandung milik Presiden Prabowo disebut-sebut mencapai ratusan juta rupiah, bahkan ada yang memperkirakan lebih dari Rp120 juta per ekor.
Sapi kurban presiden ini biasanya dipilih dari peternakan lokal terbaik dan dirawat dengan standar kesehatan yang ketat.
Tidak hanya besar secara fisik, sapi-sapi pilihan Presiden Prabowo dikenal memiliki kualitas daging yang sangat baik dan telah melewati serangkaian pemeriksaan dari Dinas Peternakan.
Tak heran jika harga sapi kurban 2025 di Bandung milik Presiden Prabowo menjadi pembicaraan hangat, baik di kalangan masyarakat umum maupun para peternak.
Selain sebagai bentuk ibadah, penyumbangan sapi kurban juga menjadi tradisi tahunan yang menunjukkan kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya.
Tahun ini, kabarnya Presiden Prabowo kembali menunjuk salah satu masjid besar di Bandung sebagai tempat penyerahan sapi kurban.
Informasi ini pun disambut antusias warga, apalagi banyak yang ingin melihat langsung sapi seharga ratusan juta itu. Tidak bisa dipungkiri harga sapi kurban 2025 di Bandung milik Presiden Prabowo menjadi simbol kepedulian dan keteladanan.
Dari sisi ekonomi, kehadiran sapi presiden memberikan dampak positif bagi peternak lokal. Peternakan yang terpilih sebagai penyedia tentu mendapatkan kepercayaan besar dan citra baik di mata publik.
Bahkan, harga sapi lainnya di Bandung pun ikut terdongkrak karena perhatian yang besar dari masyarakat.
Maka wajar jika banyak pihak yang menyoroti harga sapi kurban 2025 di Bandung milik Presiden Prabowo sebagai hal yang berdampak luas, bukan hanya dari sisi spiritual tapi juga ekonomi.
Yang menarik, setiap tahunnya Presiden Prabowo tak pernah mempublikasikan langsung harga sapinya. Namun informasi tetap menyebar luas dari sumber pemerintah daerah, panitia kurban, dan media lokal yang ikut meliput.
Warga berharap bisa menyaksikan langsung proses penyerahan dan penyembelihan sapi tersebut, sambil terus membicarakan harga sapi kurban 2025 di Bandung milik Presiden Prabowo yang menjadi simbol kebesaran momen Idul Adha.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Andalannews.com, tiga ekor sapi milik Vandry Dwitama asal Kota Bandung kembali terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto tahun ini.
Sapi jenis simental tersebut mempunyai bobot 1 sampai 1,2 ton dan dipilih melalui seleksi yang ketat hingga dinyatakan layak.
“Alhamdulillah tahun ini ke lima. Berarti lima tahun berturut-turut sapi kita dipilih untuk kurban Presiden. Untuk tahun ini ada tiga ekor sapi simental yang terpilih,” Pemilik Dwi Sejahtera Perkasa (DSP) Farm, Vandry Dwitama.
Sapi pertama yaitu bernama Bruno dengan bobot 1.217 kg atau 1,2 ton. Kedua, Mito dengan bobot 1.175 kg atau hampir 1,2 ton. Terakhir Sanjaya dengan bobot 1.054 kg.
Dia memaparkan proses terpilihnya hewan kurban tahun ini mulai dari tes kesehatan sapi. Pemeriksaan melalui proses pengecekan laboratorium secara ketat.
“Jadi kalau sapi presiden itu pasti sapi-sapi yang besar, utamakan dulu yang besar. Dari kesehatannya terjamin. Pengecekan lab ke lab mulai dari cek air liur, sampel darah dan sampel kotoran hewan,” ungkap Vandry.
Rencananya tiga sapi tersebut akan dikirim ketiga tempat. Bruno dikirim ke Istana Bogor, Mito ke Masjid Al Ukhuwah Kota Bandung, terakhir Sanjaya ke Indramayu.
Untuk bisa sukses lima tahun berturut-turut sapinya terpilih menjadi hewan kurban presiden memang tak mudah. Banyak tantangan yang dihadapi Vandry berternak di Kota Bandung. Terutama soal keterbatasan lahan dan sumber pakan yang terbatas.
“Karena keterbatasan lahan, kita jadi harus bisa benar-benar memanfaatkan lahan yang ada terutama lahan untuk menjadikan sumber pakan seperti kebutuhan nutrisi, protein, dan serat,” kata Vandry.
Namun Vandry bersyukur sampai saat ini banyak dukungan kesehatan untuk hewan ternak dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung
“Alhamdulillah sampai saat ini kita ada bantuan untuk kesehatan. Namun untuk pengembangannya sampai saat ini memang belum. Tapi harapannya ke depan peternak di Kota Bandung bisa tetap bersaing secara kuantitas dan kualitas dengan kota kabupaten lain,” tuturnya.




