Andalannews.com – Masyarakat dibuat penasaran dengan siapa sosok menteri yang direshuffle Prabowo Subianto padahal baru menjabat selama beberapa bulan. Penggantian sosok pembantu presiden ini pun menjadi yang pertama di kabinet.
Belakangan akhirnya terjawab jika sosok menteri yang direshuffle Prabowo Subianto ternyata pucuk pimpinan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI yakni Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Prabowo secara resmi memilih Brian Yuliarto sebagai Mendiktisaintek yang baru dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029. Pelantikan tersebut dilaksanakan pada pada hari Rabu, 19 Februari 2025 kemarin di Istana Negara, Jakarta.
Berdasarkan informasi, Brian dilantik sebagai Mendiktisaintek merujuk Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Usai pelantikan, Brian menyampaikan bahwa dirinya akan segera bekerja dan mengambil langkah konkret guna mendukung ppemerintah. Konsolidasi internal, juga akan dilakukan untuk memastikan kelancaran dari implementasi program tersebut.
“Intinya kita diminta langsung bekerja melakukan langkah-langkah segera, konsolidasi untuk mendukung program-program Pak Presiden,” ungkap Mendiktisaintek dalam keterangannya dikutip dari laman resmi Presiden Republik Indonesia.
Lantas, siapa sosok menteri yang direshuffle Prabowo Subianto itu? Banyak pihak dan elemen masyarakat utamanya dari pakar tata negara menilai penggantian Satryo Soemantri Brodjonegoro karena yang bersangkutan tidak sesuai harapan.
Dihimpun dari berbagai sumber, sebelumnya nama Satryo Brodjonegoro mendapat sorotan publik karena diduga melakukan aksi arogan di lingkungan kerja. Berbagai sentimen negatif juga kerap mengiringi dia saat menjadi Mendiktisaintek RI>
Bahkan yang membuat heboh, para pegawai Kemendiktisaintek yang menjadi bawahannya kala itu sempat menggelar aksi unjuk rasa menuntut Satryo dicopot dari jabatannya lantaran memberhentikan pegawai secara sepihak dan mendadak.
Sebelum ditunjuk masuk dalam kabinet dan menduduk posisi menteri, Satryo merupakan salaj seorang akademisi yang ada di Tanah Air. Pria kelahiran Delft, Belanda pada 5 Januari 1956 tersebut juga pernah berada di Kemendikbud.
Dalam perjalanan karirnya, Satryo tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi yang cukup lama. Yakni sejak periode 1999 hingga 2007 yang lalu.
Sementara itu, dari jenjang pendidikan Satryo menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang teknik mesin. Dia kemudian menyelesaikan pendidikan strata 1 atau S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Mantan pembantu presiden Prabowo ini juga melanjutkan studi ke University of California, Berkeley, Amerika Serikat.
Di universitas terkemuka tersebut, Satryo meraih gelar Ph.D di bidang Teknik Mesin pada 1985. Gelar akademiknya menambah kapabilitasnya dalam bidang pendidikan dan teknologi.
Berbarengan dengan penggantian menteri baru, Presiden Prabowo Subianto juga melantik Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Istana Negara, Jakarta.
Dalam keputusan Presiden yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti, Muhammad Yusuf Ateh diangkat sebagai Kepala BPKP dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP.
Pengangkatan tersebut berlandaskan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 27/ Tahun 2025 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
Selanjutnya, Amalia Adininggar Widyasanti dan Sonny Harry Budiutomo Harmadi dilantik sebagai Kepala dan Wakil Kepala BPS. Keduanya dilantik berdasarkan Keppres RI Nomor 28/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik.
“Semoga dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa dan negara,” kata Prabowo di akun Instagram pribadinya.




