Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Hari Batik Nasional, Pemda Diminta Beli Batik Tulis, Tak Cuma Printing
    Ekonomi

    Hari Batik Nasional, Pemda Diminta Beli Batik Tulis, Tak Cuma Printing

    October 1, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Hari Batik Nasional, Pemda Diminta Beli Batik Tulis, Tak Cuma Printing 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Hati Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober selalu menjadi momen spesial bagi rakyat Indonesia. Sebagaimana diketahui pada tanggal yang sama 11 tahun silam, UNESCO menetapkan warisan bangsa Indonesia, yakni batik, sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

    “Kita tentunya bangga karena batik memang sudah menjadi bagian dari sejarah peradaban bangsa Indonesia. Presiden SBY melihat hal tersebut sebagai momen bersejarah, maka kemudian hingga saat ini setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional,” ujar Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Ingrid Kansil, Kamis (1/10).

    Ipemi membina banyak pelaku UMKM. Sebagian dari mereka merupakan pelaku usaha batik yang memiliki binaan perajin batik daerah.

    Sebagai Ketum Ipemi, kata Ingrid, dia mencoba menyerap aspirasi dari para pelaku usaha, khususnya pelaku usaha batik. Menurut Ingrid, para pelaku usaha batik tersebut selalu menyampaikan bahwa perkembangan bisnis batik masih dalam fase stagnan, hanya sedikit yang betransformasi menjadi model industri batik.

    “Hal tersebut terkait promosi dan pasar batik yang belum besar,” lanjutnya.

    Wasekjen DPP Partai Demokrat tersebut menyontohkan salah seorang perajin batik di Sukabumi, Diah. Diah kepada Ingrid menyampaikan bahwa pemerintah pusat perlu membuat instruksi kepada pemerintah daerah untuk mewajibkan para ASN memakai batik khas daerahnya yang dibuat oleh perajin, yakni batik tulis bukan batik printing.

    Hari Batik Nasional, Pemda Diminta Beli Batik Tulis, Tak Cuma Printing 2
    Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil.

    Menurut Diah, lanjut Ingrid, selama ini yang terjadi pemerintah daerah hanya memesan desain batik untuk para ASN sebagai seragam wajib mereka. Kemudian, desain batik tersebut dicetak dan hanya dimotori oleh satu pihak.

    “Hal tersebut sangat disesalkan karena semestinya batik tersebut dikerjakan oleh pelaku usaha batik yang memiliki binaan para perajin batik. Banyak pihak yang belum aware bahwa para perajinlah yang sesungguhnya menggantungkan hidupnya dari membatik. Dengan membeli batik dari perajin, secara langsung kita membantu masyarakat lokal untuk berdaya dan mandiri secara ekonomi melalui batik,” tutur Ingrid.

    Anggota DPR RI periode 2009-2014 ini juga menambahkan bahwa para pelaku usaha batik perlu diberikan ruang dan waktu dalam setiap event yang mengangkat khasanah budaya lokal. Selain itu para pejabat pemerintah daerah juga bisa mengenakan batik sebagai promosi kepada para tamu yang hadir di acara tersebut.

    “Hal tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan oleh Ibu Dahlia yang merupakan pelaku usaha batik di Cianjur,” sambungnya.

    Ingrid menambahkan bahwa peningkatan kapasitas kompetensi para pelaku usaha dan perajin batik perlu menjadi perhatian pemerintah. Pembinaan yang berkelanjutan menjadi salah satu upaya menghidupkan batik agar tetap eksis.

    “Salah satu upaya agar batik ini tetap hidup di masyarakat yakni perlu adanya inovasi. Bagaimana para pengrajin ini dapat berkreasi out of the box mengikuti tren pasar ya dengan difasilitasi dalam berbagai bentuk pelatihan-pelatihan,” lanjutnya.

    Ingrid merincikan, caranya bisa dengan bimbingan teknis, studi banding, membuka galeri batik atau sentra batik di setiap daerah. “Beberapa daerah sudah melakukan hal tersebut namun memang belum secara merata implementasinya di setiap daerah,” pintanya.

    Selain fasilitas berupa peningkatan kapasitas dan pemasaran, masalah lain yang dihadapi para pelaku usaha dan perajin batik yakni terkait permodalan. Untuk itu, istri Menteri Koperasi & UMKM Periode 2009-2014 ini menilai bahwa bantuan modal usaha menjadi sangat vital dalam upaya mendorong percepatan pertumbuhan industri batik nasional.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBangli Segera Buat Kajian Akademis Imbal Jasa Pemanfaatan Air
    Next Article Cara KKSB Papua Tarik Simpati Dunia Internasional
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.