Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Hati-hati Lama Duduk Saat WFH Bisa Muncul Wasir
    Lifestyle

    Hati-hati Lama Duduk Saat WFH Bisa Muncul Wasir

    October 29, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Hati-hati Lama Duduk Saat WFH Bisa Muncul Wasir 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    indopos.co.id – Selama masa pandemi hampir semua perkantoran menerapkan kebijakan bekerja dari rumah. Kebijakan ini membuat sebagian besar masyarakat melakukan aktivitas ta dari rumah. Selama Work From Home (WFH), kebanyakan orang aktivitasnya hanya dilakukan di rumah saja.

    Bahkan, sebagian besar waktu dihabiskan dengan duduk saja, baik saat bekerja, belajar, hingga bersantai. Hal ini berpotensi akan menimbulkan wasir. Dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif RS Siloam Surabaya dr F Siusanto Hadi SpB-KBD mengatakan, dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2008 kepada 6.300 orang di Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa pada masa normal setidaknya orang AS menghabiskan waktu 7,7 jam perhari hanya untuk duduk.

    Namun, angka tersebut naik dalam penelitian terbaru. Menurut dia, dalam penelitian terbaru tersebut menyebut pada masa pandemi atau sejak Maret 2020 menunjukkan di AS meningkat durasi duduk sebanyak 3 jam perhari atau menjadi selama 11,7 jam hanya untuk duduk.

    Sedangkan di negara lain seperti Inggris, Prancis, Spanyol, dan Kanada meningkat 2 jam sehari. Serta di Belanda, Denmark, Belgia, dan Austria meningkat 1 jam sehari.

    “Angka tersebut menunjukkan bahwa selama masa pandemi dan semua orang melakukan WFH masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya hanya dengan duduk. Padahal, banyak risiko penyakit yang bisa muncul akibat duduk terlalu lama. Salah satunya adalah Hemoroid atau yang dikenal orang awam dengan sebutan wasir,” ungkap dokter yang akrab disapa dr Sius dalam keterangan di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

    Menurut dr Sius, hemeroid atau wasir terjadi ketika ada pembesaran pembuluh darah di sekitar anus yang disebabkan oleh proses pembengkakan dari pembuluh darah tersebut. Pembengkakan tersebut karena adanya penekanan yang terjadi secara terus menerus pada tulang ekor karena posisi duduk yang salah.

    Padahal, menurut dia di depan tulang ekor terdapat usus besar yang menjadi saluran terakhir dalam pencernaan dan menjadi pembuangan akhir feses. “Diantara tulang ekor dan usus besar ini terdapat banyak pembuluh darah, apabila terjadi penekanan di area ini tentu saja akan membuat pembuluh darah menjadi tidak lancar dan bengkak, sehingga pada akhirnya malah akan menimbulkan wasir,” jelasnya.

    Dr Sius menyebutkan, setidaknya ada tiga tipe hemoroid. Pertama, tipe hemoroid internal, yaitu pembengkakan pembuluh darah yang terjadi dalam anus dan tidak terlihat. Kedua adalah hemoroid eksternal adalah kondisi jika pembengkakan terjadi di luar anus, yaitu dekat lubang anus, dan terasa lebih nyeri. Ketiga ada pula hemoroid campuran yang terjadi pembengkakan di area dalam dan luar.

    Dia menuturkan, dalam penanganannya saat ini hemeroid bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi laser disebut dengan laser hemorrhoidoplasty. Sedangkan pencegahannya, menurut dr Sius, ada empat cara yang bisa dilakukan. Pertama, yaitu melakukan diet sebaiknya rajin mengkonsumsi sayur dan buah berwarna-warni. Kedua, sering melakukan olahraga yang teratur.

    Lalu, ketiga dengan memperhatikan posisi duduk dengan cara yang benar. Caranya adalah dengan duduk tegak seperti posisi berdiri dan duduk tepat diatas tulang duduk, sehingga menghindari adanya penekanan pada tulang ekor. Selain itu, sempatkan untuk berdiri selama 30-60 detik setiap satu jam ketika sedang duduk lama. Kalaupun tidak bisa berdiri sebaiknya melakukan beberapa gerakan peregangan.

    Dan, keempat, tidak mengejan saat Buang Air Besar (BAB). Hal ini juga dipengaruhi oleh posisi duduk. Sebab, hal ini akan membuat posisi anus membentuk siku ketika dalam posisi duduk. Untuk itu, sebaiknya saat BAB tidak dalam posisi duduk atau jongkok saja. “Namun, bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan kloset duduk, sebaiknya disiasati dengan menyediakan pijakan untuk kaki yang bisa membentuk posisi jongkok saat buang air besar,” tuturnya.
    (mdo)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKonsisten Salurkan Bantuan Pandemi, AHM Raih Penghargaan IBCSI 2020
    Next Article 5 Proyek Infrastuktur Ini Diresmikan di Tengah Pandemi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.